No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Berkali-kali Tertunda, Tak Pernah Menyerah: Akhirnya PKMM Majelis Tabligh PDM Deli Serdang Sukses Digelar

30 Agustus 2026
in Daerah, Muhammadiyah, Ortom
Reading Time: 7 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~DELI SERDANG 🔳 Ada kegiatan yang lahir dari perencanaan yang rapi. Ada pula kegiatan yang justru menjadi bermakna karena harus melewati jalan berliku sebelum benar-benar terlaksana.

Pelatihan Kader Muballigh/ah Muhammadiyah (PKMM) Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Deli Serdang Tahun 2026 adalah salah satunya.

Jadwal telah disusun. Tempat telah dibayangkan. Peserta telah diproyeksikan. Namun, satu per satu rencana harus bergeser.

Awalnya direncanakan awal Juli 2026, menjelang Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 di Amal Usaha Muhammadiyah Lubuk Pakam. Waktu persiapan yang relatif singkat membuat panitia kesulitan menghimpun donasi untuk membiayai kegiatan.

Rencana pun kandas.

Panitia tidak berhenti. Alternatif tempat kemudian dicari. Sebuah pondok pesantren di Batang Kuis menjadi pilihan berikutnya. Tetapi persoalan kembali muncul: dukungan dana belum memadai, sementara kesiapan tempat juga belum memungkinkan.

Rencana kembali bergeser.

Di tengah berbagai keterbatasan itu, datang tawaran yang menjadi titik terang. Ketua panitia memperoleh tawaran tempat di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara, Medan.

Harapan kembali tumbuh.

PKMM diagendakan akhir Juli. Tetapi dana yang dihimpun belum juga mencukupi. Jadwal kembali ditunda menjadi 15–16 Agustus.

Belum sempat benar-benar bersiap, muncul persoalan baru. BPMP akan digunakan untuk agenda Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

PKMM kembali harus mengalah.

Tanggal 22–23 Agustus kemudian dipilih. Namun agenda dakwah Muhammadiyah yang lain juga menuntut perhatian: Tabligh Akbar Ustadz Adi Hidayat, Konsolidasi Dakwah, dan Sertifikasi Muballigh.

Akhirnya, setelah melalui rangkaian penyesuaian yang tidak pendek, tanggal 29–30 Agustus 2026 menjadi pilihan terakhir.

Dan kali ini, tidak ada lagi kata mundur.

—

Sabtu, 29 Agustus 2026. Satu per satu peserta berdatangan. Mereka datang dari berbagai penjuru Deli Serdang.  .

Dari 64 peserta yang direncanakan, 53 orang akhirnya hadir dalam kegiatan yang berlangsung dua hari satu malam tersebut. Mereka merupakan perwakilan dari 10 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Deli Serdang serta tujuh organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah.

Sepuluh PCM yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut yakni Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Batang Kuis Satu, Batang Kuis Dua, Bangun Purba, Pancur Batu, Sunggal, Sunggal Satu, dan Tanjung Selamat Perjuangan. Sementara PCM Galang belum mengikuti kegiatan ini.

PKMM 2026 mengusung tema: “Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Kader Muballigh/ah serta Mewujudkan Dakwah Muhammadiyah yang Mencerahkan, Menggerakkan, Merekatkan dan Menggembirakan.”

Tema itu bukan sekadar tulisan di spanduk. Ia seperti menjadi gambaran perjalanan kegiatan itu sendiri.

Sebab sebelum mengajarkan bagaimana menjadi muballigh yang mampu menggerakkan orang lain, para penggeraknya terlebih dahulu harus belajar menggerakkan diri sendiri.

Dari QS Ali Imran 104 hingga Mimbar Dakwah

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Deli Serdang, H. Ibnu Hajar, M.Pd.

Dalam arahan dan bimbingannya, ia menegaskan bahwa kaderisasi muballigh/ah memiliki posisi strategis dalam perjalanan Muhammadiyah.

BACA JUGA

Atasi Krisis Bilal Mayit, Empat mahasiswa FISIP UMSU Tarik Minat Gen-Z Belajar Fardhu Kifayah Lewat Aplikasi Q-fayah

Pengamat: Tidak Relevan Bandingkan Popularitas dan Elektabilitas Ijeck~Bobby

FGD Kawal Suara Rakyat Jakarta: Politik Dinasti untuk Siapa?

4 Cabang IPM Kota Medan Minta Pembekuan PW IPM Sumut dan PD IPM Medan

Ketua Lazismu Medan Tampil Jadi Pemateri pada Diklat LAZ Al Washliyah Sumut

Pendaftaran Program Magister Manajemen UM Bandung Resmi Dibuka

Ia mengingatkan peserta pada salah satu ayat yang menjadi inspirasi penting KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah, yakni QS Ali Imran ayat 104: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat itu terasa semakin hidup ketika dilantunkan oleh Nida’ul Aufa Alfarisi Manurung, Qari’ah Cilik Muhammadiyah, siswi kelas VII MTs Muhammadiyah-13 Tanjung Morawa.

