Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Begitu membaca berita bahwa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melakukan MoU dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, saya langsung ingin menulis sedikit. Bukan karena saya hadir di lokasi, tetapi semata-mata sebagai ungkapan senang, bangga dan bahagia melihat sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah dari Sumatera Utara mampu membangun kerja sama lintas benua.
Saya hanya membaca beritanya dari kejauhan. Namun tetap terasa ada getaran kebahagiaan ketika melihat nama UMSU hadir di London. Apalagi Britania Raya memiliki komunitas Muslim yang terus berkembang dan kehidupan keberagamaan yang cukup dinamis. London sendiri pernah dan masih memperlihatkan wajah keberagaman melalui kepemimpinan seorang muslim Sadiq Khan sebagai Wali Kota London. Raja Charles III pun dikenal memiliki perhatian terhadap komunitas Muslim di Inggris.
Karena itu, bagi saya, MoU ini bukan sekadar lembar dokumen. Ada kebanggaan ketika sebuah perguruan tinggi yang tumbuh dari Tanah Deli mampu membuka jejaring dengan komunitas Muhammadiyah di Britania Raya dan Irlandia.
Hadir pada kesempatan tersebut Prof. Syafiq A. Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Dr. Zailani, Dekan Fakultas Agama Islam UMSU yang hadir mewakili Rektor UMSU. Hadir pula Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya Dr. Desra Percaya, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain Dr. Wajid Akhter dan sejumlah tokoh serta perwakilan lainnya.
Bagi saya, perjumpaan itu menarik. Muhammadiyah tetap datang dengan identitasnya, tetapi membuka diri untuk berdialog dan bekerja sama dengan dunia.
Bukankah Islam Berkemajuan memang mengajarkan kita untuk terbuka terhadap ilmu, kemajuan dan pergaulan dunia, tanpa kehilangan akar dan jati diri?
Dari UMSU untuk Dunia
UMSU hari ini terus bergerak.
Unggul, Cerdas, Terpercaya dan Melejit bukan hanya rangkaian kata, tetapi semangat untuk membawa UMSU semakin jauh dalam pengabdian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kerja sama dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi salah satu tanda bahwa langkah itu mulai melewati batas geografis.
Tentu saja MoU ini tidak berhenti pada seremoni. Semoga lahir pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, publikasi, seminar, pengembangan kader dan berbagai kerja sama lain yang memberikan manfaat.
Dari sebuah perjumpaan, bisa lahir gagasan. Dari gagasan, lahir kerja sama. Dan dari kerja sama, mudah-mudahan lahir manfaat.
Menjelang Muktamar ke-49
Menariknya lagi, semua ini terjadi ketika Sumatera Utara sedang bersiap menyambut Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Kampus IV UMSU akan menjadi salah satu bagian penting dalam perhelatan tersebut, termasuk sebagai lokasi persidangan Muktamar.
Ada kebahagiaan tersendiri membayangkan sebuah kampus Muhammadiyah di Sumatera Utara yang hari ini membangun jejaring ke London, sementara tidak lama lagi Sumatera Utara akan menjadi tempat berkumpulnya warga Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.
Seakan ada pesan sederhana: kita boleh berakar di Tanah Deli, tetapi cakrawala kita tidak boleh hanya sebatas Tanah Deli. Kita boleh tumbuh dari daerah, tetapi gagasan kita harus mampu menjangkau dunia.
Sebuah Kebahagiaan Kecil Saya tidak berada di London. Saya hanya melihat berita dari kejauhan.
Tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, saya merasa ikut bahagia ketika melihat UMSU membangun jembatan itu.
Bukan karena London lebih tinggi daripada Sumatera Utara. Bukan pula karena dunia luar selalu lebih baik. Tetapi karena setiap langkah yang memperluas jejaring ilmu, persahabatan dan pengabdian adalah langkah yang patut disyukuri.
Semoga kerja sama UMSU dengan PCIM Britania Raya dan Irlandia menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Dari Tanah Deli ke London.
Dari London kembali membawa gagasan. Dan dari Sumatera Utara, mudah-mudahan Muhammadiyah terus melangkah untuk Indonesia dan mencerahkan semesta.
Selamat UMSU. Selamat dan sukses Muhammadiyah.
Ada rasa bangga dan senang melihat langkah ini. Dan ada doa sederhana: semoga jembatan yang dibangun hari ini menjadi jalan bagi semakin banyak ilmu, persahabatan, kader dan kebaikan untuk melintasi batas-batas dunia.
Rasanya semakin relevan ,” Cerdas Bangsa Semesta bercahaya ” sebagai tema Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Sumatera Utara. (*)
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

















