TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII resmi dibuka di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Forum lima tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menjadi ajang konsolidasi umat Islam dengan melibatkan sekitar 87 organisasi Islam dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”, kongres berlangsung selama 24–26 Juli 2026.
Hadir dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) mewakili Jaringan Wirausaha Muslim Indonesia (JWMI), Fakrul Bahri, Sekretaris JWMI, dan Hikmah Shoimah, Bendahara JWMI.
Fadly Rahman, Ketua Jaringan Wirausaha Muslim Indonesia menyatakan dukungan terhadap Kongres Umat Islam Indonesia yang salah satu programnya untuk menguatkan ekonomi umat melalui pemberdayaan kewirausahaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan ekosistem bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurut Fadly Rahman, Kongres Umat Islam Indonesia menjadi wadah strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kemajuan umat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan spiritual, tetapi juga oleh kemandirian ekonomi. Karena itu, kolaborasi antara organisasi keumatan, dunia usaha, dan pemerintah menjadi sangat penting dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Fadly Rahman.
Ia menambahkan, JWMI siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan Muslim yang inovatif, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia diharapkan menjadi awal dari berbagai rekomendasi dan program strategis yang dapat memperkuat persatuan umat serta meningkatkan peran umat Islam dalam pembangunan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, KUII VIII juga diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan elemen umat dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global. (*)