Ia bukan sekadar membuka acara dengan bacaan Al-Qur’an. Ia adalah Juara I Tilawah Anak-Anak Putri MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026.

Suara seorang anak membaca ayat tentang tugas dakwah. Sementara di hadapannya, puluhan kader dewasa sedang belajar bagaimana tugas itu dijalankan.

Ada semacam pesan yang tersirat: dakwah bukan hanya untuk hari ini. Ia adalah amanah yang harus diwariskan.

—

Wakil Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Ali Imran Sinaga, M.Ag., dalam sambutannya memberikan penekanan lain.

Menurutnya, PKMM merupakan ikhtiar membentuk kader muballigh yang dapat menjadi “humas” dakwah agama Allah SWT sekaligus penyambung lisan Rasulullah SAW.

Muballigh, dengan demikian, bukan sekadar orang yang pandai berbicara. Ia membawa pesan. Ia membawa keteladanan. Ia membawa tanggung jawab moral. Dan karena itulah, kemampuan berdakwah tidak cukup hanya dengan menguasai materi keagamaan.

 

Tidak Cukup Cuma Pandai Ceramah

Selama dua hari, peserta tidak hanya duduk mendengarkan ceramah.

Sebanyak 12 materi dijejalkan ke dalam agenda yang cukup padat. Mulai dari Mengenal KMM dan Strategi Pembentukan KMM di Cabang, Sosialisasi Ketentuan Majelis Tabligh dan Bimtek Aplikasi SITAMA, Dakwah Kultural, Manajemen Masjid dan Mushalla, Public Speaking for Dakwah, Kepribadian dan Kode Etik Muballigh, Tahsin Al-Qur’an, Media Dakwah Digital, Tata Cara Khutbah, Praktik Dakwah, Menyusun Peta Dakwah, hingga Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Lima narasumber dari PWM dan Majelis Tabligh PWM Sumatera Utara hadir memberikan penguatan. Mereka adalah Prof. Dr. H. Ali Imran Sinaga, M.Ag.; Dr. Sapri, S.Ag., M.A.; Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A.; Assoc. Prof. Dr. Munawir Pasaribu, S.Pd., M.Pd.; dan Muhammad Junaidi, S.Pd., M.Pd.

Materi berlangsung serius, tetapi tidak kaku.

Peserta juga dibersamai tim instruktur yang terdiri dari Drs. Bahrin Manik, M.Pd. sebagai MOT, Bambang Sutejo, S.Ag. sebagai SOT, Agus Salim, M.Pd. dan Laila Sari, S.Psi., M.Pd. sebagai IOT, serta Jamrul Wahid, S.Pd. dan Yuni Humaira, Lc. sebagai WIT. Tim instruktur juga diperkuat Ratnawati, Sri Rahayu, S.Ag., Fauzan Azima, dan Helvinawati, S.Pd.I., S.Pd.

Moderator yang komunikatif membuat diskusi mengalir. Peserta tidak sekadar menjadi pendengar. Mereka bertanya, berdiskusi, berlatih, bahkan diuji untuk menyampaikan gagasan dan praktik dakwah.

Karena tantangan muballigh hari ini memang tidak lagi hanya soal bagaimana menguasai mimbar.

Muballigh juga berhadapan dengan kamera telepon seluler.

Berhadapan dengan algoritma media sosial.

Berhadapan dengan generasi yang memperoleh pengetahuan agama dari TikTok, YouTube, Instagram, dan berbagai platform digital.

Maka seorang muballigh dituntut mampu berbicara kepada jamaah di masjid sekaligus memahami bahasa generasi digital.

Dakwah harus mampu hadir di mimbar, tetapi juga tidak boleh absen dari ruang digital.

—

Serius, Tetapi Tidak Tegang

Ada satu hal menarik dari PKMM ini: keseriusan tidak harus berarti ketegangan.

Di antara materi yang padat, peserta disuguhi coffee break, makan bersama, ice breaking, senam pagi, outbond, permainan, hingga sesi foto dan video.

Tawa beberapa kali pecah. Peserta yang sebelumnya mungkin belum saling mengenal mulai bercanda.
Yang semula duduk dengan kelompok masing-masing mulai bercampur.

Batas usia menjadi semakin tipis. Yang muda berbaur dengan yang senior. Yang sudah lama aktif berdakwah bertemu dengan mereka yang baru memulai.

Di sinilah kaderisasi menemukan wajah lainnya: persaudaraan. Sebab dakwah bukan pekerjaan individual. Ia membutuhkan jaringan manusia yang saling menguatkan.

