Site icon TAJDID.ID

Silaturahmi Alumni Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara

Oleh : Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Menjelang sore ini, saya kedatangan tamu dari Polres Tebing Tinggi dalam rangka silaturahmi sekaligus menjajaki kolaborasi. Pertemuan sederhana di ruang tamu rumah itu terasa hangat dan penuh makna, karena menghadirkan percakapan yang tidak hanya bernuansa persahabatan, tetapi juga kepedulian bersama terhadap masyarakat dan masa depan bangsa.

Tamu tersebut adalah Kasat Intel Polres Tebing Tinggi, sesama alumni Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Beliau menempuh Program Studi Hukum, sementara saya berasal dari Ilmu Komunikasi. Meski jurusan dan masa kuliah kami berbeda, persamaan almamater membuat suasana terasa lebih ringan, santai, dan akrab. Perbedaan disiplin itu justru membuat percakapan semakin hidup—hukum bertemu komunikasi, perspektif keamanan bertemu perspektif sosial. Kasat yang satu ini pun terasa unik dan berbeda, karena sejak lahir sudah dipanggil “Jenderal”.

Pertemuan di ruang tamu rumah saya itu memberikan perspektif penting bahwa tugas dan tanggung jawab siapa pun tidak pernah bisa berjalan sendiri. Ia selalu membutuhkan dukungan dari pihak lain. Karena itu, masukan dan kritikan harus tetap disampaikan dengan semangat membantu dan membangun, bukan sekadar menyalahkan.

Obrolan dimulai dari kenangan masa kuliah—tentang kawan seangkatan, termasuk Dr. Zainuddin Gayo Gayo , dinamika diskusi, hingga dosen-dosen yang pernah membentuk cara berpikir kami. Namun seperti lazimnya pertemuan para alumni, percakapan perlahan bergerak menuju isu yang lebih luas: bangsa, keamanan, literasi masyarakat, dan masa depan ruang publik kita.

Perbincangan kami juga menyentuh soal perubahan sikap anak-anak dan generasi muda yang terasa jauh berbeda dibandingkan generasi kami dahulu. Diselingi canda renyah, kami mengenang bagaimana dulu kami saling berkomunikasi dengan alat yang sangat sederhana. Kini teknologi berkembang sangat pesat, cara berinteraksi berubah, dan kita semua dituntut untuk menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar.

Kami pun berdiskusi tentang berbagai persoalan sosial di masyarakat—mulai dari bahaya narkoba, dinamika media sosial, hingga beragam persoalan sosial lainnya yang membutuhkan komunikasi dan edukasi yang berkelanjutan. Semua itu tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu pihak; diperlukan kerja bersama antara aparat, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan masyarakat luas.

Kami berbicara panjang tentang bagaimana masyarakat dan kepolisian perlu bersinergi untuk terus mengedukasi publik agar semakin taat hukum serta mampu bermedia sosial secara bijak. Di era digital, ruang maya sering kali menjadi ruang yang riuh, cepat memantik emosi, dan mudah menimbulkan salah paham. Literasi digital dan edukasi hukum menjadi kebutuhan bersama.

AKP Andi Sujenderal selaku Kasat Intel menyampaikan bahwa kepolisian siap bekerja bersama Muhammadiyah dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Polisi juga terbuka menerima masukan dan kritikan sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat. Sikap terbuka ini memberi pesan kuat bahwa keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kemitraan.

Sebagai aparat intelijen, beliau menekankan pentingnya deteksi dini dan membaca tanda-tanda zaman. Bahwa keamanan bukan semata urusan aparat, tetapi kesadaran kolektif masyarakat. Saya pun menyampaikan kegelisahan tentang menjaga wibawa negara di tengah riuhnya ruang publik, serta pentingnya kaum terdidik agar tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi turut menghadirkan solusi.

Percakapan mengalir tanpa sekat. Tidak ada jarak jabatan, tidak ada formalitas berlebihan. Yang ada hanyalah dua alumni yang sama-sama percaya bahwa ilmu harus berbuah pengabdian.

Pertemuan sore itu kembali mengingatkan saya bahwa perubahan besar sering kali tidak lahir dari forum besar. Ia lahir dari percakapan kecil yang jujur, hangat, dan penuh kesadaran.

Dan di ruang tamu sederhana itu, kami tidak sekadar bernostalgia sebagai alumni. Kami saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa yang ingin melihat negeri ini tetap tenang, tenteram, dan berdiri dengan martabat. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Exit mobile version