TAJDID.ID~Surabaya || Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar pelantikan Kepala Sekolah Tahfidz Berkemajuan SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) masa jabatan 2026-2030.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung SD Muhammadiyah 29 lantai 1 pada Jumat, 22 Mei 2026 dihadiri oleh Ketua DPD PAN Surabaya Ghofar Ismail, ST., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., Sekretaris PDM Surabaya Drs. H. Catur Anang Hutoyo, M.Pd., Kapolsek Sukomanunggal Surabaya Muhammad Akhyar, SH., MH., serta Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Barat, Drs. H. Mudjoko, M.Si.
Hadir pula Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah-Aisyiyah Sukomanunggal Surabaya, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan Surabaya, Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, M.Pd.I., Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya Mursiah, M.Pd., kepala TK se-Sukomanunggal Surabaya, serta undangan lainnya.
Surat Keputusan Kepala Sekolah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya yang dibacakan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto memutuskan bahwa Irwan, S.Pd., M.Pd.I sebagai Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya Surabaya dengan masa jabatan 2026-2030.
Sebagai kepala sekolah terpilih, Irwan menyatakan bahwa kedepannya banyak program-program yang akan dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, dengan jajaran PCM Sukomanunggal serta PDM Surabaya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal, Musthofa Hamal, S.T., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan tersebut. Ia pun menaruh harapan besar di pundak nahkoda baru SD Muhammadiyah 29 Surabaya.
”Kami mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Ustadz Irwan. Semoga beliau diberikan kekuatan dalam mengemban amanah yang besar ini. Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru, sekolah ini mampu membawa inovasi-inovasi segar dan terus menjadi institusi yang menginspirasi dunia pendidikan,” ujarnya.
Musthofa juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman agar sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam membentuk karakter dan akademis generasi muda.
Selain menjadi momentum penyambutan pemimpin baru, acara ini juga menjadi panggung penghormatan dan pelepasan purna bakti bagi kepala sekolah sebelumnya, Ustadz Jatim, M.A.
Suasana haru sempat terasa saat PCM Sukomanunggal menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas seluruh pengorbanan dan kerja keras Ustadz Jatim selama memimpin.
”Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Ustadz Jatim, M.A. atas pengabdiannya yang tulus dalam mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa. Semoga seluruh dedikasi, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan selama ini menjadi kenangan indah dan membawa keberkahan yang melimpah bagi beliau,” tuturnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar bagi masa depan sekolah tersebut.
Ridlwan mengawali dengan menekankan esensi kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah harus selalu membawa manfaat dan tidak boleh menjadi beban bagi lingkungan sekitar, selaras dengan hadis Rasulullah bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.
Secara khusus, Ridlwan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolsek setempat yang turut hadir. Ia memuji kontribusi nyata Kapolsek yang telah banyak membantu warga, termasuk dalam pembangunan jembatan di daerah Simo.
”Ini adalah bagian dari mengamalkan hadis Rasulullah tersebut, yaitu menjadi Kapolsek yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini tentunya akan dicatat sebagai amal saleh,” ungkapnya.
Beralih pada esensi institusi pendidikan, Ridlwan menyatakan bahwa sekolah Muhammadiyah dihadirkan untuk menjadi solusi atas berbagai permasalahan pendidikan di masyarakat. Ia meyakini bahwa kemajuan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kualitas pendidikannya. Ia mencontohkan bagaimana bangkitnya Jepang pasca-bom atom serta kemajuan pesat Tiongkok yang berakar dari fokus mereka pada sektor pendidikan.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis agar sekolah-sekolah Muhammadiyah terus memacu kualitasnya. Ia menegaskan tidak boleh ada sekolah Muhammadiyah yang justru menjadi beban atau gagal mencetak generasi yang unggul.
Kepada Kepala Sekolah SDM 29 Surabaya yang baru dilantik, ustadz Irwan, Ketua PDM Surabaya ini menitipkan pesan mendalam. Ia meminta agar kepemimpinan yang baru ini mampu memberikan dedikasi terbaiknya demi persyarikatan Muhammadiyah dan bangsa.
Terkait rencana pengembangan fisik sekolah, seperti penambahan ruang kelas (lokal) dan pembangunan aula di atas masjid, Ridlwan menyambut baik dukungan dari pihak Kepolisian. Kapolsek menyatakan kesiapannya untuk membantu mengkomunikasikan rencana pembangunan tersebut dengan pihak-pihak terkait.
Menutup sambutannya, Ridlwan melecut semangat seluruh keluarga besar SDM 29 Surabaya agar tidak berkecil hati meski menjadi sekolah dengan nomor urut bungsu di kota ini.
”Mudah-mudahan SD Muhammadiyah 29, walaupun terakhir (penomorannya), tetapi mudah-mudahan menjadi yang terbaik di Kota Surabaya ini,” pungkasnya. (Yuda)

