No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

19 Agustus 2026
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

 

Oleh: M. RIsfan Sihaloho

 

Setiap pertengahan Agustus, layar kaca dan sudut-sudut jalanan mendadak merah membara. Baliho raksasa dipasang, lomba balap karung digelar, dan jargon-jargon patriotik digelorakan dengan pengeras suara berdaya tinggi. Kita disuguhi narasi romantisme bahwa kita adalah bangsa yang merdeka, berdaulat, dan hebat.

Namun, ketika sirine upacara usai dan sisa-sisa confetti dibersihkan, sebuah pertanyaan radikal yang pernah dilempar tokoh revolusioner Tan Malaka kembali bergema dan menampar wajah kita: Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Atau jangan-jangan, kita baru merdeka secara seremonial?

Tan Malaka, sosok kritis yang idenya kerap membuat merinding penguasa di zamannya, pernah mencetuskan gagasan tebal nan menantang: Merdeka 100%.

Bagi Tan Malaka, kemerdekaan formal yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 barulah pintu gerbang. Sayangnya, pintu itu sering kali hanya meloloskan segelintir elite, oligarki, dan kaum intelektual salon ke kursi kekuasaan, sementara rakyat banyak ditinggal di pelataran—menjadi penonton setia pesta yang mereka bayar dengan keringat dan pajak.

Jika kita menggunakan kacamata Tan Malaka untuk membedah kondisi bangsa hari ini, ukuran merdeka itu sangat jelas dan tanpa kompromi:

◾Kedaulatan Politik: Bebas dari dikte asing, tapi juga bebas dari pembungkaman internal. Politik yang benar-benar mewakili suara rakyat, bukan sekadar kompromi meja makan antar-elite.

BACA JUGA

Rayakan Milad ke~67, UMSU Raih Rekor MURI Orasi Ilmiah Dosen Terbanyak

PWI Aceh Mendaftar sebagai Calon Tuan Rumah Porwanas 2025

Pemberdayaan Dhu’afa dari Teologi Surat al-Ma’un

KPK Berharap Tidak Jadi Sasaran Hacker Bjorka

Tragedi Kanjuruhan, Kredibilitas Polri Kembali Diuji

Hebat! 5 Tim Robotik dan Perkapalan FT UMSU Lolos Seleksi Proposal Nasional Dikti 2026

◾Kemandirian Ekonomi: Kekayaan alam dan alat produksi dikuasai untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan diserahkan ke korporasi transnasional atau dikuasai oligarki domestik bernapas kapitalis.

◾Kebebasan Hakiki (Ke Dalam dan Ke Luar): Bebas dari ikatan perjanjian luar negeri yang mencekik, sekaligus bebas dari ketidakadilan, korupsi, dan kesewenang-wenangan hukum di dalam negeri.

BACA JUGA: Makna Imanensi Kemerdekaan

Bagi mereka yang mapan di dalam sistem, gagasan “Merdeka 100%” ala Tan Malaka mungkin dianggap utopis, ekstrem, atau bahkan memprovokasi stabilitas. Namun, bagi rakyat biasa yang saban hari berhadapan dengan harga beras yang mencekik, hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, serta ruang hidup yang terancam digusur atas nama “investasi”, gagasan ini bukanlah utopia. Ini adalah alat ukur—sebuah kompas moral untuk mengevaluasi derajat kemerdekaan kita yang sesungguhnya.

Kini, Indonesia telah memanjat usia puluhan tahun sejak proklamasi disuarakan. Namun, penjajahan tidak pernah benar-benar lenyap; ia hanya berganti baju. Jika dahulu penjajah memakai topi pit dan memegang senapan, hari ini “penjajah” hadir dalam bentuk korupsi sistemik, ketergantungan ekonomi pada oligarki global, ketimpangan sosial yang makin menganga, serta pembatasan kebebasan berpendapat. Kita telah mengganti tuan asing dengan tuan lokal, tetapi rantai di kaki rakyat sebagian besar masih ada.

Sudah saatnya kita keluar dari jebakan romantisme dan jargonisme patriotik yang menidurkan. Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni naik bendera atau sekadar hapalan teks Pancasila di pagi hari. Kemerdekaan harus ditagih dalam bentuk nyata: ruang hidup yang aman, perut yang terisi, pendidikan yang membebaskan, dan hukum yang adil bagi siapa saja.

Jangan tanya pemerintah berapa persen kemerdekaan yang sudah kita capai, sebab bagi mereka angka di atas kertas selalu tampak sempurna. Tanyakan pada diri kita sendiri: dari kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, hingga kebebasan dari rasa takut—sudah berapa persen kemerdekaan yang benar-benar kamu rasakan hari ini? (*)

Tags: HUT RI 81Merdeka 100 PersenTan Malaka
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Upacara HUT ke-81 RI di Malaysia Diikuti Hampir 1.000 WNI, Wakil Dubes RI Serukan Cinta Tanah Air Tanpa Syarat
'Aisyiyah

Upacara HUT ke-81 RI di Malaysia Diikuti Hampir 1.000 WNI, Wakil Dubes RI Serukan Cinta Tanah Air Tanpa Syarat

by Mujaddid
24 Agustus 2026
19
Tapak Suci untuk Kemerdekaan Pikiran dari Penjajahan Irasionalitas
Muhammadiyah

Tapak Suci untuk Kemerdekaan Pikiran dari Penjajahan Irasionalitas

by Mujaddid
21 Agustus 2026
32
Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

by Mujaddid
17 Agustus 2026
31
Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan
Daerah

Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan

by Mujaddid
16 Agustus 2026
36
Semarak HUT RI ke-81, UMSU Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Rektor 2026
Daerah

Semarak HUT RI ke-81, UMSU Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Rektor 2026

by Mujaddid
16 Agustus 2026
17
Lembaga Dakwah Komunitas Wilayah Muhammadiyah Jatim Gelar Dialog Kebangsaan Perkuat NKRI
Daerah

Lembaga Dakwah Komunitas Wilayah Muhammadiyah Jatim Gelar Dialog Kebangsaan Perkuat NKRI

by Mujaddid
7 Agustus 2026
13

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.