No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

by Mujaddid
13 Juli 2026
in Daerah, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Opini
Reading Time: 1 min read
0
0
Gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi.

0
SHARES
22
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Hatib Rachmawan

 

Dalam rihlah Darul Arqam PWM Sumut saya bertemu salah satu peseta terlucu. Namanya Jufri. Lengkapnya saya lupa. Di balik karakter yang jenaka, ternyata ia sangat produktif dalam tulisan.

Tulisan ini ingin merespons salah satu tulisannya yang berjudul “Menjalani Hidup yang Excellent, Bukan Sok Paten”. Namun bukan pada substansi isinya yang keren. Melain pada satu kata yang digunakan di dalam esai tersebut. Kata itu adalah pengkaderan.

Di Muhammadiyah tidak menggunakan kata pengkaderan. Dari kata kader ditambah prefiks (peng-) menjadi pengkaderan. Mengapa? Kata ini maknanya sama seperti kaleng kemudian ditambah prefiks (peng-) menjadi pengalengan, ada huruf K yang luluh. Bukan itu yang penting, melainkan maknanya. Pengalengan bermakna ada sesuatu yang menjadi objek. Misal “pengalengan ikan”. Artinya ikan menjadi objek yang dikalengkan.

Peserta pelatihan seperti DA kemarin adalah orang dewasa. Ciri orang dewasa adalah sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan. Karakter orang dewasa dalam belajar tidak suka digurui. Orang dewasa lebih senang berdialog. Pemahamannya juga rasional.

Berdasar itulah pelatihan di Muhammadiyah menjadikan peserta sebagai subjek, bukan objek pasif, kosong seperti botol yang perlu diisi. Melainkan orang dewasa yang memiliki segudang pengalaman dan pemahaman. Sehingga Tim instruktur hanyalah fasilitator yang hanya meng-orkestrasi semua pengalaman dan pemahaman peserta menjadi sebuah dinamika belajar.

Oleh sebab itu falsafah Andragogi (pembelajaran orang dewasa) digunakan dalam perkaderan. Konsekuensinya Muhammadiyah tidak boleh mengunakan kata “pengkaderan” yang memiliki makna menjadikan peserta pelatihan sebagai objek. Kata yang digunakan dan yang paling tepat adalah “perkaderan” yang bermakna peserta adalah subjek aktif yang selalu memberikan makna. (*)

Tags: MuhammadiyahPerkaderan Muhammadiyah

Related Posts

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

8 Agustus 2026
44
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

4 Agustus 2026
22
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

4 Agustus 2026
6
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

24 Juli 2026
40
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
17
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
26

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.