TAJDID.ID~Madiun 🔳 Penyelenggaraan DowerRun yang digagas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT atau UM Jatim), sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), mencatat sejarah baru sebagai event fun run pertama yang diselenggarakan di wilayah Kota Madiun bagian selatan. Kesuksesan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Madiun, Poedjo Soeprantio, yang menilai kegiatan ini menjadi terobosan dalam pemerataan penyelenggaraan olahraga lari di Kota Madiun.
Poedjo Soeprantio mengatakan, selama ini berbagai event lari di Kota Madiun lebih banyak dipusatkan di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Stadion Wilis, maupun wilayah Kota Madiun bagian utara. Hadirnya DowerRun di kawasan selatan menjadi warna baru sekaligus membuka peluang berkembangnya budaya olahraga lari di wilayah yang selama ini belum pernah menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan serupa.
“Kami mengapresiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mampu menghadirkan event lari pertama di kawasan selatan Kota Madiun. Ini menunjukkan bahwa potensi penyelenggaraan olahraga tidak hanya berada di pusat kota, tetapi juga dapat berkembang di wilayah lain dengan antusiasme masyarakat yang sangat baik,” ujar Poedjo Soeprantio.
Menurutnya, keberhasilan DowerRun menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan kegiatan olahraga yang tertata, aman, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu memperluas pemerataan event olahraga sekaligus melahirkan bibit-bibit pelari baru di Kota Madiun.
Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur, Latutik Mukhlisin, M.I.Kom, menyampaikan bahwa DowerRun merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam merancang, mengelola, hingga mengevaluasi sebuah kegiatan berskala publik.
“Kami bersyukur kegiatan berlangsung lancar dan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Apresiasi dari Ketua PASI Kota Madiun menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Panitia DowerRun, Muhammad Syaifudin, mengatakan keberhasilan kegiatan merupakan hasil kolaborasi seluruh panitia, dosen, sponsor, relawan, dan berbagai mitra yang telah mendukung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Dengan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, Dower Run tidak hanya menjadi ajang olahraga dan kampanye gaya hidup sehat, tetapi juga menandai lahirnya ruang baru penyelenggaraan event lari di Kota Madiun.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas, institusi pendidikan, maupun organisasi olahraga untuk terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai wilayah Kota Madiun. (LM)






