TAJDID.ID~Batu Bara || Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Batu Bara memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, dalam mengoptimalkan lahan produktif seluas 10 hektar di wilayah Air Joman.
Ketua IMM Batu Bara, Abdillah Azis Tarigan, SH, menilai pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung tersebut bukan sekadar upaya pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan wujud kepemimpinan visioner dalam merehabilitasi warga binaan.
“Langkah yang digagas Bapak Dr. Hamdi Hasibuan adalah terobosan positif. Pemanfaatan lahan 10 hektar ini menunjukkan keseriusan Lapas Labuhan Ruku dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan pelatihan produktif bagi warga binaan,” ujar Abdillah, Kamis (6/7).
Baca juga: Sinergi Ketahanan Pangan: Dekan FH UMMAS Puji Inovasi 10 Hektar Jagung Lapas Labuhan Ruku
Pembinaan Kemandirian dan Mental
Menurut Abdillah, program ini memiliki dimensi sosial yang luas. Selain aspek ekonomi, aktivitas pertanian di lapangan menjadi sarana pembangunan keterampilan, produktivitas, serta kemandirian mental bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Ia memandang sinergi antara pembinaan narapidana dan sektor pertanian sebagai model pelatihan modern yang ideal. “Ini bukan hanya rehabilitasi, tapi juga edukasi yang memiliki dampak sosial jangka panjang agar mereka punya bekal saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Dukungan Penuh Terhadap Inovasi
Sebelumnya, Kalapas Labuhan Ruku bersama Tim Bimbingan Kerja (Bimker) telah meninjau langsung kesiapan lahan di Air Joman. Tidak hanya memantau, Dr. Hamdi bahkan turun langsung membersihkan area lahan dari semak belukar guna memastikan tanah siap diolah secara optimal.
Dalam keterangannya, Dr. Hamdi Hasibuan menegaskan bahwa program ini adalah dukungan nyata terhadap instruksi pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pangan. Ia berharap warga binaan dapat menyerap ilmu pertanian ini sebagai modal hidup yang mandiri di masa depan.
Menutup pernyatannya, IMM Batu Bara menyatakan dukungan penuh atas inovasi ini dan berharap program pengelolaan lahan jagung tersebut berjalan maksimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional. (*)
Penulis: Ismail Koto

