TAJDID.ID-Banyumas 🔳 Sejuknya Baturraden dua hari ini tidak hanya mengundang embun. Ia juga menjadi saksi ketika semangat memajukan pendidikan Muhammadiyah digaungkan kembali dengan lebih kuat.
Pada 28–29 Juli 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas melalui Majelis Dikdasmen & PNF menghimpun seluruh Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas. Mereka duduk bersama, bukan untuk sekadar laporan. Tapi untuk menyamakan napas, menyatukan visi.
Mengusung tema “Penguatan Akidah dan Ideologi Muhammadiyah sebagai Pondasi Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul”, rakor ini menjadi momentum. Momentum menanamkan kembali pondasi, agar setiap lembaga melangkah dengan arah yang sama: menjadi sekolah dan madrasah yang unggul, berkemajuan, dan mencerahkan umat.
Inovasi, Kunci Menuju Keunggulan
Rakor dibuka oleh *H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.M.*, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Banyumas. Kalimatnya sederhana, tapi menohok.
“Mutu tidak tumbuh dari rutinitas. Ia tumbuh dari inovasi. Sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Banyumas harus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berprestasi, dan berakhlak mulia. Karena itu, setiap lembaga wajib punya program unggulan. Menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya.
Dua Penguatan, Satu Arah
Dua suara besar kemudian mengisi ruang Baturraden.
Pertama, Assoc.Prof.Dr.H. Ibnu Hasan, M.S.I., Wakil Ketua PWM Jawa Tengah. Dalam materi _”Penguatan Ideologi Muhammadiyah”_, beliau mengingatkan: ideologi bukan pajangan. Ia harus hidup dalam kebijakan, dalam cara mendidik, dalam budaya sekolah.
“Jika ideologi kuat, karakter akan terbentuk. Dari karakter lahir mutu. Dari mutu lahir prestasi. Dari prestasi lahir kemajuan. Itulah wajah sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang kita cita-citakan,” tegasnya.
Kedua, Drs. H.M. Djohar, M.Pd., Ketua PDM Banyumas. Melalui materi “Peran Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Mewujudkan Islam Berkemajuan”, beliau menegaskan peran strategis lembaga pendidikan.
“Sekolah dan madrasah kita harus jadi pelopor. Pelopor mutu pendidikan, pelopor dakwah, pelopor pelayanan. Menjawab tantangan zaman dengan generasi yang cerdas, berakhlak, dan tetap berpijak pada nilai Islam. Itulah Islam Berkemajuan yang nyata dan mencerahkan umat,” jelasnya.
Komitmen yang Pulang Bersama Peserta
Rakor ditutup bukan dengan tepuk tangan, tapi dengan komitmen. Seluruh peserta sepakat memperkuat sinergi dan segera menindaklanjuti dengan program nyata di masing-masing lembaga.
Harapannya satu: pendidikan Muhammadiyah di Banyumas semakin maju, semakin bermutu, dan semakin menjadi cahaya bagi umat.
Acara ditutup dengan doa bersama. Memohon kepada Allah SWT kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam memajukan seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah.
Dari Baturraden, langkah itu dimulai. Dan gema nya akan terdengar di setiap kelas, di setiap madrasah, di setiap sekolah Muhammadiyah Banyumas. (Tarqum-Khasbi)













