TAJDID.ID 🔳 Keterbatasan ekonomi dan jarak bukanlah alasan untuk memadamkan api cita-cita. Hal inilah yang dibuktikan oleh Esi Manilapi, salah satu mahasiswi peserta Yudisium Angkatan VIII STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang berhasil lulus dengan predikat memuaskan (Cumlaude).
Berasal dari salah satu desa terpencil di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Esi tumbuh dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Namun, semangat belajarnya tidak pernah surut. Mengarungi perjalanan studi selama 4 tahun, ia membuktikan komitmen dan kedisiplinannya hingga mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Kisah Esi Manilapi juga menjadi cermin nyata bagaimana STKIP Muhammadiyah Kalabahi berdiri sebagai kampus yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja.
Meski Esi beragama Kristen, ia menimba ilmu di lingkungan kampus Muhammadiyah dengan penuh kehangatan, rasa saling menghargai, dan kebersamaan.
Kampus ini membuktikan komitmennya untuk merangkul seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun kondisi ekonomi.
Di sini, setiap mimpi bernilai dan setiap perjuangan dihargai, menjadi pesan kuat yang terpancar dari keberhasilan Esi. (*)
✍️ Iwan Abdul Gani & Mahmud







