Oleh: Jufri
Ketua PDM Kota Tebing Tinggi
Sesampainya di kota sejuk Parapat, tepatnya di Mess Pora Pora di pinggiran Danau Toba, kami langsung disambut hangat oleh kawan-kawan panitia Darul Arqam. Satu per satu para Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara mulai berdatangan. Suasana terasa akrab, penuh persaudaraan, sekaligus menjadi awal yang menyenangkan untuk mengikuti pengkaderan.
Tidak lama berselang hadir Sekretaris dan Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Ustaz Irwan Syahputra dan Prof. Mas Muhammad Qorib . Dalam suasana santai namun penuh makna, keduanya berbagi cerita mengenai keberhasilan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengakuisisi STIKes Indah Medan belum lama ini .
BACA JUGA:
-
UMSU Resmi Akuisisi STIKes Indah Medan
-
Pasca Akuisisi, UMSU Gelar Silaturahim dengan Sivitas Akademika STIKes Indah Medan
Ternyata proses tersebut bukanlah sesuatu yang direncanakan dalam waktu lama. Justru kesempatan itu datang pada waktu yang tepat, dipermudah oleh pemilik yayasan, didukung banyak pihak, dan yang paling utama merupakan karunia Allah SWT. Dengan senyum khasnya yang sederhana, tanpa sedikit pun menonjolkan jasa pribadi, Ustaz Irwan Syahputra berkata, “Jika Allah berkehendak, semua bisa terjadi.”
Kalimat sederhana itu mengandung pelajaran besar. Dalam kehidupan, manusia memang harus berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Namun, hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah Yang Maha Kaya. Apa yang tampak sulit bagi manusia, dapat menjadi mudah apabila Allah membukakan jalan.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 7 Juli 2026, UMSU secara resmi menerima penyerahan penyelenggaraan pendidikan STIKes Indah Medan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan, dr. Rizki Ramadhan Hasibuan, bersama orang tuanya H. Abdul Haris Hasibuan, SE dan Hj. Rojiah Fauzi, SE beserta keluarga kepada Ketua Badan Pembina Harian UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP. Sebuah momentum penting yang akan menjadi bagian dari sejarah perkembangan amal usaha Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Sebagai kader dan pimpinan Muhammadiyah, tentu kami semua merasakan kebahagiaan dan kebanggaan. Muhammadiyah kembali menambah amal usaha strategis di bidang pendidikan kesehatan. Ini bukan sekadar penambahan aset, tetapi investasi peradaban untuk masa depan umat dan bangsa.
Prof. Qorib menjelaskan bahwa langkah-langkah seperti ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi Muhammadiyah menghadapi tantangan zaman. Muhammadiyah tidak hanya berdakwah melalui mimbar, tetapi juga membangun peradaban melalui sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai amal usaha yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar STIKes Indah Medan yang telah memberikan kepercayaan kepada Muhammadiyah melalui UMSU. Kepercayaan seperti ini bukan hanya soal pengalihan kepemilikan, tetapi juga tentang menitipkan cita-cita agar lembaga pendidikan terus berkembang dengan nilai-nilai Islam yang mencerahkan.
Mungkin inilah salah satu wujud nyata Islam Berkemajuan yang selama ini menjadi karakter Muhammadiyah. Bekerja dengan perencanaan yang matang, bergerak dengan profesionalisme, dan selalu meyakini bahwa sebesar apa pun ikhtiar manusia, keberhasilannya tetap bermuara pada pertolongan Allah SWT.
Semoga langkah ini menjadi keberkahan bagi UMSU, memperkuat Muhammadiyah di Sumatera Utara, melahirkan tenaga kesehatan yang unggul, dan menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Islam Berkemajuan, Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya. (*)











