TAJDID.ID~Surabaya 🔳 Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) sukses menyelenggarakan prosesi Wisuda Tahfizul Qur’an Ke-V untuk tahun ajaran 2025/2026 pada Rabu, 3 Juni 2026. Bertempat di Auditorium AR. Fakhruddin lantai 4, acara yang meluluskan sebanyak 130 santri penghafal Al-Qur’an ini berlangsung dengan penuh khidmat, haru, dan rasa syukur.
Mengusung tema “Menjaga Kalam Ilahi di Era Modernisasi”, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas perjuangan gigih para santri dalam menghafal Al-Qur’an di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan tantangan zaman digital. Wisuda ini sekaligus menegaskan komitmen kuat SD Muhlas sebagai sekolah dasar Islam yang konsisten mencetak generasi berprestasi berakhlak Qurani.
​Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti seisi ruangan yang dihadiri Ketua PCM Krembangan Akhwan Hamid, S.Pd., M.Pd.I., Sekretaris PCM Krembangan Mochammad Yusuf, S.Th.I., Ketua Komite SD Muhlas Dra. Hj. Rahmi Aprilawati, MM., Kepala Sekolah, serta guru dan karyawan SD Muhlas.
Hadir pula Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, serta para wali murid kelas 6 dan kelas tahfidz khusus.
Kehadiran para wali santri menjadi saksi hidup atas perjalanan panjang, pengorbanan, dan keistiqamahan putra-putri mereka dalam menapaki proses menghafal Kalamullah.
​Pada kelulusan wisuda tahun ini, capaian hafalan para santri sangat luar biasa dan bervariasi, meliputi:​1 Juz: 95 Santri, ​2 Juz: 4 Santri, ​3 Juz: 15 Santri, ​4 Juz: 4 Santri, ​5 Juz: 5 Santri, ​6 Juz: 1 Santri, ​7 Juz: 3 Santri, ​9 Juz: 3 Santri.
​Perjuangan yang dilalui 130 santri ini tentu tidaklah mudah. Demi menyelesaikan target hafalan dan konsisten melakukan murajaah (mengulang hafalan), mereka rela datang ke sekolah jauh lebih awal setiap pagi. Melawan rasa kantuk dan menjaga fokus di usia belia menjadi pembuktian bahwa dengan tekad yang kuat, mahkota kemuliaan Al-Qur’an dapat diraih. Semangat pantang menyerah itulah yang akhirnya mengantarkan mereka pada panggung kehormatan hari ini.
​Dalam sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Mursiah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan selamat kepada seluruh peserta wisuda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi yang harmonis antara kerja keras anak-anak, untaian doa tiada putus dari orang tua, serta ketelatenan para ustaz dan ustazah yang mendampingi proses menghafal.
​”Hari ini, 130 santri telah menjadi 130 cahaya Al-Qur’an yang akan menerangi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Wisuda Tahfizul Qur’an bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal untuk terus menjaga, mengamalkan, dan mencintai Al-Qur’an sepanjang hayat. Jadilah generasi yang unggul dalam teknologi, tetapi tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber akhlak mulia,” tuturnya.
​Ia juga mengutip sebuah hadis motivasi dari Rasulullah Saw., “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), sebagai pengingat bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.
​Sebelum mengakhiri arahannya, Kepala Sekolah menitipkan tiga pesan penting bagi para wisudawan dalam menghadapi masa depan, yaitu: selalu menjaga hafalan melalui murajaah yang istiqamah, menjaga akhlak mulia sebagai cerminan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun berada, serta bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi di era digital.
​Acara tersebut berlangsung tertib dengan harapan besar agar seluruh wisudawan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berprestasi, serta senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya pembimbing hidup. Sebagai penutup, sebuah pesan mendalam disematkan kepada para santri.
“Jadilah generasi yang tangannya akrab dengan teknologi, tetapi hatinya tetap terpaut pada Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah benteng terbaik dalam menghadapi tantangan zaman,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Akhwan Hamid, S.Pd., M.Pd.I., yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian luar biasa para santri. Menurutnya, keberhasilan meluluskan penghafal Al-Qur’an hingga capaian 9 juz di tingkat sekolah dasar adalah bukti nyata dari keseriusan dan konsistensi pendidikan di SD Muhlas.
​”Kami atas nama pimpinan cabang merasa bangga dan bersyukur melihat anak-anak kita menapaki panggung wisuda hari ini. Ini adalah prestasi yang tidak hanya mulia di dunia, tetapi juga investasi tak ternilai untuk akhirat,” ujar Akhwan Hamid dalam sambutannya di Auditorium AR. Fakhruddin lantai 4, Rabu (3/6).
​Lebih lanjut, Akhwan Hamid menitipkan pesan dan harapan mendalam bagi masa depan para santri. Ia menekankan bahwa esensi dari menghafal Al-Qur’an adalah menanamkannya di dalam jiwa secara permanen, bukan sekadar ingatan jangka pendek untuk keperluan seremonial belaka.
​”Harapan besar kita semua adalah agar anak-anak ini tetap istiqamah menjadi penghafal Al-Qur’an sepanjang hidup mereka. Kita ingin hafalan ini melekat begitu kuat di dalam hati dan ingatan,” tuturnya.
​Ia kemudian memaparkan sebuah filosofi menyentuh tentang kedahsyatan mukjizat Al-Qur’an bagi seorang hafiz saat memasuki usia senja.
​”Kelak, saat usia terus bertambah dan fisik mulai melemah, ada kalanya penglihatan kita berkurang hingga tidak bisa lagi membaca mushaf Al-Qur’an. Namun, bagi mereka yang hatinya sudah terpaut dan hafalannya sudah melekat, keterbatasan fisik itu tidak akan menjadi penghalang. Walaupun mata sudah tidak bisa membaca teksnya, lisan dan hati mereka akan tetap lancar melantunkan dan mengingat setiap ayat Al-Qur’an,” ungkapnya.
​Ketua PCM Krembangan ini berharap agar sinergi antara sekolah dan orang tua tidak berhenti setelah prosesi wisuda ini selesai.
“Pendampingan di rumah secara konsisten dinilai menjadi kunci utama agar 130 santri yang diwisuda hari ini dapat terus menjaga mahkota kemuliaan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” pungkasnya. (Yuda)

