Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Pagi ini saya menerima surat dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara tentang pelaksanaan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) yang akan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Masjid Taqwa Muhammadiyah Kampung Dadap, Kota Medan.
Sebelum surat itu kami tindak lanjuti, sempat terjadi dialog yang hangat antara saya dengan Adinda Dr. Partaonan Harahap, Sekretaris LPCR-PM PWM Sumatera Utara, berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut agar tetap disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing daerah. Dialog itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan, saling memahami, dan saling menguatkan. Inilah tradisi yang indah di Muhammadiyah, ketika setiap persoalan dibicarakan dengan semangat musyawarah, semangat berkemajuan, dan sebagai sesama kader Persyarikatan yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan dakwah dan memakmurkan masjid. Setelah itu, setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah diminta mengirimkan tiga orang marbot atau calon marbot terbaik untuk mengikuti akademi tersebut.
Masjid Taqwa Muhammadiyah Kampung Dadap sendiri merupakan salah satu masjid yang sangat representatif di Kota Medan. Selain memiliki fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan berbagai kegiatan, masjid ini juga menyimpan nilai sejarah yang penting dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di Kota Medan.
Saya sendiri memiliki kenangan tersendiri dengan masjid ini. Ketika masih menjadi aktivis muda Muhammadiyah, saat bangunan masjid ini belum sebesar dan semegah sekarang, kami cukup sering mengadakan berbagai kegiatan di sana. Tidak jarang pula masjid ini menjadi tempat kami singgah untuk menunaikan salat, beristirahat sejenak, atau sekadar berdiskusi tentang berbagai agenda dakwah Persyarikatan. Kini, melihat masjid tersebut berkembang menjadi begitu megah dan representatif menghadirkan rasa syukur sekaligus keyakinan bahwa amal-amal yang dibangun dengan keikhlasan akan terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
Bagi sebagian orang, marbot mungkin hanya dipandang sebagai sosok yang membuka dan menutup pintu masjid, membersihkan lantai, menyalakan lampu, atau mengumandangkan azan. Padahal sesungguhnya peran marbot jauh lebih besar dari itu. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari memastikan rumah Allah tetap hidup, bersih, nyaman, dan siap melayani jamaah.
Masjid yang makmur tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau banyaknya jamaah, tetapi juga oleh orang-orang yang dengan ikhlas mengurusnya. Marbot menjadi wajah pertama yang ditemui jamaah. Senyum, keramahan, kebersihan, dan ketertiban masjid sering kali lahir dari tangan-tangan mereka yang bekerja tanpa banyak sorotan.
Pelayanan, keramahan, dan senyuman seorang marbot tentu akan berpengaruh kepada jamaah masjid. Jamaah yang datang akan merasa disambut, dihargai, dan nyaman beribadah. Sebaliknya, sikap yang kurang ramah dapat membuat orang enggan untuk kembali. Karena itu, menjadi marbot bukan hanya tentang mengurus bangunan masjid, tetapi juga menghadirkan suasana yang teduh, bersahabat, dan penuh keteladanan. Senyum yang tulus, sapaan yang hangat, serta kesigapan dalam melayani jamaah merupakan bagian dari dakwah yang sering kali lebih membekas daripada kata-kata.
Karena itu, inisiatif LPCR-PM PWM Sumatera Utara menyelenggarakan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya membangun fisik masjid, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Penguatan kompetensi, profesionalisme, dan kapasitas marbot merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan dakwah.
Kegiatan ini juga tentu sangat bermanfaat bagi kelangsungan pengelolaan masjid sebagai ujung tombak Persyarikatan Muhammadiyah. Marbot memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kemakmuran masjid. Dari tangan merekalah kebersihan, kenyamanan, ketertiban, pelayanan kepada jamaah, hingga keberlangsungan berbagai aktivitas ibadah dan dakwah dapat terjaga dengan baik. Masjid yang hidup tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dibangun oleh orang-orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
Tentu saja kegiatan ini kami sambut dengan sangat baik. Insya Allah kami akan menghadirkan peserta terbaik untuk mengikuti Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) ini. Harapannya, mereka dapat membawa pulang ilmu, pengalaman, dan semangat baru yang kemudian diterapkan dalam memakmurkan masjid di daerah masing-masing. Bahkan, jika Allah mengizinkan dan tidak ada halangan, saya juga berharap dapat hadir untuk meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, kehadiran itu juga menjadi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan marbot-marbot yang profesional, berakhlak mulia, dan memiliki semangat melayani jamaah.
Selama ini Muhammadiyah dikenal memiliki ribuan masjid, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha lainnya. Namun seluruh amal usaha itu hanya akan terus berkembang apabila ditopang oleh manusia-manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan semangat melayani. Akademi Marbot menjadi bagian dari ikhtiar besar tersebut.
Menjadi marbot bukanlah pekerjaan yang rendah. Justru di sanalah tersimpan kemuliaan. Membersihkan rumah Allah, mempersiapkan tempat ibadah, melayani tamu-tamu Allah, menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, serta memastikan masjid tetap hidup dengan berbagai aktivitas keagamaan merupakan amal yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa marbot adalah salah satu penjaga denyut kehidupan masjid.
Di tengah perubahan zaman, marbot juga dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas. Selain memahami tata kelola masjid, mereka perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu melayani berbagai kalangan jamaah, memahami penggunaan teknologi sederhana dalam administrasi masjid, serta menjadi teladan dalam akhlak dan kedisiplinan.
Harapan kita, Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) tidak hanya melahirkan marbot yang terampil, tetapi juga kader-kader dakwah yang menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan keluarga, pemberdayaan ekonomi umat, dan penyemaian nilai-nilai Islam Berkemajuan. Semoga melalui kegiatan ini semakin tumbuh semangat berkemajuan yang mencerahkan di lingkungan masjid-masjid Muhammadiyah, termasuk di kalangan para marbot. Sebab marbot bukan hanya penjaga kebersihan dan ketertiban masjid, tetapi juga bagian penting dari wajah dakwah Persyarikatan yang menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta.
Pada akhirnya, kemajuan sebuah masjid tidak hanya diukur dari tinggi menaranya atau indah arsitekturnya. Kemajuan masjid justru tampak dari hidupnya aktivitas ibadah, ramainya kajian ilmu, hangatnya pelayanan kepada jamaah, serta hadirnya orang-orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan pujian.
*Semoga Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) menjadi langkah penting dalam melahirkan marbot-marbot yang amanah, profesional, ramah, dan berjiwa melayani. Semoga pula kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat Islam Berkemajuan yang mencerahkan di setiap masjid Muhammadiyah, termasuk di kalangan para marbot sebagai garda terdepan pelayanan jamaah. Sebab dari masjid yang terkelola dengan baik akan lahir masyarakat yang berakhlak mulia, dan dari masyarakat yang berakhlak mulia akan tumbuh peradaban yang tercerahkan. Itulah salah satu jalan dakwah Muhammadiyah, memakmurkan masjid untuk memakmurkan umat.
Lebih dari itu, kegiatan ini tentu dapat menjadi bagian dari semarak dan gebyar menyongsong Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara.
Semoga setiap langkah yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari ikhtiar besar menyukseskan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, sehingga Sumatera Utara benar-benar menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga meninggalkan warisan semangat berkemajuan yang mencerahkan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

















