TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah menyelenggarakan Workshop dan Soft Launching GembiraMu (Gerakan Pendidikan Inklusif untuk Generasi Emas Muhammadiyah) pada 13–14 Mei 2026 secara hybrid di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan inklusif yang adil, responsif, dan berkelanjutan.
Program GembiraMu hadir sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka bagi seluruh peserta didik dengan beragam kebutuhan belajar. Melalui jaringan sekolah, madrasah, komunitas belajar, organisasi otonom, hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat implementasi pendidikan inklusif secara sistemik dan kolaboratif.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga membutuhkan penguatan pemahaman seluruh elemen pendukung pendidikan. Menurutnya, edukasi kepada orang tua dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun budaya inklusif. Selain itu, diperlukan pendidikan toleransi dan sikap saling menghormati sejak dini kepada anak-anak, serta penguatan kapasitas guru agar mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik. Dukungan sarana dan prasarana yang ramah inklusi juga menjadi bagian penting untuk mempermudah layanan pendidikan bagi seluruh anak.
Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari kolaborasi strategis Muhammadiyah bersama INOVASI Australia–Indonesia dalam pengembangan pendidikan inklusi. Dalam kerja sama ini telah dikembangkan Modul Pendidikan Inklusi Berjenjang mulai dari tingkat dasar, lanjut, hingga mahir sebagai fondasi penguatan kapasitas guru, kepala sekolah, fasilitator, dan berbagai aktor pendidikan lainnya.
Workshop dan soft launching GembiraMu menjadi ruang edukasi awal sekaligus forum advokasi kelembagaan untuk membangun pemahaman bersama mengenai arah pendidikan inklusif di lingkungan Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi tantangan, kebutuhan, potensi, dan kesiapan awal implementasi pendidikan inklusi di sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Dien Malik menegaskan bahwa GembiraMu bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
“Pendidikan inklusif harus menjadi bagian dari budaya pendidikan Muhammadiyah. Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan terbaik sesuai kebutuhan dan potensinya. Melalui GembiraMu, kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki kekuatan besar melalui jaringan sekolah, madrasah, perguruan tinggi, komunitas belajar, dan organisasi otonom yang dapat menjadi fondasi pengembangan pendidikan inklusif secara nasional.
“Kami berharap GembiraMu menjadi gerakan yang mampu memperkuat kesadaran bersama bahwa pendidikan bermutu harus dapat diakses oleh semua anak tanpa terkecuali. Ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan,” tambahnya.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada penyelarasan arah gerakan, penguatan komitmen kelembagaan, serta diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) terkait praktik pendidikan inklusif di lingkungan Muhammadiyah. Sementara pada hari kedua, agenda diarahkan pada penguatan jejaring, strategi advokasi, pengembangan komunitas belajar, dan arah tindak lanjut Gerakan Pendidikan Inklusif Muhammadiyah.
Peserta kegiatan terdiri atas unsur pimpinan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, penggiat pendidikan inklusi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, tim Pendidikan Inklusi INOVASI Australia–Indonesia, perwakilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah, komunitas belajar, serta Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan juga diikuti secara virtual melalui Zoom oleh anggota Majelis Dikdasmen & PNF dari berbagai daerah.
Melalui pencanangan GembiraMu, Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah berharap lahir penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Gerakan ini juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, advokasi, dan pengembangan ekosistem pendidikan inklusif Muhammadiyah secara bertahap, adaptif, dan berkelanjutan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia. (*)
✍️ Hendra Apriyadi

