Site icon TAJDID.ID

Sinergi Ketahanan Pangan: Dekan FH UMMAS Puji Inovasi 10 Hektar Jagung Lapas Labuhan Ruku

Dekan FH UMMAS, Sofian, SH, MH.

TAJDID.ID~Asahan || Langkah progresif Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, ST, SH, MH, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional menuai apresiasi luas. Salah satunya datang dari Dekan Fakultas Hukum dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Asahan (UMMAS), Sofian, SH, MH.

Apresiasi tersebut diberikan atas inisiatif Lapas Labuhan Ruku yang menyulap lahan produktif seluas 10 hektar di wilayah Air Joman menjadi perkebunan jagung. Program ini dinilai sebagai terobosan nyata dalam mengintegrasikan fungsi pembinaan hukum dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Kepemimpinan Progresif dan Humanis

Sofian menilai, kebijakan yang diambil Dr. Hamdi Hasibuan mencerminkan paradigma kepemimpinan yang progresif. Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan implementasi sistem pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.

“Langkah ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Program ini menunjukkan bahwa Lapas tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan hukum, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan yang memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sofian dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

 

Nilai Rehabilitatif bagi Warga Binaan

Selain mendukung stabilitas pangan nasional, Sofian menekankan bahwa keterlibatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam pengelolaan lahan ini memiliki nilai rehabilitatif yang sangat tinggi.

Beberapa poin utama manfaat program ini antara lain:

 

Menjadi Role Model Nasional

Sinergi antara pembinaan warga binaan dengan kebutuhan pembangunan nasional ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Lembaga Pemasyarakatan lainnya di Indonesia. Sofian berharap keberlanjutan program ini tetap terjaga di bawah kepemimpinan yang adaptif.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat Dr. Hamdi Hasibuan dalam membangun sistem pelatihan yang humanis, produktif, dan peka terhadap kebutuhan pembangunan nasional,” pungkasnya.

Dengan adanya kolaborasi sektor hukum dan pertanian ini, Lapas Labuhan Ruku membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang lebih berdaya guna.(*)

Penulis: Ismail Koto

Exit mobile version