No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Nasional

Perang Geng Berjubah Hukum

by Mujaddid
11 Juli 2026
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
20
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Selama bertahun-tahun, rakyat Indonesia disuguhi tontonan teatrikal yang membosankan dari para Aparat Penegak Hukum (APH). Skenarionya selalu sama: ketika ada oknum di kepolisian, kejaksaan, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terendus mengutil uang rakyat, institusi mereka akan langsung pasang badan. Semboyan terselubungnya jelas:

“Lu jaga borok gue, gue jaga borok lu.”

Sebuah kesepakatan jahat yang rapi, dibungkus rapi dengan dalih “menjaga marwah institusi.”

Rakyat? Ah, kita hanya penonton bayaran di kelas festival yang cuma bisa mengelus dada. Kecewa, marah, tapi sadar diri bahwa kita tak berdaya melawan tembok raksasa bernama impunitas institusional negara.

Namun, roda nasib tampaknya sedang bosan melihat kemapanan para koruptor. Tuhan—atau semesta, atau apa pun sebutannya—sepertinya punya selera humor yang sarkas. Hari ini, tembok kokoh bernama “solidaritas antar-institusi” itu runtuh bukan karena hantaman demonstrasi mahasiswa atau amuk massa, melainkan karena keserakahan mereka sendiri.

BACA JUGA 🔎 Komedi Hitam Penegakan Hukum

Mereka yang dulunya saling peluk, saling bisik, dan saling melindungi, kini mendadak amnesia pada sumpah setia mereka. Mereka mulai saling bongkar borok, saling cakar, dan saling menelanjangi di depan publik. Sebuah tontonan yang benar-benar menggelikan, sekaligus menjijikkan.

Mengapa para “penjaga hukum” ini mendadak berubah menjadi sekumpulan tikus kelaparan yang saling gigit di dalam karung?

1. Hukum Alam “Sinking Ship”: Selamatkan Diri Masing-Masing!

Ketika kapal mulai bocor dan air laut sudah sebatas leher, tidak ada lagi waktu untuk memikirkan kapten atau nakhoda. Semboyan Korsa yang diagung-agungkan langsung menguap digantikan oleh insting paling primitif manusia: bertahan hidup. Berbagi jarahan itu mudah saat situasi aman, tetapi berbagi sel tahanan? Nanti dulu. Menyeret kawan untuk dijadikan tumbal agar diri sendiri mendapat keringanan hukuman adalah strategi paling logis di kepala mereka saat ini.

2. Kue Jarahan yang Semakin Menyusut

Korupsi di negeri ini sudah sangat sistemik, namun sumber daya yang bisa dikorupsi tidaklah tak terbatas. Ketika “kue” jarahan semakin mengecil sementara nafsu gaya hidup hedonistik para pejabatnya semakin membesar, gesekan antar-kelompok tak bisa dihindari. Saling cakar ini bukan karena mereka tiba-tiba mendapat hidayah atau mendadak cinta tanah air, melainkan karena berebut lapak dan mengamankan jalur logistik haram masing-masing.

3. Rusaknya “Peta Damai” dan Konflik Kepentingan Politis

Institusi penegak hukum kita sudah lama ditarik-ulur oleh kepentingan politik praktis. Ketika konstelasi politik di atas berubah, peta kedamaian di bawah pun ikut berantakan. Saling bongkar borok ini sering kali merupakan pesanan dari aktor intelektual yang sedang bertarung di panggung kekuasaan. Sialnya bagi para APH korup ini, mereka hanyalah pion yang siap dikorbankan kapan saja ketika masa pakainya habis.

Melihat fenomena saling cakar ini, kita tidak perlu buru-buru senang, bersyukur dan menganggap hukum sedang ditegakkan. Jangan naif. Ini bukan law enforcement, ini adalah gang war—perang antar-geng yang kebetulan memakai seragam dinas.

Namun, setidaknya dari balik kejijikan ini, ada hiburan gratis bagi rakyat. Kita dipamerkan isi perut dari institusi yang katanya “suci” dan “profesional” itu. Kita melihat bagaimana topeng-topeng kehormatan itu copot satu per satu, menampilkan wajah asli para pemburu rente yang ketakutan.

Silakan lanjutkan saling cakarnya, bapak-bapak yang terhormat. Bongkar terus sampai akar-akarnya. Habisi satu sama lain hingga tak ada lagi yang tersisa. Rakyat sudah menyiapkan popcorn untuk menonton babak akhir dari komedi hitam ini: melihat kalian semua, tanpa terkecuali, sama-sama jadi tersangka dan berakhir di tempat yang sama: liang lahat keadilan. (*)

Tags: APHjaksaJampudsuskorupsiPolri

Related Posts

Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain
Nasional

Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain

24 Juli 2026
20
Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung
Nasional

Pakar Kritisi Pidato Klarifikasi Jampidsus: Hukum Membaca Bukti, Bukan Orasi!

10 Juli 2026
27
Komedi Hitam Penegakan Hukum
Nasional

Komedi Hitam Penegakan Hukum

18 Juli 2026
43
Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan
Muhammadiyah

Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan

7 Juli 2026
16
Begal Jalanan
Daerah

Begal Jalanan

15 Juni 2026
22
Dosen Hukum Pidana: Tragedi Daycare Yogya adalah Penyiksaan Terencana, Bukan Sekadar Kelalaian
Nasional

Mengapa Koruptor Baru Terus Lahir Pasca-OTT? Ini Analisis Pakar Hukum Pidana

8 Juni 2026
78

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.