No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Nasional

Komedi Hitam Penegakan Hukum

by Mujaddid
18 Juli 2026
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
0
0
SHARES
43
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Ada sebuah adagium klasik yang rasanya tak pernah usang di negeri ini: “Bagaimana bisa membersihkan lantai kalau sapunya sendiri kotor?”. Tapi mari kita perbarui sedikit demi menyesuaikan dengan tren terbaru. Sekarang faktanya bukan lagi sekadar sapu yang kotor, melainkan si penyapu yang ternyata sibuk menimbun sampah di bawah karpet, sambil tangan kirinya menerima kantong kresek berisi uang pelicin.

Sorotan lampu panggung keadilan pekan ini jatuh tepat di wajah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sosok yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam melibas para koruptor, mendadak ganti peran menjadi lakon utama dalam sinetron dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap.

BACA JUGA: Kortastipikor Sasar ‘Raja Kasus Kakap’, Azmi Syahputra: Murni Hukum atau Aksi Saling Sandera Perkara?

Tak tanggung-tanggung, Polda Metro Jaya langsung menggeledah 12 lokasi sekaligus. Dua belas tempat! Sebuah angka yang cukup fantastis untuk menunjukkan betapa “pencapaian” sang penegak hukum ini tersebar rapi di berbagai sudut.

Ironi yang Konsisten

Jujur saja, apakah kita benar-benar terkejut? Ah, rasa terkejut itu sepertinya sudah punah dari benak publik Indonesia sejak beberapa jilid skandal penegak hukum lalu. Kita sudah kenyang disuguhi tontonan hakim agung yang jualan putusan, polisi yang jadi bandar, dan kini, giliran jaksa agung muda yang ikut mengantre di loket “pemburu rente”.

Ini bukan lagi sekadar tamparan keras bagi reputasi penegakan hukum di republik ini. Ini adalah sebuah hantaman knock-out yang membuat hukum kita tampak seperti lelucon mahal yang tiket nontonnya dibayar pakai uang pajak rakyat.

Sangat provokatif, namun nyata: lembaga yang digadang-gadang sebagai benteng pertahanan terakhir melawan keserakahan, nyatanya justru sering kali menjadi sarang para kolektor upeti.

“Mengapa repot-repot patuh pada hukum, jika mereka yang menulis dan menegakkannya justru tahu betul cara paling nikmat untuk melanggarnya?” — Sebuah pertanyaan sinis yang kian hari kian masuk akal di kepala masyarakat awam.

Pesimisme Publik yang Mengkristal

Setiap kali ada rilis kasus korupsi baru yang melibatkan aparat, pejabat kita selalu sibuk mengeluarkan jargon-jargon usang: “Ini adalah oknum,” atau “Kami berkomitmen melakukan pembersihan internal.”

Basi. Jika “oknum” ini posisinya sudah setingkat Jampidsus—posisi elite yang memegang kunci kasus-kasus kakap—maka argumen “oknum” sudah kehilangan taringnya. Ini bukan lagi soal apel busuk di dalam keranjang, melainkan pohonnya sendiri yang tampaknya sudah salah urus sejak dari akarnya.

Wajar jika pesimisme publik kini tidak lagi sekadar menguat, melainkan sudah mengkristal menjadi sikap apatis yang akut. Publik dipaksa menonton teater absurd di mana para penegak hukum saling sikut, saling geledah, dan saling sandera kepentingan.

Selamat Datang di Republik Pura-pura

Di atas kertas, kita punya undang-undang yang megah. Di ruang sidang, kita punya jubah-jubah hitam yang terlihat agung dan suci. Namun di balik layar, semua itu tampak seperti komoditas yang bisa dinegosiasikan di bawah meja, lengkap dengan aroma ruang interogasi yang mendadak wangi karena pengaruh digit angka.

Jika dugaan terhadap Febrie Adriansyah ini terbukti secara sah dan meyakinkan, mari kita ucapkan selamat kepada diri kita sendiri karena telah berhasil merawat sebuah ekosistem hukum yang unik: di mana penjahat paling berbahaya ternyata bukanlah mereka yang memakai topeng di kegelapan malam, melainkan mereka yang mengenakan seragam dinas, duduk di kursi empuk, dan memegang palu keadilan.

Uang rakyat dikorupsi, dicuci, lalu dipakai untuk menyuap sesama penegak hukum agar lingkaran setan ini tetap berputar. Sebuah sirkular ekonomi yang sangat efisien, bukan? Sayangnya, rakyat hanya kebagian peran sebagai penonton yang dipaksa tepuk tangan sambil meratapi nasib dompetnya sendiri. (*)

 

Tags: KejaksaankorupsiPolri

Related Posts

Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain
Nasional

Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain

24 Juli 2026
20
Perang Geng Berjubah Hukum
Nasional

Perang Geng Berjubah Hukum

11 Juli 2026
20
Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung
Nasional

Pakar Kritisi Pidato Klarifikasi Jampidsus: Hukum Membaca Bukti, Bukan Orasi!

10 Juli 2026
27
Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan
Muhammadiyah

Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan

7 Juli 2026
16
Begal Jalanan
Daerah

Begal Jalanan

15 Juni 2026
22
Dosen Hukum Pidana: Tragedi Daycare Yogya adalah Penyiksaan Terencana, Bukan Sekadar Kelalaian
Nasional

Mengapa Koruptor Baru Terus Lahir Pasca-OTT? Ini Analisis Pakar Hukum Pidana

8 Juni 2026
78

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.