Oleh: Ikwal Pasaribu
Fenomena yang mengkhawatirkan dalam demokrasi kita saat ini adalah munculnya generasi muda politisi yang mengorbankan nalar kritis demi kepatuhan absolut pada figur kekuasaan. Mereka bukan lagi agen perubahan yang membawa aspirasi rakyat, melainkan perpanjangan tangan dari kepentingan oligarki, terjebak dalam budaya feodalisme modern yang membungkus dirinya dalam balutan formalitas jabatan.
Apa yang tampak sebagai loyalitas, sesungguhnya adalah bentuk ketundukan epistemik, ketidakmampuan atau keengganan untuk mempertanyakan otoritas, karena akses terhadap kekuasaan dan kekayaan telah menjadi komoditas yang lebih berharga daripada integritas intelektual. Mereka kehilangan “ruang publik” dalam diri mereka sendiri, ruang di mana seharusnya pertimbangan moral dan kebijakan publik berdialog secara jernih.
Lebih parah lagi, praktik pewarisan kursi kekuasaan melalui jalur patrimonialisme telah mengubah parlemen menjadi ruang sirkulasi elite. Ketika kursi DPR ditempati oleh mereka yang kapasitasnya diragukan, tetapi didukung oleh akumulasi modal orang tua, maka fungsi legislasi berubah dari alat kontrol sosial menjadi instrumen perlindungan aset. Negara bukan lagi milik bersama, melainkan papan catur bagi dinasti-dinasti baru untuk memperkuat benteng ekonominya.
Yang hilang bukan sekadar moralitas individual, melainkan etos publik itu sendiri. Dalam bahasa Habermas, ruang publik yang ideal menuntut setiap partisipan untuk meninggalkan kepentingan pribadi dan bertindak atas dasar pertimbangan universal. Namun kini, logika pasar dan kekuasaan telah mengkooptasi logika demokrasi. Loyalitas tidak lagi diarahkan pada konstitusi dan kedaulatan rakyat, melainkan pada tuan, baik itu figur, partai, atau dinasti.
Inilah darurat publik yang sesungguhnya: hilangnya kesadaran kritis dari generasi yang seharusnya menjadi tulang punggung masa depan bangsa. Jika terus dibiarkan, kita tidak hanya kehilangan demokrasi, tetapi juga kehilangan martabat sebagai bangsa yang berdaulat atas pikiran dan tindakannya sendiri.(*)

















