Site icon TAJDID.ID

FKIP UHAMKA Kirim 7 Mahasiswa Magang di Bandara dan Hotel di Jepang

TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Mahasiswa semester 6 dari program studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Uhamka berjumlah 7 orang mengikuti program magang atau internship di Bandara Haneda Tokyo Jepang dan perhotelan di wilayah Tokushima, Jepang.

Kegiatan magang ini dilaksanakan dari Februari 2026 sampai Februari 2027 untuk di Bandara Hanedo Tokyo dan Mei 2026 hingga Mei 2027 untuk perhotelan di wilayah Tokushima, Jepang.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP UHAMKA, Dr. Rita Agustina Karnawati, M.Pd., mengatakan bahwa program internship di Jepang ini didesain agar mahasiswa mampu berkomunikasi dengan baik serta mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia kerja dan membuka peluang untuk bisa bekerja tidak hanya menjadi guru tapi juga di berbagai perusahaan atau lembaga yang relevan.

“Sesuai dengan kurikulum Pendidikan Bahasa Jepang yang berbasis OBE, bahwa CPL dalam mata kuliah berbicara, membaca, menulis, dan mendengar bahwa mahasiswa harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan menggunakan bahasa Jepang, tujuan internship adalah peningkatan kompetensi berbahasa jepang dan memahami budaya kerja di jepang”. Ujar Rita saat seremoni pelepasan mahasiswa magang ke Jepang di FKIP UHAMKA, Rabu (06/05/26).

Sementara itu, Dekan FKIP UHAMKA, Purnama Syaepurrohman, Ph.D, mengapresiasi kesungguhan dan konsistensi berbagai program studi di lingkungan FKIP Uhamka untuk menciptakan kesempatan magang dan praktek mengajar tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di berbagai negara

“Saya sangat mengapresiasi kesungguhan dan konsistensi dari Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP UHAMKA yang setiap semester mengirimkan mahasiswanya untuk internship ke Jepang. Ini memberi kesempatan pengalaman yang luar biasa kepada para mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa kita yang langsung bisa bekerja di Jepang”. Ujarnya

“Selain magang di Jepang, mahasiswa kita juga dari berbagai prodi sudah pernah melaksanakan praktek mengajar di sekolah-sekolah di Malaysia, Filipina, Vietnam, Australia dan Thailand. Ini yang terus kita tingkatkan, mulai dari pembinaan mahasiswa di masing-masing prodi hingga penguatan jaringan Internasional. Sehingga lulusan kita menjadi pendidik yang unggul dan bahkan bisa bekerja di berbagai lembaga dan perusahaan yang relevan selain menjadi guru,” ungkapnya. (Amr)

Exit mobile version