No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Menjaga Batas di Tengah Godaan Kekuasaan

6 April 2026
in Jufri Daily, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Jufri

Pernyataan Saiful Mujani yang seakan mengarah pada dorongan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto di luar mekanisme konstitusional segera memantik perhatian. Ia bukan sekadar pernyataan biasa, melainkan cermin dari kegelisahan yang lebih dalam, tentang bagaimana kita memandang aturan, kekuasaan, dan batas di antara keduanya.

Demokrasi kita, jika direnungkan pelan-pelan, memang menyimpan ironi. Pada satu waktu, kita menyaksikan bagaimana sesuatu yang semula tidak memenuhi syarat konstitusional justru diupayakan agar menjadi sah. Aturan ditafsirkan ulang, mekanisme disesuaikan, bahkan konstitusi bisa direvisi. Semua berlangsung dalam koridor formal, tetapi sering menyisakan ruang tanya: apakah ini sekadar proses hukum, atau ada kehendak yang terlalu kuat di baliknya?

Namun di waktu lain, muncul kecenderungan yang berbeda arah—keinginan untuk menyingkat jalan, melompati prosedur, bahkan mengabaikan mekanisme yang tersedia. Seolah-olah ketika aturan tidak lagi memberikan hasil yang diharapkan, maka ia tidak lagi perlu diikuti.

Dua kecenderungan ini, jika dilihat lebih jernih, tidak benar-benar berseberangan. Keduanya lahir dari rasa yang sama: ketidaksabaran. Sebuah dorongan untuk mempercepat hasil, meskipun harus mengorbankan proses.

Padahal demokrasi justru berdiri di atas kesediaan untuk menunda. Ia mengajarkan bahwa tidak semua keinginan harus segera diwujudkan, dan tidak semua ketidakpuasan harus diselesaikan dengan tergesa-gesa. Ada waktu, ada mekanisme, dan ada batas yang harus dihormati.

Saya termasuk orang yang tidak setuju Presiden Prabowo Subianto dijatuhkan, apalagi melalui jalan inkonstitusional. Namun pada saat yang sama, tidak bisa diabaikan bahwa beliau memimpin dalam situasi yang tidak sederhana. Ada warisan praktik politik yang dalam beberapa hal telah membuat aturan terasa lentur, bahkan bisa dinegosiasikan. Dalam ruang seperti itu, menjaga konsistensi bukan perkara mudah.

Kita mungkin perlu melihat persoalan ini tidak hanya dari satu sisi. Ketika konstitusi terlalu mudah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, maka perlahan ia kehilangan wibawanya. Dan ketika wibawa itu melemah, muncul godaan untuk tidak lagi menjadikannya rujukan utama. Di titik itulah, pernyataan-pernyataan yang sebelumnya terasa ekstrem bisa mulai dianggap wajar.

Sejarah seperti Reformasi 1998 pernah memberi pelajaran bahwa perubahan besar tidak harus selalu berarti menghancurkan seluruh tatanan. Bahkan dalam tekanan yang begitu kuat, bangsa ini masih berusaha menjaga agar perubahan tetap memiliki legitimasi.

Hari ini, tantangannya terasa lebih halus. Tidak ada gejolak besar, tetapi ada pergeseran kecil dalam cara kita memandang aturan. Sedikit demi sedikit, tanpa disadari, batas itu bergeser.

BACA JUGA

BEM SI Akan Akan Geruduk Kantor KPK Senin 27 September

Pendampingan Penjaminan Mutu Pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya, Dorong Penguatan Layanan dan Inovasi Sekolah

Ponpes Al~Furqon Muhammadiyah Lamongan Dibakar Orang yang Tak Bertanggungjawab

Saling Sindir Edy Rahmayadi dan Ijeck

“Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya” dan Tantangan Menjaga Ruh Muhammadiyah

Moratorium Umrah, Abdul Mu’ti: Keputusan Arab Saudi Bisa Dipahami

Mungkin benar bahwa pernyataan Saiful Mujani hanyalah satu suara di tengah banyak pandangan. Namun ia juga bisa dibaca sebagai gema dari sesuatu yang lebih luas: kebiasaan elit politik yang kadang terlalu mudah memperlakukan konstitusi sebagai alat, bukan sebagai pijakan.

Dan dari situlah semuanya berawal.

Sebab pada akhirnya, persoalan demokrasi bukan hanya tentang siapa yang sedang berkuasa, melainkan tentang apakah kita masih bersedia tunduk pada batas yang kita sepakati bersama. Batas yang mungkin terasa tidak nyaman, tetapi justru itulah yang menjaga agar kekuasaan tidak kehilangan arah. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: Prabowo SubiantoSaiful Mujani
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Yang Penting Pidato
Kebangsaan

Yang Penting Pidato

by Mujaddid
3 Agustus 2026
62
Satria Unggul Wicaksana Prakasa, S.H., M.H.,
Muhammadiyah

Anggap Stigmatisasi ‘Londo Ireng’ Ancam Demokrasi, Fordek FH PTM Layangkan 4 Tuntutan Sikap

by Mujaddid
28 Juli 2026
91
NCBI Desak Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana
Nasional

NCBI Desak Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

by Mujaddid
8 Juni 2026
79
Bukan Cuma Penguasa, Rakyat Juga Ingin Kaya Raya!
Nasional

Bukan Cuma Penguasa, Rakyat Juga Ingin Kaya Raya!

by Mujaddid
20 Mei 2026
111
Kritik Gratis, Jembatan Tidak Jadi
Nasional

Kritik Gratis, Jembatan Tidak Jadi

by Mujaddid
9 April 2026
91
Peran Perguruan Tinggi Strategis Bantu KY Jaga Martabat Hakim melalui Catur Dharma
Muhammadiyah

Fordek FH PTM Desak Presiden Terbitkan Perppu dan Kembalikan 57 Eks Pegawai KPK

by Mujaddid
24 Oktober 2025
79
Gebrakan Prabowo: Dejokowisasi?
Nasional

Gebrakan Prabowo: Dejokowisasi?

by Mujaddid
15 September 2025
198
Pakar Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Keputusan Efektif Presiden
Nasional

Pakar Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto: Keputusan Efektif Presiden

by Mujaddid
1 Agustus 2025
97
ICMI Aceh Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo: Jadikan sebagai Iktibar
Daerah

ICMI Aceh Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo: Jadikan sebagai Iktibar

by Mujaddid
18 Juni 2025
84
Dandhy Laksono Ungkap 5 Penyebab “Pembangkangan” terhadap Program Efisiensi Prabowo
Nasional

Dandhy Laksono Ungkap 5 Penyebab “Pembangkangan” terhadap Program Efisiensi Prabowo

by Mujaddid
15 Februari 2025
137

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.