—

Bahkan Tahajud Pun Menjadi Ruang Belajar

Yang menarik, kaderisasi tidak berhenti ketika materi selesai.

Setiap waktu shalat wajib hingga tahajud ditata dengan petugas masing-masing.

Ada muazin. Ada imam. Ada moderator. Ada kultum. Dan ada evaluasi.

Evaluasinya kadang menggigit. Tetapi tetap santun dan membangun.

Muazin dengan suara merdu. Imam yang tampil percaya diri. Moderator yang sesekali membuat jamaah tersenyum. Hingga kultum yang menyelipkan hikmah di antara padatnya kegiatan.

Ruang ibadah pun berubah menjadi ruang pembelajaran.

Peserta belajar bahwa menjadi muballigh bukan hanya soal berbicara tentang Islam, tetapi bagaimana memperlihatkan Islam melalui sikap, kedisiplinan, kepedulian, dan keteladanan.

Panitia di Balik Layar

Di tengah semua keseruan itu, ada orang-orang yang bekerja lebih banyak daripada yang terlihat.

Mereka adalah panitia dan tim instruktur.

Sejak jauh sebelum peserta datang, mereka telah berhadapan dengan proposal, telepon, pencarian lokasi, konsumsi, perlengkapan, jadwal, peserta, narasumber, transportasi, hingga persoalan dana.

Dan mungkin bagian paling melelahkan adalah menerima kenyataan bahwa jadwal yang sudah dirancang harus kembali berubah. Sekali. Dua kali. Bahkan berkali-kali.

Tetapi tidak ada kata menyerah.

Majelis Tabligh PDM Deli Serdang di bawah kepemimpinan Askur Amin, Lc., M.A., bersama Sekretaris Asrizal Tanjung, S.Sy., dan Bendahara Sri Rahayu, S.Ag., terus menggerakkan jajaran bidang yang ada.

Mulai Bidang Tabligh yang diketuai Bambang Sutejo, S.Ag., Bidang Tabligh dan Dakwah yang diketuai H. Muhammad Amaluddin, M.A., Bidang Kaderisasi Muballigh yang diketuai Ahmad Fikri Piliang, S.Pd.I., hingga Bidang Publikasi dan Digital yang diketuai Fauzan Azima.

Di lapangan, kerja tersebut kemudian diterjemahkan oleh panitia, instruktur dan berbagai unsur pendukung.

Mereka bekerja serius, tetapi tetap membawa suasana cair.

Ada canda. Ada tawa. Ada kelelahan. Ada keluhan. Tetapi ada pula kepuasan ketika melihat peserta akhirnya berkumpul dalam satu ruangan.

Mungkin di situlah letak romantisme kecil dari sebuah gerakan: bekerja di belakang layar agar orang lain bisa mendapatkan cahaya di depan.

—

Ketika Keterbatasan Menjadi Pelajaran

PKMM 2026 juga tidak berlangsung tanpa tantangan.

Panitia harus mengakui bahwa dukungan pendanaan menjadi salah satu persoalan utama yang membuat kegiatan beberapa kali tertunda.

Tetapi justru di sanalah terdapat pelajaran penting. Gerakan dakwah tidak selalu tumbuh dari fasilitas yang sempurna.

Kadang ia tumbuh dari kegigihan orang-orang yang bersedia mengetuk pintu demi pintu. Mencari dukungan, mencari tempat, mengatur ulang jadwal, meyakinkan peserta, dan terus percaya bahwa program yang baik harus diperjuangkan sampai menemukan jalan.

Pada akhirnya, BPMP Provinsi Sumatera Utara menjadi tempat berlangsungnya kegiatan.

Ruangan yang representatif menjadi saksi bagaimana 53 kader dari berbagai unsur Muhammadiyah Deli Serdang ditempa bersama.

—

Dari Pelatihan Menuju Gerakan

PKMM kemudian diarahkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari satu malam.

Ada satu materi penting yang menjadi penutup proses pembelajaran: Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Ini penting. Sebab pelatihan yang hanya menghasilkan sertifikat akan mudah berakhir sebagai tumpukan dokumen.

Tetapi pelatihan yang menghasilkan gerakan akan meninggalkan jejak.

Para peserta diharapkan kembali ke cabang dan organisasi masing-masing dengan membawa gagasan, keterampilan, jaringan, dan semangat baru untuk menghidupkan dakwah.

Mereka diharapkan mampu membaca kebutuhan masyarakat, menyusun peta dakwah, mengembangkan kegiatan masjid, memperkuat dakwah kultural, menguasai komunikasi publik, dan memanfaatkan media digital.

Dengan kata lain, PKMM sedang mencoba menggeser paradigma: muballigh bukan hanya pengisi jadwal ceramah, tetapi penggerak perubahan sosial.

 

53 Orang dan Sebuah Harapan

Dari 64 nama yang direncanakan, 53 orang akhirnya hadir.

