No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Natsir: Dari Alahan Panjang ke Jalan Panjang Republik

3 April 2026
in Islam, Jufri Daily, Kebangsaan, Keislaman, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

✍️ Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Sejarah bangsa sering lahir dari kota-kota besar, dari gedung parlemen, dari ruang-ruang diplomasi. Namun kadang, ia justru berawal dari tempat sunyi di kaki gunung, dari kampung yang jauh dari pusat kekuasaan. Kisah itu melekat pada perjalanan Mohammad Natsir, seorang anak Minangkabau dari Alahan Panjang yang kelak mengubah arah perjalanan republik.

Perjalanan hidupnya seolah menjadi metafora: dari kampung kecil menuju panggung besar, dari ruang belajar menuju ruang sidang negara, dari pendidikan menuju pengabdian kebangsaan.

 

Dari Tanah Dingin Minangkabau

Alahan Panjang bukan pusat politik. Ia adalah daerah pegunungan yang sejuk di Sumatera Barat. Namun tradisi Minangkabau memiliki warisan intelektual yang kuat: merantau, belajar, berdiskusi, dan berkontribusi bagi masyarakat luas.

Di lingkungan seperti itulah Natsir tumbuh. Ia tidak hanya belajar ilmu umum, tetapi juga menyerap nilai Islam, adab, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan baginya bukan sekadar jalan karier, melainkan jalan pengabdian.

Sejak muda, Natsir dikenal sebagai sosok intelektual: gemar membaca, menulis, dan berdiskusi. Ia menempuh jalur pendidikan modern, tetapi tetap berpijak pada nilai keislaman. Perpaduan ini kelak membentuk wataknya sebagai pemikir sekaligus negarawan.

 

Intelektual yang Memilih Jalan Bangsa

Banyak orang berilmu memilih menjadi akademisi. Banyak aktivis memilih menjadi politisi. Natsir menempuh keduanya—dan melampauinya.

Ia masuk ke dunia pergerakan, terlibat dalam pendidikan, dakwah, dan politik. Namun politik yang ia jalani bukan politik perebutan kekuasaan, melainkan politik kenegaraan.

Baginya, negara adalah amanah.
Bangsa adalah tanggung jawab.
Kekuasaan hanyalah alat untuk kemaslahatan.

Prinsip inilah yang kelak memuncak dalam satu momen bersejarah: Mosi Integral 3 April 1950.

 

Jalan Panjang Menyelamatkan Persatuan

Pasca pengakuan kedaulatan 1949, Indonesia berada dalam bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara ini terpecah dalam banyak negara bagian—warisan politik kolonial yang berpotensi memecah Indonesia selamanya.

Di tengah situasi genting itu, Natsir berdiri di parlemen RIS. Ia tidak mengobarkan emosi. Ia tidak memobilisasi kekuatan jalanan. Ia menawarkan gagasan: mengajak seluruh negara bagian kembali melebur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebuah ajakan sederhana, tetapi menentukan arah sejarah.

Mosi Integral diterima. Indonesia kembali menjadi NKRI pada 17 Agustus 1950. Tanpa perang. Tanpa kudeta. Tanpa pertumpahan darah.

Inilah jalan panjang republik—yang pada satu tikungan pentingnya, diselamatkan oleh gagasan seorang anak dari Alahan Panjang.

 

Politik Santun dan Kenegaraan

Di era sekarang, politik sering dipersepsikan sebagai arena konflik, perebutan pengaruh, dan pertarungan kepentingan. Namun sejarah menunjukkan bahwa politik juga bisa menjadi ruang kebijaksanaan.

Natsir memperlihatkan bahwa kekuatan gagasan mampu menyatukan yang tercerai. Bahwa dialog bisa menggantikan konflik. Bahwa persatuan bisa diraih tanpa paksaan.

Ia memilih jalan sunyi: merangkul, bukan memukul. Mengajak, bukan memaksa. Menyatukan, bukan menaklukkan.

 

Dari Kampung ke Sejarah Bangsa

Kisah Natsir mengajarkan satu pelajaran penting: besar kecilnya tempat lahir tidak menentukan besar kecilnya kontribusi seseorang. Yang menentukan adalah keluasan visi, ketulusan niat, dan keberanian mengambil tanggung jawab.

Dari Alahan Panjang, langkahnya menempuh jalan panjang republik.
Dari ruang belajar, ia menuju ruang sejarah. Dari gagasan, ia mengubah arah bangsa.

BACA JUGA

Pengkaderan dan Jalan Panjang Muhammadiyah Membangun Peradaban

81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?

Ekstremisme Kajian Mental Sebagai Delik Pidana

Semarak Muktamar, 40 Ribu Warga Muhammadiyah Bantul Ikuti Jalan Sehat

Silaturahim Syawal 1446 H di UMSU: Momentum Menguatkan Komitmen Menuju Muktamar 2027

Azmi Syahputra Soroti Vonis Bebas Yu Hao: “Sinyal Bahaya bagi Kedaulatan Hukum dan Kekayaan Alam”

 

Menjaga Warisan Jalan Panjang

Hari ini, NKRI berdiri sebagai negara besar dengan tantangan yang jauh lebih kompleks. Persatuan tetap menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai.

Sejarah mengingatkan kita bahwa republik ini pernah diselamatkan oleh kejernihan berpikir dan ketulusan hati. Maka tugas generasi hari ini bukan sekadar mengagumi masa lalu, tetapi melanjutkan jalan panjang itu.

Karena republik ini tidak hanya dibangun oleh mereka yang berteriak paling keras, tetapi oleh mereka yang berpikir paling jernih dan mencintai bangsa dengan tindakan nyata. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: M NatsirMohamad NatsirNatsir
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Jika Islam Berpolitik
Nukilan

Jika Islam Berpolitik

by Mujaddid
25 November 2019
2.4k
Waspada Politik Tangan Palsu
Nukilan

Waspada Politik Tangan Palsu

by Mujaddid
28 Agustus 2019
1.2k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.