TAJDID.ID~Medan || Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun peradaban pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kegiatan “Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi bagi Guru dan Dosen pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP UMSU”. Kegiatan akademik ini menjadi ruang strategis dalam mempertemukan gagasan, pengalaman, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks dan berbasis teknologi digital.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat akademik tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor Prof. Dr. Akrim, M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Ketua Program Studi PPG FKIP UMSU, dosen pengajar PPG, serta para guru pamong dari sekolah mitra PPG FKIP UMSU yang selama ini menjadi bagian integral dalam proses pembentukan guru profesional di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UMSU menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah wajah peradaban manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak lagi bergerak dalam ruang konvensional yang bersifat linear, melainkan telah memasuki ruang digital yang dinamis, multidimensional, dan berbasis konektivitas global. Oleh karena itu, guru dan dosen tidak dapat lagi bertahan pada pola pembelajaran tradisional yang hanya menempatkan peserta didik sebagai objek penerima informasi semata.
Menurut beliau, transformasi teknologi harus dipahami bukan sekadar perubahan alat bantu pembelajaran, melainkan perubahan paradigma berpikir dalam membangun ekosistem pendidikan yang progresif. Guru masa kini dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam proses pedagogik secara substantif, kritis, dan humanistik.
“Guru harus meningkatkan kompetensi teknologi informasi guna melengkapi empat kompetensi utama yang harus dimiliki seorang pendidik, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Khususnya pada kompetensi profesional, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mendasar agar guru mampu menjawab tantangan zaman dan membangun pembelajaran yang relevan dengan kehidupan generasi digital,” ujar Prof Akrim dalam pidatonya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa teknologi informasi pada hakikatnya bukan sekadar instrumen mekanis, melainkan medium epistemologis yang mengubah cara manusia memperoleh, mengelola, dan mendistribusikan pengetahuan. Dalam konteks pendidikan, teknologi menghadirkan peluang besar bagi guru untuk membangun pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, personal, dan berbasis pengalaman belajar autentik.
Beliau juga menekankan bahwa tantangan pendidikan modern bukan hanya tentang kemampuan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana guru mampu membangun literasi digital, etika penggunaan teknologi, serta karakter peserta didik di tengah derasnya arus informasi global. Dengan demikian, kompetensi teknologi informasi harus berjalan beriringan dengan penguatan moral, kepribadian, dan tanggung jawab sosial pendidik.
Kegiatan peningkatan kompetensi ini menjadi bagian dari strategi institusional FKIP UMSU dalam memperkuat kualitas Program Pendidikan Profesi Guru sebagai pusat pengembangan calon guru profesional yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat, guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan teknologis dalam mendesain pembelajaran digital, mengembangkan media interaktif, memanfaatkan platform pembelajaran daring, hingga mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam proses pendidikan.
Secara teknokratik, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia pendidikan melalui pendekatan berbasis kompetensi digital. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi, pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran, strategi pembelajaran inovatif, serta penguatan literasi digital dalam mendukung implementasi kurikulum dan pembelajaran masa depan.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam membangun sinergi pendidikan yang berkelanjutan. Kehadiran guru pamong sekolah mitra menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterhubungan antara institusi pendidikan tinggi dan satuan pendidikan dasar maupun menengah sebagai ekosistem yang saling mendukung.
Dalam perspektif filosofis, kegiatan ini sesungguhnya merupakan upaya membangun kesadaran baru bahwa pendidikan bukan sekadar aktivitas administratif dan instruksional, melainkan proses peradaban yang menentukan arah masa depan bangsa. Teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran manusia dalam pendidikan, tetapi untuk memperluas kapasitas kemanusiaan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.
Guru tetap menjadi pusat keteladanan moral dan intelektual. Namun di era digital, keteladanan tersebut harus diperkuat dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Sebab, guru yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman berisiko tertinggal dari realitas peserta didik yang hidup di tengah dunia digital yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, FKIP UMSU menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang responsif terhadap perubahan global sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keilmuan, moralitas, dan kemanusiaan. Peningkatan kompetensi teknologi informasi bukan hanya agenda pelatihan teknis semata, tetapi merupakan bagian dari gerakan intelektual untuk membangun guru masa depan yang profesional, reflektif, inovatif, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pendidik-pendidik yang tidak hanya cakap dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi, tetapi juga mampu menjadi arsitek peradaban pendidikan yang membangun generasi unggul, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia modern. (*)












