TAJDID.ID~Bandung 🔳 Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Budi Sadarman resmi melantik kepengurusan Tax Center UM Bandung periode 2026–2027 pada Rabu (3/6/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, itu menandai dimulainya kepengurusan baru yang berkomitmen memperkuat edukasi dan literasi perpajakan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Pada periode ini, mahasiswa UM Bandung Bellia Agatha dipercaya memimpin Tax Center UM Bandung. Di bawah kepemimpinannya, kepengurusan baru mengusung nama Sundari Artha sebagai identitas kabinet.
“Melalui nama ini, kabinet kami ingin membangun organisasi yang berjalan secara bersih, bertanggung jawab, dan mampu memberikan dampak positif serta berkelanjutan bagi kampus maupun masyarakat,” ujar Bellia.
“Keunggulan Tax Center ini diharapkan diakui melalui kontribusinya dalam pengembangan pengetahuan dan pelayanan perpajakan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Tax Center UM Bandung akan berfokus pada penyelenggaraan berbagai program pendidikan perpajakan yang inovatif dan berkelanjutan.
Bellia berharap organisasi yang dipimpinnya dapat menjadi ruang belajar, ruang berkembang, sekaligus ruang kontribusi bagi seluruh pengurus.
“Kami berharap dengan kepengurusan baru ini, Tax Center UM Bandung dapat menjadi ruang belajar, ruang berkembang, dan ruang kontribusi bagi seluruh pengurus,” katanya.
Sementara itu, Pembina Tax Center UM Bandung Yuniati menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, organisasi yang berada di bawah naungan Program Studi Akuntansi tersebut memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang perpajakan.
“Kami di Tax Center UM Bandung sangat terbuka kepada siapa pun. Ketika berbicara tentang perpajakan, hal itu melekat pada seluruh masyarakat, terutama para wajib pajak,” ujar Yuniati.
Ia berharap kepengurusan baru dapat aktif memberikan edukasi perpajakan kepada masyarakat. Menurutnya, proses berbagi ilmu tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan pemahaman para pengurus terhadap bidang yang mereka tekuni.
“Dengan memberikan pembelajaran tentang perpajakan, tentu kita juga akan semakin fasih terhadap ilmu yang kita sampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.
Ketua Program Studi Akuntansi UM Bandung Iman Harjono turut mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru Tax Center UM Bandung. Ia menilai Tax Center memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dengan praktik nyata di bidang perpajakan.
Menurutnya, para anggota Tax Center perlu terus mengasah keterampilan, integritas, dan profesionalisme dalam memahami sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan.
“Para anggota harus mengasah keterampilan, integritas, dan profesionalisme dalam memahami serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pajak,” ungkap Iman.
Ia juga berharap kepengurusan baru mampu menjadi agen perubahan dan mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran pajak di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Semoga amanah yang diemban ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (FK)

