TAJDID.ID~Medan 🔳 Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (IMM Sumut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Yos Sudarso, Kota Medan, Selasa (14/7/2026) sore. Aksi ini dipicu oleh kelangkaan parah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang melanda Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan ini memicu antrean kendaraan hingga ratusan meter di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Medan dan Deli Serdang. BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dilaporkan habis secara serentak di berbagai titik strategis, sehingga berimbas pada kemacetan lalu lintas dan terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Massa aksi menilai penjelasan dari pihak Pertamina terkait hambatan penyesuaian operasional armada distribusi serta peningkatan konsumsi akibat libur sekolah terkesan normatif. IMM Sumut menuntut adanya pertanggungjawaban nyata dan solusi cepat untuk mengatasi krisis energi lokal ini.
“Kami tidak butuh alasan klasik tentang kendala operasional, pasokan aman di atas kertas, atau menyalahkan momen liburan sekolah,” ujar Koordinator Lapangan Aksi IMM Sumut, Fadil, di sela-sela demonstrasi.
“Kenyataan di lapangan hari ini rakyat antre berjam-jam di bawah terik matahari, bahkan pulang dengan tangki kosong. Pertamina harus segera menuntaskan kelangkaan ini, atau pimpinan regional harus mundur.” imbuhnya.
Empat Poin Tuntutan Massa Aksi
Dalam aksi tersebut, IMM Sumut secara resmi menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut:
Pertama, Pemulihan Pasokan Segera: Menuntut Pertamina menormalkan pasokan Pertalite dan Biosolar ke seluruh SPBU di Medan dan sekitarnya dalam waktu 24 jam.
Kedua, Transparansi Distribusi: Meminta pembukaan data kuota dan penyaluran harian kepada publik untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan kebocoran distribusi ke sektor industri ilegal.
Ketiga, Evaluasi Kinerja Manajemen: Mendesak Kementerian BUMN dan Direksi Pertamina Pusat untuk mengevaluasi kinerja jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang dinilai lamban mengantisipasi krisis.
Keempat, Peningkatan Pengawasan di SPBU: Menuntut sinergi antara Pertamina, Pemerintah Kota Medan, dan aparat penegak hukum guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Dampak Kelangkaan di Lapangan
Kondisi di sejumlah SPBU di Kota Medan saat ini kian memprihatinkan. Banyak SPBU yang terpaksa memasang papan pengumuman bertuliskan “Dalam Perjalanan” untuk stok Pertalite dan Biosolar.
Imbasnya, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor transportasi publik, serta pengemudi ojek daring (online) mengeluhkan penurunan pendapatan yang signifikan akibat waktu operasional mereka habis tersita di antrean. Selain kerugian ekonomi, penumpukan kendaraan roda dua maupun roda empat yang meluber hingga ke jalan raya utama juga memicu kemacetan ekstrem di sejumlah ruas jalan protokol.
IMM Sumut menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Mereka mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar jika dalam beberapa hari ke depan belum ada perubahan signifikan terkait ketersediaan BBM bersubsidi di lapangan. (*)






