Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Ada yang menarik dan menyenangkan setelah pertemuan usai . Sebelum seluruh peserta berpamitan dan kembali ke tempat masing-masing, Bendahara PDM Serdang Bedagai, Ahmad Zaki, yang juga merupakan penggiat wirausaha dan UMKM, memberikan bingkisan kepada seluruh peserta Rapat PDM Penyangga Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Bingkisan itu sederhana, tetapi terasa istimewa. Di dalamnya terdapat berbagai produk olahan UMKM dengan merek Zack Krezz, mulai dari keripik nangka, banana baluutt chocolate, brownie crispy, hingga aneka keripik buah dan sayuran.
Bagi saya, bingkisan tersebut bukan sekadar buah tangan. Ada semangat yang lebih besar di baliknya: semangat berbagi sekaligus memperkenalkan hasil kreativitas UMKM lokal.
Menariknya, produk seperti ini direncanakan dapat menjadi salah satu bingkisan atau oleh-oleh dalam menyemarakkan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara tahun 2027.
Tentu ini sebuah gagasan yang menarik. Bayangkan, para peserta Muktamar yang datang dari berbagai penjuru Indonesia tidak hanya mengikuti agenda persyarikatan, tetapi ketika pulang mereka juga membawa oleh-oleh khas Sumatera Utara.
Mereka membawa keripik dan makanan olahan UMKM lokal, tetapi sesungguhnya mereka juga membawa cerita tentang Sumatera Utara, tentang kreativitas masyarakatnya, dan tentang semangat kewirausahaan yang tumbuh di tengah warga Muhammadiyah.
Di sinilah Muktamar dapat memiliki makna yang lebih luas. Muktamar bukan hanya forum permusyawaratan untuk menentukan arah persyarikatan, tetapi juga dapat menjadi momentum menggerakkan ekonomi masyarakat.
UMKM lokal memperoleh ruang. Produk daerah mendapatkan panggung. Pelaku usaha mendapatkan pasar yang lebih luas. Dan para tamu Muktamar mendapatkan pengalaman serta buah tangan yang memiliki cerita.
Tentu, apabila nantinya produk UMKM akan dipilih sebagai bagian dari bingkisan Muktamar, diperlukan kurasi yang baik. Kualitas, keamanan pangan, kemasan, harga, kapasitas produksi dan kontinuitas harus menjadi perhatian. Dengan begitu, momentum Muktamar juga sekaligus menjadi kesempatan bagi UMKM untuk naik kelas dan semakin profesional.
Saya kira, semangat seperti inilah yang patut kita dorong.
Menyambut Muktamar dengan karya, bukan hanya dengan kemeriahan. Menghidupkan UMKM, bukan hanya membicarakan pemberdayaan. Membawa produk lokal dari Sumatera Utara untuk dikenal lebih luas di Indonesia.
Dan semuanya berawal dari sesuatu yang sederhana. Sebuah bingkisan setelah rapat. Kecil bentuknya, tetapi besar semangat yang dibawanya.
Dari Serdang Bedagai, semoga kelak menjadi bagian dari semarak Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara 2027.
Dari UMKM lokal, untuk Muhammadiyah, untuk Indonesia. (*)

















