TAJDID.ID~Medan || Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto, M.Ag. menghadiri langsung pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kepada Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah (STIKes Indah) Medan yang belum lama ini resmi bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
Saat memberikan sambutan, Agung Danarto menyampaikan selamat datang kepada sivitas akademika STIKes Indah Medan. “Selamat datang kepada mualaf Muhammadiyah, baik yang mualaf nya asli Muhammadiyah maupun yang Krismuha,” ungkap Dr. Agung Danarto pada pembukaan acara yang dilaksanakan di Kampus STIKes Indah Medan di Jalan Saudara Ujung, Medan, Jumat, (21/8).
Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sivitas akademika STIKes indah Medan terasa istimewa karena dihadiri hampir seluruh pimpinan universitas , BPH UMSU, PWM dan PP Muhammadiyah. Hal ini tentu menambah semangat untuk lebih memahami tujuan gerakan dan amal saha Muhammadiyah.
Menurut Dr. Agung Danarto, Muhammadiyah sangat terbuka bagi semua orang tanpa membedakan asal usul agama dan budaya. Semua disambut dengan tangan terbuka dan diperlakukan sama untuk bekerja sama memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Welcome to Muhammadiyah mari sama-sama kita membangun peradaban untuk memajukan masyarakat dan bangsa,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dr. Agung menjelaskan sejarah dan kiprah Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan lewat pemutaran video narasi. Dalam video itu divisualisasikan bahwa Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan di Yogya pada 1912. Mengapa Muhammadiyah berdiri, padahal dalam catatan sejarah, Islam di Indonesia sudah menyebar abad 11. Artinya sebelum ada Muhammadiyah Islam sudah merata tersebar ke hampir seluruh nusantara, bahkan sudah ada kerajaan Islam.
“Mengapa Muhammadiyah berdiri? Sebabnya banyak umat Islam menjalankan agama tidak sesuai dengan yang semestinya karena tercampur, termasuk ritual ibadahnya banyak yang terdapat ritual tradisi,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada dasarnya karena realitas umat Islam Indonesia saat itu sangat tertinggal, bodoh dan terjajah dimana-mana. Sementara
Dikatakannya, menurut pandangan KH Ahmad Dahlan, ajaran Islam punya semangat yang tinggi mendorong umatnya untuk maju, bukan agama untuk kepasrahan saja atau hanya untuk ketenangan pribadi.
“Kata kunci sebenarnya, Muhammadiyah berdiri untuk membangun peradaban yang unggul, tanpa disibukkan dengan konflik karena energinya dikumpulkan untuk membangun bangsa yang maju. Berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk kebaikan, mencarikan jalan sistem dan tradisi untuk memdorong setiap orang berkompetisi memberikan yang terbaik, “ujarnya.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. M. Nurul Yamin, M.Si, Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Ketua PW Muhammadiyah Sumut, Prof.Dr.H Hasyimsyah Nasution, MA, Ketua BPH, Prof. Dr. Agussani, MAP, Drs.Mutholib, MM, Drs. H Dalail Ahmad, MA para wakil rektor dan pimpinan serta dosen STIKes Indah Medan.(*)

















