No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
in Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
35
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Dosen FISIP UMSU, Ketua LHKP PWM Sumut

 

​Langkah koalisi masyarakat sipil membentuk kabinet tandingan adalah tamparan keras bagi partai politik.

Ketika parlemen melacurkan fungsi pengawasan demi jatah kekuasaan, publik dipaksa menciptakan ‘parlemen tandingan’ mereka sendiri.

​Demokrasi Indonesia hari-hari ini sedang merayakan kesunyiannya yang paling absolut.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ruang sidang di Senayan tak lagi riuh oleh perdebatan substantif. Yang tersisa hanyalah paduan suara persetujuan.

Sahut-menyahut ketukan palu sidang menjadi penanda betapa mulusnya syahwat regulasi eksekutif melenggang tanpa interupsi.

Berbondong-bondongnya partai politik—termasuk mereka yang dulu berdarah-darah di garis rivalitas—masuk ke dalam dekapan hangat Kabinet Merah Putih telah sukses membuat fungsi checks and balances mati suri.

​Di tengah lanskap politik yang gersang dan mengalami “obesitas koalisi” itulah, sebuah anomali lahir.

Sabtu, 18 Juli lalu, koalisi masyarakat sipil mengambil langkah ekstrem: mendeklarasikan “Kabinet Bayangan”.

Dipimpin oleh figur-figur jernih seperti Feri Amsari, Bivitri Susanti, hingga Zainal Arifin Mochtar, mereka menyeleksi 15 nama teknokrat muda, akademisi, dan aktivis untuk menempati pos kementerian tandingan.

Strateginya berani: man-to-man marking. Satu menteri bayangan akan memelototi, menguliti, dan menandingi setiap kebijakan dari satu menteri resmi.

​Langkah ini jelas sebuah inovasi, sekaligus keputusasaan yang dilembagakan.

Dalam pakem ilmu tata negara, shadow cabinet adalah produk orisinal dari rahim sistem parlementer—seperti di Westminster, Inggris.

Di sana, partai oposisi terbesar membentuk kabinet alternatif untuk bersiap mengambil alih kemudi jika pemerintah jatuh.

Namun, memindahkan konsep ini ke dalam sistem presidensial Indonesia, dan digerakkan oleh elemen non-partisan, adalah sebuah eksperimen politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Gerakan ini tidak boleh dibaca dengan kacamata paranoid kekuasaan. Ini bukan upaya makar, bukan pula perebutan singgasana formal.

Ini adalah ekspresi tertinggi dari konsep ruang publik (public sphere) yang digagas Jürgen Habermas.

Ketika saluran-saluran formal demokrasi mengalami penyumbatan akut akibat kooptasi oligarki, masyarakat sipil wajib membangun saluran alternatif.

Kabinet bayangan ini adalah “rezim jalanan” yang naik kelas: dari sekadar meneriakkan yel-yel di depan gerbang demonstrasi, menjadi adu data dan argumen di atas meja kebijakan.

​Kehadiran nama-nama seperti Bhima Yudhistira di pos Keuangan atau Curie Maharani di pos Pertahanan, mengirimkan pesan simbolik yang kuat kepada Istana: Indonesia tidak pernah kekurangan stok pemikir kompeten.

Jalan mereka menuju kekuasaan sajalah yang selama ini disandera oleh mahalnya mahar politik dan transaksi bawah meja kepartaian.

Dengan kuota 40 persen keterwakilan perempuan dan batasan usia di bawah 50 tahun, kabinet tandingan ini sekaligus menampar wajah kabinet resmi yang masih kental dengan akomodasi politik kaum tua dan kronisme.

​Namun, jalan bagi para “menteri tandingan” ini dipastikan terjal.

Menantang menteri resmi yang disokong oleh seluruh instrumen negara, anggaran triliunan, dan data intelijen tentu bukan perkara seimbang.

Sementara Kabinet Bayangan hanya bermodalkan data publik, riset independen, dan nafas finansial dari penggalangan dana publik (crowdfunding).

Ada risiko besar gerakan ini layu sebelum berkembang akibat kelelahan logistik (resource fatigue), atau sengaja dikucilkan oleh birokrasi yang antipati terhadap kritik.

​Pemerintahan Prabowo tidak perlu reaktif, apalagi mengutus aparat untuk membungkam.

Kehadiran Kabinet Bayangan justru harus dilihat sebagai cermin gratis.

Jika menteri resmi mengeluarkan kebijakan yang ugal-ugalan tanpa basis data (evidence-based policy), mereka harus siap ditelanjangi oleh argumen menteri bayangan di bidangnya.

​Bagi publik, eksperimen ini adalah secercah harapan. Di tengah matinya oposisi formal, Kabinet Bayangan adalah taruhan terakhir untuk menjaga agar kekuasaan tidak berjalan dalam kegelapan tanpa kompas pengawasan.

Keberhasilan kabinet ini tidak akan diukur dari mampu atau tidaknya mereka meruntuhkan pemerintahan, melainkan seberapa konsisten mereka memaksa rezim ini tetap waras dalam bernegara.(*)

 

Tags: Kabinet Bayanganshohibul anshor siregarTulisan Shohibul Anshor Siregar

Related Posts

Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola
Islam

Menakar Koordinasi Keislaman: Tantangan Fatwa, Pendanaan, hingga Tata Kelola

3 Agustus 2026
7
Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern
Esai

Menelusuri Metodologi Baru untuk Peradaban Islam Modern

3 Agustus 2026
11
NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

28 Juli 2026
13
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

24 Juli 2026
31
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

3 Agustus 2026
25
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

14 Juni 2026
71

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.