TAJDID.ID~Kulon Progo || Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan ground breaking pembangunan Gedung Muhammadiyah Training Center (MTC), Sabtu (9/5) di Dishil, Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo.
Pembangunan ini, kata Agus Suroyo, merupakan inisiasi Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sejak bulan Oktober 2025. “Pada waktu itu, kami diberi tugas Pak Didik untuk carikan tanah dekat Bandara YIA. Alhamdulillah menemukan di sini,” katanya.
MTC, sambung Agus, dibangun di atas tanah seluas 5.179 m2. “Insyaallah mudah-mudahan dimudahkan oleh Allah. Dan mudah-mudahan ekonominya baik-baik saja, sehingga cepat pembangunannya,” ucap Direktur MTC itu, dihadapan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib.
Agus mengerucutkan, salah satu program MTC yaitu program pelatihan bahasa melalui program double track kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dengan pihak Jerman. Program tersebut menunjukkan perkembangan yang siginifikan.
“Total murid kita yang mengikuti program double track yang nanti akan kita berangkatkan ke Jerman se-Indonesia ada 758 anak. Dan yang masih proses saat ini ada 120-an masih proses registrasi sehingga total nanti ketika ini sudah semuanya bergabung ada 970 anak,” jelasnya.
Konsep dari MTC ini memadukan kelas berbasis experience learning. Ada klaster laboratorium, inkubasi bisnis, zona teknologi dan media masa depan, juga leadership.
“Ini salah satu upaya kita ingin mengembangkan pendidikan non-formal,” ujarnya, menyebut variabelnya berupa kesetaraan melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) dan LKP (Lembaga Kurus dan Pelatihan). “Jadi pendidikan kesetaraan tapi plus,” imbuhnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi mengharapkan Gedung MTC ini diproyeksikan menjadi pusat bahasa. Baginya, ini sangat penting bagi siswa Muhammadiyah, lebih-lebih ketika melanjutkan studi di luar negeri.
“Dengan hadirnya anak-anak kita yang belajar di luar negeri tentu akan mensyiarkan, mendakwahkan Muhammadiyah, sehingga bisa dirasakan nilai-nilai Kemuhammadiyahan di luar negeri,” tekannya.
Di samping itu, MTC dikonstruksikan sebagai Tefa (teaching factory). Artinya, fokus pada penjurusan yang dibutuhkan oleh dunia industri masa kini.
“Walaupun tidak banyak (jurusannya), tapi paling tidak kita bisa membantu MTC ini sebagai salah satu pasangan industrinya, sehingga anak-anak di sekitar sini tidak kesulitan mencari tempat pelatihan atau praktik kerja lapangan (PKL),” imbuh Didik.
Demikian pula, akan menjadi pusat pelatihan, baik bagi kepala sekolah, guru, maupun peserta didik. “Kita optimalkan pemanfaatan gedung ini sehingga kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah,” tegasnya. Bersamaan dengan itu, tambah Didik, tempat penempaan ideologi Muhammadiyah.
“Harapannya akan jadi tempat untuk Baitul Arqam, sehingga kader Muhammadiyah mulai dafi ideologi, komitmen, wawasan mereka terhadap nilai-nilai Kemuhammadiyahan akan semakin baik,” tandasnya.
Wakil Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata mengapresiasi atas ground breaking Gedung MTC ini. Bagi Gita, gedung ini nantinya bisa dijadikan tempat pengembangan kualitas pendidikan Muhammadiyah.
“Itu semua adalah bagian dari dakwah Persyarikatan yang ada di Kulon Progo yang semoga nanti banyak bermanfaat buat kita smeuanya, khususnya warga Persyarikatan,” katanya.
Seturut itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan sangat bangga dengan adanya pembangunan Gedung MTC ini. “Harapannya mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas peserta didik menjadi generasi yang siap bekerja,” bebernya.
Sementara, Irwan Akib mendorong agar proses pembangunan Gedung MTC bisa segera selesai dan digunakan sebagaimana semestinya. Lebih-lebih pangkalnya menjadi tempat pelatihan bagi kepala sekolah, guru, maupun peserta didik. “Yang memang dibutuhkan hari ini,” celetuknya.
Terlebih menggarisbawahi pusat pelatihan bahasa, yang menjadi kebutuhan sangat mendesak. “Termasuk adik-adik siswa SMA/SMK yang akan kuliah juga penting untuk menguasai bahasa,” imbuhnya sekali lagi. Di sini, Irwan optimis Gedung MTC ini menjadi wajah baru pendidikan nonformal Muhammadiyah di masa depan.
“Program ini akan menjadi sangat bagus bagi perkembangan pendidikan baik di Muhammadiyah maupun pendidikan kita secara nasional,” pungkasnya. (*)
Penulis: Cris/Hendra Apriyadi

