TAJDID.ID~Langkat 🔳 Sebagai wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU) menggelar kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan yang berfokus pada pemulihan ekonomi ini dilaksanakan di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, pada Kamis (2/7/2026).
Menyasar kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai pilar utama rumah tangga, PKM kali ini mengusung tajuk strategis: “Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga Pasca Bencana di Desa Sekoci Kabupaten Langkat.”

Dorong Resiliensi dan Ketahanan Finansial Keluarga
Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Sekoci, Hidayah Gunawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada civitas akademika FISIP UMSU yang telah memilih desanya sebagai lokus pengabdian. Menurutnya, intervensi berupa pelatihan keterampilan sangat dibutuhkan oleh warga untuk bangkit dari dampak bencana.
Ketua Pelaksana PKM, Dr. Yurisna Tanjung, M.AP., menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran sentral dalam manajemen krisis keluarga. Bencana alam sering kali mengguncang sektor ekonomi utama, sehingga diversifikasi pendapatan menjadi hal yang krusial.
“Perempuan harus memiliki keterampilan praktis yang adaptif. Ketika ekonomi keluarga terguncang akibat pasca-bencana, keterampilan inilah yang akan menjadi penyangga dan penguat ketahanan ekonomi domestik,” ujar Dr. Yurisna dalam pidato sambutannya.
Lebih lanjut, Dr. Yurisna juga mengungkapkan bahwa terlaksananya pengabdian ini tidak terlepas dari dukungan penuh pihak universitas. Kemitraan strategis dengan masyarakat desa ini dapat terwujud berkat komitmen pendanaan institusi.
“Dana kegiatan ini merupakan Hibah Internal UMSU. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada UMSU melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang telah mendukung penuh kegiatan ini dari awal hingga akhir,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Pelaksana PKM, Khaidir Ali, S.Sos., MPA., menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan (sustainability) dari keterampilan yang diberikan. Ia menekankan bahwa keahlian memproduksi barang harus diimbangi dengan kecakapan mengelola arus kas.
“Pelatihan ini tidak boleh berhenti pada sekedar memberikan keterampilan teknis pembuatan produk. Yang tidak kalah penting dan menjadi fondasi utama adalah bagaimana para ibu mampu mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, memisahkan modal usaha, dan melihat peluang pasar,” jelas Khaidir.

Pelatihan Dimsum: Dari Dapur Rumahan Menuju Peluang Bisnis
Sebagai menu utama pemberdayaan, kegiatan ini diakhiri dengan sesi pelatihan pembuatan dimsum yang dipandu langsung oleh pelatih profesional. Pemilihan kuliner dimsum dinilai sangat strategis karena proses pembuatannya yang relatif mudah, diminati oleh berbagai kalangan, serta memiliki margin keuntungan yang menjanjikan untuk skala industri rumahan (home industry).
Para peserta yang merupakan ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku yang ekonomis namun berkualitas, teknik pengolahan, hingga strategi pengemasan (packaging) agar bernilai jual tinggi. Keterampilan praktis ini diharapkan dapat langsung dipraktikkan sebagai modal awal membuka usaha mandiri.
Komitmen Tridharma Perguruan Tinggi
Di tempat terpisah, Pimpinan FISIP UMSU memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dekan FISIP UMSU, Dr. Arifin Saleh Siregar, MSP., menegaskan bahwa kegiatan PKM merupakan kewajiban konstitusional akademis yang harus dijalankan secara konsisten.
“Setiap dosen memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran FISIP UMSU di Desa Sekoci tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga mampu memicu kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Dr. Arifin.
Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat desa ini, FISIP UMSU berharap Desa Sekoci dapat bertransformasi menjadi desa yang lebih resilien, mandiri, dan berdaya saing ekonomi di masa depan. (*)