Mereka mungkin datang dengan kemampuan yang berbeda. Pengalaman yang berbeda. Usia yang berbeda. Latar belakang yang berbeda.

Tetapi selama dua hari satu malam mereka berada dalam satu ruang, belajar tentang satu hal yang sama: bagaimana menjadi kader dakwah Muhammadiyah.

Pada Ahad, 30 Agustus 2026 sore selepas Ashar, rangkaian PKMM  resmi ditutup.

Peserta terbaik diumumkan berdasarkan kriteria yang telah dinilai secara ketat oleh tim instruktur. Sertifikat dan hadiah disiapkan sebagai bentuk apresiasi.

Tetapi sesungguhnya, penghargaan terbesar bukanlah sertifikat. Bukan pula hadiah. Melainkan ketika setelah kembali ke cabang masing-masing, seorang peserta benar-benar berdiri di hadapan jamaah dengan pengetahuan yang lebih baik.

Ketika sebuah masjid kembali hidup. Ketika anak muda mulai tertarik datang ke masjid.

Ketika dakwah hadir di ruang digital dengan wajah yang teduh dan mencerdaskan.

Ketika perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh.

Dan ketika umat merasa bahwa agama bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan cahaya yang menuntun kehidupan.

Di situlah keberhasilan PKMM sesungguhnya akan diuji. Sebab muballigh yang baik bukan hanya yang mampu membuat jamaah terdiam mendengarkan ceramahnya, tetapi yang mampu membuat jamaah bergerak melakukan kebaikan.

Perjalanan PKMM 2026 memang dimulai dengan berbagai penundaan. Tetapi mungkin justru itulah metafora yang paling jujur tentang dakwah:
jalan menuju kebaikan tidak selalu mudah, tetapi selama niat tidak padam, selalu ada jalan untuk sampai.

Dan dari Deli Serdang, 53 kader itu membawa pulang satu pesan yang sama: Muballigh/ah Muhammadiyah yang Mencerahkan, Menggerakkan, Merekatkan dan Menggembirakan.

Semoga Allah SWT merahmati, membimbing, dan meridhoi setiap ikhtiar dakwah ini. (*)

 

✍️ Fakhruddin AR Manurung

 

Tags: Dakwah MuhammadiyahMuhammadiyah Deli SerdangPDM Deli SerdangPKMM PDM Deli Serdang
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Penguatan Peran Dakwah Muhammadiyah: Now for Climate
Muhammadiyah

Penguatan Peran Dakwah Muhammadiyah: Now for Climate

by Mujaddid
7 Juni 2026
23
Dari Nias hingga Langkat: Dakwah itu Perjalanan Keikhlasan
Daerah

Dari Nias hingga Langkat: Dakwah itu Perjalanan Keikhlasan

by Mujaddid
17 Mei 2026
48
Silaturahmi: Ngopi Santai, Membaca Arah Dakwah Muhammadiyah dari Warung Kopi
Islam

Silaturahmi: Ngopi Santai, Membaca Arah Dakwah Muhammadiyah dari Warung Kopi

by Mujaddid
22 Maret 2026
30
Daerah

Kader Dukung Kader, Relawan Bergerak 1912 Deli Serdang Siap Menangkan AYS~BSA

by Mujaddid
17 September 2024
398
Dosen UMSU Jalankan Dakwah Muhammadiyah ke Australia dan Selandia Baru
Internasional

Dosen UMSU Jalankan Dakwah Muhammadiyah ke Australia dan Selandia Baru

by Mujaddid
11 Juli 2024
68
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya

by Mujaddid
20 Mei 2024
116
Program Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan di Sekolah Muhammadiyah Deli Serdang Masuk ke Tahap Orientasi Kader
Daerah

Program Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan di Sekolah Muhammadiyah Deli Serdang Masuk ke Tahap Orientasi Kader

by Mujaddid
2 November 2023
126
Pegiat Dakwah Muhammadiyah di Media Sosial Membutuhkan Strategi
Muhammadiyah

Pegiat Dakwah Muhammadiyah di Media Sosial Membutuhkan Strategi

by Mujaddid
20 Oktober 2023
74
Ir Hendrik Gusman Kembali Nakhodai Muhammadiyah Lubuk Pakam
'Aisyiyah

Ir Hendrik Gusman Kembali Nakhodai Muhammadiyah Lubuk Pakam

by Mujaddid
2 Oktober 2023
138
Muscab ke-13 Muhammadyah dan ‘Aisyiyah Lubuk Pakam Berlangsung Khidmat dan Meriah
'Aisyiyah

Muscab ke-13 Muhammadyah dan ‘Aisyiyah Lubuk Pakam Berlangsung Khidmat dan Meriah

by Mujaddid
1 Oktober 2023
128

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.