No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Esai

Kerugian Manusia Apa Adanya

by Mujaddid
12 Mei 2026
in Esai, Islam, Keislaman, Nasional, Ortom
Reading Time: 3 mins read
0
0
0
SHARES
53
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Shihab Wicaksono Ardhi, M.Ag

 

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid, PDM Banyumas

Eksistensi manusia di muka bumi memiliki dua tugas utama, yaitu sebagai hamba yang diperintahkan untuk menyembah dan beribadah kepada Allah sekaligus menjadi khalifah yang memiliki tugas untuk menyerukan keadilan di muka bumi.

Kedua tugas ini tentu tidak bisa dikatakan sebagai tugas yang mudah, melihat kehidupan dunia yang dipenuhi dengan godaan yang melalaikan serta kecurangan dan kezaliman yang merupakan musuh dari pada keadilan.

Dengan itu kita tahu, bahwa dunia bukanlah tempat yang aman dan nyaman untuk bersenang-senang, karena berbagai lini kehidupan manusia akan di dapati berbagai macam hal yang akan membuat manusia terjerumus dalam jurang kerugian.

Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,” (QS. Al-Ashr: 2).

Dalam Al-Quran, term yang bermakna manusia sering kali disebutkan dengan 3 lafaz yang berbeda, yaitu an-Naas, al-Basyar, al-Insan. Kata an-Naas merujuk kepada arti manusia secara umum yang memiliki tabiat hidup bersosialisasi. Kata ini juga menunjukkan bahwa kehidupan manusia beraneka ragam, mulai dari rupa, kelompok, serta karakteristik atau sifatnya. Sehingga kata an-Naas memiliki makna manusia secara umum, baik yang iman maupun yang kafir.

Sedangkan kata al-Basyar merujuk pada sifat manusia secara biologis dan fisiologis, bahwa manusia sebagai makhluk yang memiliki nafsu, rasa lapar, rasa kantuk, dan lelah. Hal ini kemudian menjadi makna yang mengerucut bahwa yang dimaksud al-Basyar adalah manusia sebagai makhluk yang memiliki wujud fisik.

Adapun makna al-Insan lebih spesifik merujuk pada makna manusia yang memiliki wujud fisik dan memiliki ruh yang Allah anugerahkan 2 unsur, yaitu hati dan akal. Sedangkan fungsi hati dan akal manusia adalah sebagai bekal dalam menjalani kebenaran hidup di dunia, dengan akal manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk, dan dengan hati akan memunculkan rasa cinta dan kasih yang merupakan prinsip dari keadilan.

Allah menjadikan al-Insan sebagai subjek dalam ayat ini (Al-Ashr: 2) dikarenakan manusia yang sudah diberi anugerah berupa hati dan akal, tatkala kedua hal tersebut tidak digunakan dengan sebaik-baiknya, maka yang terjadi adalah kerugian. Artinya Allah sudah menjamin kerugian bagi siapa saja yang tidak menggunakan hati dan akalnya dengan baik.

 

Menunda Kebaikan

Allah berfirman,
وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ. وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَظْلِمُونَ

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9).

Ajal manusia merupakan rahasia ilahi, sehingga tidak ada jaminan kita memiliki umur yang panjang dan berkah. Keberkahan hidup merupakan sesuatu yang harus diupayakan dalam rangka untuk memenuhi timbangan kebaikan kita di akhirat. Maka, menyegerakan diri untuk selalu berbuat baik merupakan bagian dari ikhtiar agar kita terhindar dari yang namanya kerugian.

 

Tidak Sepenuh Hati dalam Kebaikan

Allah berfirman,
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj: 11).
“

Menyembah Allah dengan berada di tepi…” maksudnya ialah manusia yang tidak benar-benar menyembah Allah dengan sepenuh hati. Ia melakukan ibadah hanya karena ia memperoleh kebaikan bagi dirinya sendiri, namun ketika musibah atau keburukan itu datang, maka ia berbalik menjadi kufur.

 

Terlena dengan Kehidupan Dunia

Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9).

Ini sudah menjadi rahasia umum, bahwa salah satu hal yang paling melalaikan adalah harta dan anak-anak, di mana banyak orang yang dengan herta kekayaannya ia menjadi sombong, takabur, dan bahkan suka berbuat dzalim. Dan betapa banyak juga manusia yang terlalu bangga dengan keturunannya, sehingga ia melalaikan hubungan dirinya dengan sang pencipta.

Ada banyak sekali hal yang bisa menjerumuskan manusia pada kelalaian, karena sejatinya hidup di dunia adalah ujian. Jika banyak kebaikan datang kepada diri kita, maka ujiannya adalah sudah sejauh mana kita selalu bersikap rendah hati. Namun jika banyak hal buruk menimpa kita, maka bentuk ujiannya adalah sudah sejauh mana kita istiqomah dengan sikap sabar yang kita miliki. (*)

Tags: Islam

Related Posts

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?
Islam

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?

23 Februari 2026
78
Kesalehan Ekologis
Nasional

Kesalehan Ekologis

13 Desember 2025
93
Ketika Orang-orang Baik Diam!
Esai

Kompleksitas Kehidupan dan Tahun Baru

4 Januari 2024
97
Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)
Keislaman

Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)

8 Agustus 2023
1.6k
Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”
Islam

Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”

3 Juli 2023
5.6k
Parlemen Setan
Esai

Iqbal, Islam dan Barat

23 Juni 2023
458

Recent Posts

  • Perkuat Ekosistem Digital Kampus, Rektor UMSU Temui Menteri Komdigi Meutya Hafid
  • Jadi Kontingen Terbesar di ASEAN, UMSU Utus 47 Mahasiswa Kuliah dan Studi Pengalaman di Malaysia
  • Menuntaskan Perjalanan, Menjaga Keteladanan
  • Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara
  • Memperkuat Karakter dan Pengabdian, FH UMSU Lepas 441 Mahasiswa Peserta KKN 2026

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow Global Journal on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.