No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Mahasiswa Hukum UMSU yang Gemar Bikin Film Pendek Lolos Pendanaan PKM-VGK Kemendiktisaintek 2026

27 Agustus 2026
in Muhammadiyah, Nasional, PTM/A
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~MEDAN 🔳 Minat terhadap dunia video dan film pendek ternyata dapat menjadi jalan bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) untuk melahirkan gagasan inovatif di bidang hukum dan keamanan masyarakat.

Hal itu dibuktikan oleh tim mahasiswa Fakultas Hukum UMSU yang berhasil lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.

Tim tersebut diketuai Chevyn Gading Afarizky dengan anggota Elsyifa Fisalim Chan, Wika Suryani, dan Mhd Raja Febriyanto. Dalam pelaksanaan dan pengembangan gagasan, tim didampingi dosen Fakultas Hukum UMSU, Dr. Tengku Erwinsyahbana, S.H., M.Hum.

Menariknya, gagasan yang diusung tim tersebut tidak lahir semata-mata dari pembahasan akademik di ruang perkuliahan. Ketertarikan mahasiswa terhadap dunia kreatif, khususnya editing video dan produksi film-film pendek, turut menjadi modal dalam mengembangkan konsep PKM-VGK yang mereka ajukan.

Kebiasaan mengolah video, menyusun alur cerita, hingga membuat proyek film pendek kemudian mereka bawa ke dalam konteks yang lebih serius, yakni bagaimana data kriminalitas dapat diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Dari proses tersebut lahirlah gagasan Smart Crime Map, sebuah konsep sistem pemetaan berbasis data kriminalitas yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami informasi risiko suatu wilayah secara lebih bertanggungjawab.

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan bahwa data kriminalitas selama ini banyak tersimpan dalam bentuk laporan, angka, catatan lokasi, dan waktu kejadian. Informasi tersebut belum tentu mudah dipahami masyarakat apabila tidak diolah dan disajikan secara komunikatif.

Melalui Smart Crime Map, tim merancang sistem yang mengintegrasikan data kriminalitas historis dengan laporan kejadian dari masyarakat. Pengguna nantinya dapat mengirimkan laporan dengan mencantumkan jenis kejadian, lokasi, waktu, serta bukti pendukung.

Namun, laporan masyarakat tidak serta-merta ditampilkan sebagai informasi kerawanan. Sistem dirancang memiliki tahapan pemeriksaan terhadap kelengkapan laporan dan kemungkinan adanya laporan ganda atau duplikasi. Data selanjutnya memerlukan proses konfirmasi oleh petugas yang berwenang sebelum digunakan dalam analisis.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari gagasan yang dibawa tim. Mereka ingin memastikan bahwa satu laporan yang belum terkonfirmasi tidak langsung membuat sebuah wilayah dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat risiko tinggi.

Data yang telah terverifikasi kemudian dianalisis berdasarkan lokasi, waktu, dan pola kejadian. Hasilnya dirancang untuk divisualisasikan dalam tiga kategori warna, yakni merah, kuning, dan hijau.

Zona merah menunjukkan tingkat risiko yang relatif lebih tinggi, zona kuning menunjukkan wilayah yang perlu mendapat kewaspadaan, sedangkan zona hijau menunjukkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah berdasarkan data dan periode analisis yang digunakan.

Tim menegaskan bahwa kategori tersebut bukanlah jaminan bahwa suatu wilayah sepenuhnya aman maupun pasti terjadi tindak kriminal. Status zona juga tidak bersifat permanen karena dapat berubah mengikuti pembaruan data terverifikasi dan evaluasi secara berkala.

“Melalui Smart Crime Map, kami ingin menunjukkan bahwa data kriminalitas tidak cukup hanya disimpan. Data tersebut perlu diverifikasi, dianalisis, dan disajikan menjadi informasi yang mudah dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa menganggap peta sebagai jaminan keamanan mutlak,” ujar Chevyn.

Selain pemetaan wilayah, Smart Crime Map juga dirancang memiliki fitur perbandingan rute. Sistem dapat membandingkan jarak, perkiraan waktu perjalanan, serta skor risiko dari sejumlah pilihan rute sehingga pengguna dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan berdasarkan tingkat risiko relatif.

Fitur tersebut kembali menekankan bahwa sistem tidak menjanjikan adanya rute yang sepenuhnya aman. Informasi yang diberikan hanya menjadi bahan pertimbangan berdasarkan data terverifikasi dan periode analisis yang tersedia.

Sementara bagi aparat berwenang, tim merancang dashboard yang dapat menampilkan laporan terverifikasi serta pola kejadian pada suatu wilayah. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam mempertimbangkan titik yang perlu mendapat perhatian atau menjadi prioritas patroli.

Dosen Pendamping: Kreativitas Mahasiswa Harus Diarahkan pada Gagasan yang Berdampak

Dosen pendamping tim PKM-VGK, Dr. Tengku Erwinsyahbana, S.H., M.Hum., menyambut positif gagasan yang dikembangkan mahasiswa tersebut.

Menurutnya, salah satu hal yang menarik dari PKM-VGK ini adalah kemampuan mahasiswa menggabungkan kreativitas di bidang audiovisual dengan persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

BACA JUGA

FEB UMSU Sambut 886 Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2021-2022

Google: Rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas Ancam Kebebasan Pers dan Masa Depan Media di Indonesia

485 Mahasiswa Baru FISIP UMSU Antusias dan Riang Gembira Ikuti PKKMB 2023

Perkuat Ekosistem Talenta Digital, UAD dan LabMU Resmikan Kerja Sama Strategis untuk Sertifikasi Internasional

Ternyata Muhammadiyah Sudah Masuk ke Banyuwangi Tahun 1919

Pererat Silaturrahim, Keluarga Besar Pascasarjana UMSU Gelar Buka Puasa Bersama

“Mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami aspek normatif, tetapi juga perlu mampu melihat persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dan menawarkan gagasan penyelesaian yang konstruktif. Kreativitas dalam membuat video dan film pendek dapat menjadi kekuatan ketika diarahkan untuk mengomunikasikan gagasan hukum kepada masyarakat,” ujar Dr. Tengku Erwinsyahbana.

Ia menilai keikutsertaan mahasiswa dalam PKM juga menjadi ruang pembelajaran yang penting karena mahasiswa tidak hanya belajar menyusun gagasan, tetapi juga dituntut mengembangkan inovasi, membangun kerja sama tim, serta menyampaikan ide secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang paling penting dari program ini bukan hanya bagaimana mahasiswa memperoleh pendanaan, tetapi bagaimana mereka belajar mengembangkan gagasan yang memiliki nilai akademik sekaligus relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Smart Crime Map masih merupakan sebuah gagasan yang perlu terus dikembangkan, diuji, dan disempurnakan,” tambahnya.

Bagi tim mahasiswa, keberhasilan lolos pendanaan PKM-VGK Kemendiktisaintek 2026 menjadi pengalaman tersendiri. Ketertarikan mereka terhadap video dan produksi film pendek yang sebelumnya menjadi ruang kreativitas, kini berkembang menjadi media untuk menyampaikan gagasan konstruktif di bidang hukum.

Tim berharap Smart Crime Map dapat menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa Fakultas Hukum juga mampu mengembangkan gagasan lintas bidang dengan memadukan pemahaman hukum, teknologi, data, dan kreativitas audiovisual.

Kendati demikian, Smart Crime Map saat ini masih berada pada tahap gagasan konstruktif dan rancangan sistem. Pengembangan lebih lanjut masih membutuhkan pengujian, evaluasi, serta koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan data kriminalitas.

Tim PKM-VGK UMSU berharap proses tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan gagasan pemanfaatan data kriminalitas yang lebih informatif, terukur, dan bertanggjawab, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat. (*)

 

✍️ MSH

Tags: FH UMSUTim PKM-VGK UMSU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Dekan FH UMSU Tegaskan Pentingnya Adaptasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Hukum di Munas APPTHI 2026
Muhammadiyah

Dekan FH UMSU Tegaskan Pentingnya Adaptasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Hukum di Munas APPTHI 2026

by Mujaddid
28 Agustus 2026
8
Bangun Budaya Literasi Desa, 23 Mahasiswa Hukum UMSU Diterjunkan dalam KKN Tematik
Daerah

Bangun Budaya Literasi Desa, 23 Mahasiswa Hukum UMSU Diterjunkan dalam KKN Tematik

by Mujaddid
22 Agustus 2026
8
FH UMSU Siap Fasilitasi Agenda Sidang DKPP RI di Sumatera Utara
Daerah

FH UMSU Siap Fasilitasi Agenda Sidang DKPP RI di Sumatera Utara

by Mujaddid
10 Agustus 2026
21
Tingkatkan Tata Kelola dan Sinergi, Pimpinan FH UMSU Ikuti Leadership Management Training di Parapat
Daerah

Tingkatkan Tata Kelola dan Sinergi, Pimpinan FH UMSU Ikuti Leadership Management Training di Parapat

by Mujaddid
10 Agustus 2026
24
FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150
'Aisyiyah

FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

by Mujaddid
22 Juli 2026
21
FH UMSU Gandeng Komunitas WA PESEK Gelar Pengabdian Masyarakat dan Khitanan Massal
Daerah

FH UMSU Gandeng Komunitas WA PESEK Gelar Pengabdian Masyarakat dan Khitanan Massal

by Mujaddid
6 Juli 2026
26
Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan
Daerah

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

by Mujaddid
30 Juni 2026
14
FH UMSU Gandeng Imigrasi Belawan, Akselerasi Internasionalisasi dan Program RPL
Daerah

FH UMSU Gandeng Imigrasi Belawan, Akselerasi Internasionalisasi dan Program RPL

by Mujaddid
10 Juni 2026
18
Akselerasi Publikasi Global, FH UMSU Gandeng UIN SAIZU dalam Kolaborasi Riset Internasional
Daerah

Akselerasi Publikasi Global, FH UMSU Gandeng UIN SAIZU dalam Kolaborasi Riset Internasional

by Mujaddid
22 Mei 2026
32
Perkuat Pemahaman Metode Penelitian, FH UMSU Hadirkan Guru Besar UIN SAIZU dalam Visiting Professor
Daerah

Perkuat Pemahaman Metode Penelitian, FH UMSU Hadirkan Guru Besar UIN SAIZU dalam Visiting Professor

by Mujaddid
22 Mei 2026
27

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.