Sabtu, Agustus 8, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Bukan Hanya Tetapkan Tersangka, Ethics of Care Desak Audit Forensik Menyeluruh Program MBG

Mujaddid by Mujaddid
2026/06/04
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Angka Kasus Keracunan Program MBG Terus Meningkat, Ethics of Care: Bukan Sekadar Statistik, tapi Potret Kegagalan Sistemik

Farid Wajdi, Founder Ethics of Care.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Penetapan sejumlah mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program tersebut. Founder Ethics of Care sekaligus mantan anggota Komisi Yudisial periode 2015–2020, Farid Wajdi, menilai persoalan yang muncul tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kasus hukum individual.

Menurut Farid, kasus tersebut justru menjadi alarm serius terkait kesiapan negara dalam mengelola salah satu program sosial terbesar dan paling ambisius yang pernah dijalankan pemerintah.

“Yang sedang diuji bukan hanya integritas beberapa pejabat, tetapi juga kualitas sistem yang menopang program ini. Karena itu, respons yang dibutuhkan tidak cukup hanya penegakan hukum terhadap pelaku,” ujarnya.

Ia menilai perdebatan publik yang berkembang saat ini cenderung terjebak pada dua kutub yang sama-sama kurang tepat. Di satu sisi, ada yang menganggap kasus dugaan korupsi tersebut sebagai bukti kegagalan total Program MBG. Di sisi lain, ada pula yang berpandangan bahwa persoalan selesai setelah para pelaku dihukum.

“Padahal persoalan utamanya adalah apakah sistem yang dibangun sudah cukup kuat untuk mengelola program sebesar ini,” katanya.

Farid menjelaskan bahwa sejak awal MBG dirancang bukan sekadar program bantuan sosial. Program tersebut diproyeksikan menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia, perbaikan gizi nasional, penguatan ekonomi lokal, sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu melakukan audit forensik secara menyeluruh terhadap desain maupun pelaksanaan program. Audit tersebut tidak boleh hanya berfokus pada pencarian kerugian negara atau penentuan pihak yang bertanggung jawab secara pidana.

“Audit harus menjawab pertanyaan yang lebih mendasar, yakni apakah negara benar-benar siap menjalankan program sebesar ini,” tegasnya.

BACA JUGA: Wow! Kejagung Bongkar Aliran Dana Miliaran Per Hari ke Yayasan Mitra BGN Terafiliasi Dadan Cs

Farid menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi fokus evaluasi. Pertama, landasan hukum program harus diperiksa secara serius. Program dengan anggaran besar dan cakupan nasional membutuhkan regulasi yang kuat, rinci, dan tidak membuka ruang tafsir yang berlebihan.

Menurutnya, pengaturan mengenai pengadaan, distribusi anggaran, standar pelayanan, mekanisme pengawasan, hingga pertanggungjawaban publik harus memiliki pijakan hukum yang jelas agar tidak menjadi celah penyimpangan.

Selain aspek regulasi, tata kelola kelembagaan juga perlu dievaluasi. Dugaan korupsi yang muncul, kata Farid, memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan internal yang selama ini berjalan.

“Program publik yang sehat seharusnya memiliki mekanisme peringatan dini yang mampu mendeteksi persoalan sebelum berkembang menjadi skandal besar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, kompleksitas program tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga mencakup pengadaan barang dan jasa, pengelolaan rantai pasok, pengawasan mutu pangan, tata kelola keuangan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga koordinasi lintas lembaga dan daerah.

“Ambisi besar harus ditopang oleh kapasitas yang memadai. Tanpa SDM yang profesional dan berintegritas, risiko penyimpangan akan semakin besar,” katanya.

Lebih lanjut, Farid menegaskan bahwa pengawasan harus ditempatkan sebagai jantung program, bukan sekadar pelengkap administratif. Mengingat besarnya anggaran yang dikelola, pengawasan tidak dapat hanya mengandalkan lembaga pelaksana.

Ia mendorong keterlibatan auditor independen, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media massa, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta aparat penegak hukum dalam mengawal pelaksanaan program tersebut.

Selain itu, pemerintah juga perlu meninjau kembali ketepatan sasaran dan efektivitas penggunaan anggaran MBG. Menurut Farid, ukuran keberhasilan program tidak terletak pada besarnya dana yang dibelanjakan, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas gizi anak.

“Setiap rupiah yang dialokasikan harus menghasilkan dampak yang nyata, bukan sekadar memenuhi target statistik atau kepentingan politik jangka pendek,” ujarnya.

Farid menambahkan bahwa kasus yang sedang bergulir saat ini memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya pembangunan institusi yang kuat. Program publik, katanya, tidak boleh bergantung pada figur atau momentum politik semata, tetapi harus berdiri di atas sistem yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Ketika figur berganti atau pejabat jatuh karena kasus hukum, sistem harus tetap mampu bekerja dan menjamin pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Karena itu, Farid menegaskan bahwa audit forensik terhadap Program MBG merupakan kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda. Evaluasi tersebut harus mencakup aspek hukum, tata kelola, sumber daya manusia, pengawasan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

Menurutnya, momentum saat ini harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan pembenahan mendasar agar Program MBG dapat berjalan lebih kredibel, transparan, dan berkeadilan.

“Masa depan jutaan anak Indonesia terlalu penting untuk dipertaruhkan pada sistem yang belum sepenuhnya siap. Jika dilakukan pembenahan secara serius, krisis ini justru dapat menjadi titik awal lahirnya tata kelola MBG yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Tags: Ethics of CareFarid WajdiKorupsi MBGMBG
Previous Post

Sinergi Menuju Keunggulan: PWM Bali Resmi Buka Rakorwil Majelis Dikdasmen & PNF

Next Post

Merawat Cahaya Persyarikatan di Tengah Zaman yang Serba Transaksional

Related Posts

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
108
Ma’had Abu Ubaidah Resmi Bergabung ke UMSU

Ma’had Abu Ubaidah Resmi Bergabung ke UMSU

7 Agustus 2026
106
Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Bagikan Praktik Baik Perempuan Muda untuk Keberlanjutan

Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Bagikan Praktik Baik Perempuan Muda untuk Keberlanjutan

7 Agustus 2026
102
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
160
Manusia Silver

LAPK: Keluhan Pasien BPJS Viral Jadi Alarm Nyata Buruknya Transparansi Layanan Rumah Sakit

6 Agustus 2026
113
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
111
Next Post
Merawat Cahaya Persyarikatan di Tengah Zaman yang Serba Transaksional

Merawat Cahaya Persyarikatan di Tengah Zaman yang Serba Transaksional

Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20091 shares
    Share 8036 Tweet 5023
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11918 shares
    Share 4767 Tweet 2980
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6314 shares
    Share 2526 Tweet 1579
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6102 shares
    Share 2441 Tweet 1526

OPINI

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan
Nasional

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
108
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
111
Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban
Daerah

Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

7 Agustus 2026
120
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah
Nasional

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
160
Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan
Daerah

Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan

5 Agustus 2026
258
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?
Esai

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
111

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan