Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: “Srikandi Penjaga Arah Peradaban”

Mujaddid by Mujaddid
2026/05/16
in Nasional, Nasyiatul 'Aisyiyah, Opini, Ortom
Reading Time: 3 mins read
0
Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah: “Srikandi Penjaga Arah Peradaban”

Ketua PP NA, Ariati Dina Puspitasari. (Foto: Suara Muhammadiyah)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Ariati Dina Puspitasari

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah

Nasyiatul Aisyiyah kini memasuki usia ke-95 tahun. Usia yang matang bagi sebuah organisasi perempuan muda Islam untuk terus menata gerakan, memperkuat peran, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.

Dalam perjalanannya, Nasyiatul Aisyiyah terus bertumbuh dan berbenah. Berbagai program dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai organisasi kader putri Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Pada Milad ke-95 ini, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah mengusung tema “Srikandi Penjaga Arah Peradaban”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perempuan muda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai, arah, dan masa depan peradaban.

Berdirinya Siswa Praja Wanita yang kemudian berkembang menjadi Nasyiatul Aisyiyah merupakan bukti nyata komitmen pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, terhadap pendidikan perempuan. Pendidikan dipandang sebagai jalan untuk membentuk perempuan yang mampu menjalankan peran secara ikhlas, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.

Pesan Kiai Dahlan kepada kader Muhammadiyah tetap relevan hingga hari ini. Ia mendorong generasi muda untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, menjadi profesional di berbagai bidang, namun tetap kembali dan berkhidmat untuk Muhammadiyah.

Kini, Muhammadiyah berkembang semakin pesat. Gerakan internasionalisasi Muhammadiyah telah menjadi kenyataan, dan dakwah Islam Berkemajuan terus diperkenalkan di panggung global. Karena itu, kader-kader Nasyiatul ‘Aisyiyah dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat keterampilan, serta mengambil bagian dalam memajukan organisasi.

Memajukan Nasyiatul ‘Aisyiyah sejatinya juga berarti memajukan Muhammadiyah. Semangat Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah menempatkan agama sebagai fondasi untuk membangun peradaban yang maju, berkeadaban, dan membawa kemaslahatan bagi semesta.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam tulisannya di Suara Muhammadiyah edisi awal tahun 2024 menyampaikan bahwa umat manusia kini hidup di era baru yang ditopang kemajuan teknologi canggih. Di tengah perkembangan tersebut, Muhammadiyah menawarkan paradigma pembangunan yang menyelamatkan, membawa kemanfaatan, dan menghadirkan kemaslahatan demi terwujudnya peradaban semesta yang rahmatan lil ‘alamin.

Pandangan tersebut sejalan dengan wasiat Kiai Dahlan tentang pentingnya akal budi, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus diiringi keberanian berpikir terbuka dan semangat saintifik, sehingga melahirkan manusia yang memiliki empati, simpati, serta kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar agama, budaya, maupun bangsa.

Tokoh ‘Aisyiyah, Siti Baroroh Baried, juga pernah menegaskan pentingnya perempuan muslim memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Perempuan, menurutnya, harus mampu menjawab tantangan zaman seiring meningkatnya kesadaran tentang hak, kewajiban, dan peran strategisnya dalam keluarga maupun masyarakat.

Meski demikian, perjuangan menghadirkan keadilan, kesetaraan akses, dan ruang yang bebas dari kekerasan bagi perempuan masih membutuhkan energi besar. Perjuangan itulah yang terus dihidupkan Nasyiatul ‘Aisyiyah dari masa ke masa.

Dengan semangat “Khoirunnas anfa’uhum linnas”, Nasyiatul Aisyiyah berikhtiar membentuk putri Islam yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan agama. Semangat tersebut kini terus bergema di kalangan perempuan muda Indonesia yang mengimplementasikan nilai Al-Ma’un dalam kehidupan sosial, yakni membela kelompok tertindas, terpinggirkan, dan dilemahkan, baik secara personal, kultural, maupun struktural.

Tema Milad ke-95 “Srikandi Penjaga Arah Peradaban” setidaknya memuat tiga kata kunci utama.

Pertama, “peradaban”, yang menunjukkan perkembangan kehidupan manusia sekaligus berkaitan dengan nilai adab, akhlak, dan budi pekerti.

Kedua, “menjaga arah”, yang menunjukkan adanya tanggung jawab dan aktivitas untuk memastikan peradaban tetap berjalan pada nilai-nilai kebaikan.

Ketiga, “srikandi”, yang menunjukkan sosok perempuan sebagai aktor utama dalam menjaga arah tersebut.

Di era digital saat ini, peradaban manusia dibentuk oleh perkembangan teknologi dan perubahan ekologis yang bergerak sangat cepat. Perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus berbagai anomali sosial yang perlu direspons dengan bijaksana.

Dalam konteks itu, Siti ‘Aisyah pernah menegaskan bahwa keluarga yang adil, maju, dan bersifat tengahan merupakan fondasi terwujudnya masyarakat utama atau ummatan wasathan, yakni masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.

Karena itu, perempuan muda Muhammadiyah melalui Nasyiatul Aisyiyah diharapkan terus menjadi srikandi penjaga arah peradaban: menghadirkan ilmu, keteladanan, kepedulian sosial, serta semangat kemajuan dalam setiap lini kehidupan. (*)

Sumber: Muhammadiyah.or.id

Previous Post

Dosen Prodi Hukum UMJT Sebut Ada Perspektif Hukum Perdata dalam Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

Next Post

Faisal Piliang, Dari Tukang Pangkas menjadi Akademisi

Related Posts

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
204
Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

22 Juli 2026
103
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Next Post
Faisal Piliang, Dari Tukang Pangkas menjadi Akademisi

Faisal Piliang, Dari Tukang Pangkas menjadi Akademisi

Mengapa Penguasa Cenderung Anti Kritik?

Mengapa Penguasa Cenderung Anti Kritik?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah
Nasional

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
204
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
173

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan