Minggu, Juli 19, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Auman Singa Atlas: Kisah Epik Maroko Meruntuhkan Hegemoni Sepak Bola Dunia

Mujaddid by Mujaddid
2026/07/09
in Esai, Internasional, Nasional, Olah Raga, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Auman Singa Atlas: Kisah Epik Maroko Meruntuhkan Hegemoni Sepak Bola Dunia

Skuad Timnas Maroko di Piala Dunia 2026.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Ada alasan mengapa tim nasional Maroko dijuluki Singa Atlas. Seperti predator yang anggun namun mematikan di pegunungan tertinggi Afrika Utara, mereka tidak sekadar bermain sepak bola, mereka berburu sejarah. Dari gurun pasir Qatar 2022 hingga panggung megah Piala Dunia 2026, Maroko telah mengubah peta kekuatan sepak bola global, membuktikan bahwa dominasi bukan lagi milik Eropa dan Amerika Selatan semata.

Namun, dongeng modern ini tidak lahir dalam semalam. Ini adalah kisah tentang visi kerajaan, patah hati masa lalu, dan romansa diaspora yang menyatu di atas lapangan hijau.

 

Fondasi Sang Raja dan Jejak Awal di Meksiko

Napas sepak bola Maroko sejatinya telah ditiupkan sejak fajar kemerdekaan mereka pada tahun 1956. Adalah Raja Hassan II yang meletakkan batu pertama kejayaan ini dengan mendirikan *Royal Football Club* pada tahun 1959. Di bawah naungan sistematis kerajaan, bakat-bakat alamiah Maroko mulai diasah secara profesional, hingga akhirnya berbuah trofi Piala Afrika pertama mereka pada tahun 1976.

Jauh sebelum itu, dunia telah mencium aroma kejutan dari seberang Gibraltar. Pada Meksiko 1970, Maroko mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menembus putaran final Piala Dunia.

Walau langkah mereka terhenti di fase grup, Singa Atlas menolak menjadi bulan-bulanan. Mereka sempat membuat raksasa Jerman Barat gemetar sebelum kalah tipis 2-1, dan pulang dengan kepala tegak setelah menahan imbang Bulgaria 1-1 lewat gol heroik Maouhoub Ghazouani.

Pondasi itu kian kokoh di Prancis 1998. Di bawah komando Henri Michel, Maroko memainkan sepak bola indah yang menghibur dunia. Siapa yang bisa melupakan malam magis di Saint-Etienne saat Salaheddine Bassir mencetak brace dan menggilas Skotlandia 3-0? Sayang, takdir berkata lain. Kemenangan dramatis Norwegia atas Brasil di partai lain merenggut tiket 16 besar yang sudah di depan mata. Maroko tersingkir dengan terhormat, hanya selisih satu poin dari kelolosan.

 

Keajaiban Qatar 2022: Meruntuhkan Tembok Eropa

Setiap kisah epik membutuhkan puncak klimaks, dan bagi Maroko, klimaks itu bertajuk **Qatar 2022**. Di bawah asuhan Walid Regragui, Singa Atlas datang bukan sebagai penggembira, melainkan sebagai penghancur status quo.

Tergabung di Grup F yang neraka, mereka menahan imbang Kroasia (runner-up 2018), menjinakkan generasi emas Belgia 2-0, dan menekuk Kanada 2-1. Namun, badai sesungguhnya baru dimulai di fase gugur:

Babak 16 Besar: Menghadapi tik-taka Spanyol, Maroko bertahan bak benteng karang selama 120 menit sebelum akhirnya memenangkan adu penalti yang menegangkan.

Perempat Final:  Air mata Cristiano Ronaldo tumpah di lapangan saat sundulan maut Maroko mengandaskan Portugal 1-0.

Maroko resmi menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang menembus semifinal Piala Dunia. Langkah dongeng mereka baru terhenti di tangan Prancis, namun dunia sudah terlanjur jatuh cinta pada kegigihan mereka.

 

Proyek Diaspora dan Konsistensi Emas 2026

Banyak yang mengira Qatar 2022 hanyalah keajaiban satu kali. Maroko membantah anggapan itu dengan lantang. Pada Piala Dunia 2026, Singa Atlas kembali mengaum keras dan berhasil melaju hingga babak perempat final. Prestasi ini mengukuhkan mereka sebagai tim Afrika pertama dalam sejarah yang mampu menembus babak perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara berturut-turut.

Rahasia di balik konsistensi menakutkan ini adalah “Proyek Diaspora” yang matang. Maroko dengan cerdas mengombinasikan talenta lokal dengan para pemain keturunan yang lahir, tumbuh, dan ditempa di akademi-akademi elite Eropa. Hasilnya? Sebuah simfoni sepak bola yang memadukan disiplin taktik Eropa dengan kreativitas dan militansi khas Afrika Utara.

 

Rapor Historis Singa Atlas di Panggung Dunia

Dengan status sebagai salah satu calon Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Maroko kini telah bertransformasi dari tim kejutan menjadi kekuatan utama yang disegani. Berikut adalah rangkuman statistik perjalanan historis mereka:

Dari debu lapangan Meksiko 1970 hingga gemerlap stadion modern 2026, Singa Atlas telah membuktikan bahwa mimpi sebesar apa pun bisa digapai jika taktik, hati, dan dukungan bangsa menyatu. Ketika Piala Dunia 2030 bergulir di rumah mereka sendiri, satu hal yang pasti: dunia akan kembali menyaksikan auman keras dari Pegunungan Atlas. (*)

Tags: Piala DuniaSinga AtlasTimnas Maroko
Previous Post

Ketika Allah Berkehendak, Jalan pun Terbuka

Next Post

Pengkaderan dan Jalan Panjang Muhammadiyah Membangun Peradaban

Related Posts

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
112
Teror ‘Rem Blong’

Teror ‘Rem Blong’

19 Juli 2026
304
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
115
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

Prodi IKO FISIP UMSU Studi Banding ke INTI International University dan PKL Internasional ke Malaysia

18 Juli 2026
115
Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung

Kasus Eks Jampidsus FA, Azmi Syahputra: Jangan Geser Supremasi Hukum jadi Supremasi Jabatan

18 Juli 2026
117
Next Post
Pengkaderan dan Jalan Panjang Muhammadiyah Membangun Peradaban

Pengkaderan dan Jalan Panjang Muhammadiyah Membangun Peradaban

Dosen Hukum Pidana: Tragedi Daycare Yogya adalah Penyiksaan Terencana, Bukan Sekadar Kelalaian

Kortastipikor Sasar 'Raja Kasus Kakap', Azmi Syahputra: Murni Hukum atau Aksi Saling Sandera Perkara?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20083 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

19 Juli 2026
112
Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta
IPM

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

18 Juli 2026
115
Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada
Esai

Boro-boro Berhemat, yang Mau Dihemat itu Tak Ada

18 Juli 2026
123
Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali
Islam

Dari Abu Pasar Nauli, Al-Ma’un Menyala Kembali

16 Juli 2026
130
Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai
Internasional

Media Sosial Menggugat Dominasi Narasi Barat, tetapi Manipulasi Mengintai

16 Juli 2026
106
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan