TAJDID.ID-Madiun 🔳 Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) mengadakan Baitul Arqam Dasar (BAD) mahasiswa UMMAD 2026.
BAD mahasiswa UMMAD 2026 ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Kabupaten Madiun, diikuti mahasiswa dari semester 2,4,6,8 selama 2 hari, Sabtu-Ahad, 2-3 Mei 2026.
Ada 5 materi pokok BAD yang disampaikan para narasumber yaitu Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Kaifiyah ibadah HPT Muhammadiyah; Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu amaliah dan amal ilmiah (Leadership profetik Rasulullah).
Juga materi mengenai Profil kader Muhammadiyah dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah, Fiqih Al-Ma’un, Filantropi Lazismu serta Etos kerja kader Muhammadiyah.
Selain menghadirkan pemateri yang menyampaikan materi, BAD mahasiswa UMMAD juga diisi materi Focus Group Discussion (FGD) berupa sesi brainstorming yang akan dipandu IMM UMMAD serta materi Shalat Tahajud, Fathul Qulub,Shalat Subuh.
Direktur AIK UMMAD, Drs.Suyono, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan BAD bertujuan unntuk menginternalisasi nilai-nilai nilai perjuangan tokoh Muhammadiyah yang hasilnya bisa dlihat bersama-sama saat ini.
Apakah rumah sakit, sekolah, perguruan tinggu. Itu adalah hasil perjuangan para founding father yang dulu tdaik punya apa-apa.
“Ketika membuka sekolah awal tidak punya uang tidak punya SDM malah banyak tantangan luar biasa. Hasil sekarang inilah yang disebut dengan model teologi Al Maun yang dilandasi niat ikhlas, munculnya nilai perjuangan itu dari hati nurani. Kalau masih kecil kita kondisikan agar jadi besar, kalau sudah besar beda lagi cara mengelolanya,” jelasnya.
Suyono meyakini, dengan adanya BAD ini akan muncul kader-kader mahasiswa untuk regenerasi baik di pimpinan AUM, ortom, badan, lembaga karena central pengkaderan juga di universitas Muhammadiyah.
Sementara itu, Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si menyampaikan 3 pesan penting yang disampaikan Plt.Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana Prasarana dan AIK, Dr. Suwardi, M.Ag saat menyampaikan sambutan.
Pertama mengenai pembentukan karakter Islam berkemajuan yang tidak hanya dari sisi formalitas tapi juga dari sisi nilai-nilai akhlaqul kharimah, tawadhu, jujur, amanah dan empati sosial tinggi.
Kedua, internalisasi kader memberi pandangan Islam wasathiyah, pertengahan, pandangan hidup tengah, tidak ekstrim kanan tidak ekstrim kiri, tapi bisa memadukan hidup dunia dan akherat.
Ketiga adalah transformasi mahasiswa sebagai agen perubahan. Setelah keluar dari BAD ada perubahan dalam perilaku jadi mahasiswa yang disiplin memiliki ghirah semangat tinggi berkontribusi lingkungan sekitar.
“UMMAD berkomitmen penuh melahirkan sarjana yang tidak hanya siap kerja tapi juga siap berjuang diluar sana yang sangat kompetitif. Keahlian teknis bisa dipelajari siapa saja tapi integritas, keteguhan dan iman jadi Kompas akan menyelamatkan Anda ditengah cepatnya perkembangan jaman,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan pesan khusus manfaatkan masa muda untuk menempa diri. Orang besar lahir dari proses yang tidak mudah, perubahan perlu proses. (PJ)

