TAJDID.ID~Surabaya 🔳 Semangat kebersamaan dan penguatan kualitas pendidikan menjadi warna utama dalam agenda Halalbihalal dan Silaturrahim Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) Muhammadiyah se-Kota Surabaya yang digelar pada Sabtu (25/4/2026). Bertempat di Smamda Tower, acara ini mengusung tema inspiratif: “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah Kota Surabaya.”
Ketua Panitia, Amang Muazam, M.Pd.I., menjelaskan bahwa agenda tahunan ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.
”Agenda utamanya adalah silaturrahim untuk mempererat persaudaraan. Kami juga mendatangkan narasumber penceramah dari Pimpinan Pusat untuk mengasah kemampuan dan meng-upgrade pemahaman kami tentang agama dan pendidikan,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Menurut laporan panitia, kurang lebih sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan hadir memenuhi lokasi acara. Kehadiran mereka mencerminkan soliditas insan pendidik Muhammadiyah dalam membangun visi pendidikan yang lebih maju di Kota Surabaya.
Selain sebagai wadah penguatan ideologi dan kompetensi, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai hadiah menarik. Amang berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung secara berkesinambungan setiap tahunnya dengan kualitas yang semakin meningkat.
”Harapan kami kegiatan ini bisa berjalan tiap tahun, berkesinambungan, dan tahun depan lebih baik lagi. Karena setiap tahun ada doorprize-nya, kami harap tahun depan doorprize-nya bertambah, termasuk door prize umrah, sehingga teman-teman guru bisa lebih bahagia,” tegasnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antar sekolah untuk menghapuskan kesenjangan kualitas pendidikan di lingkungan Muhammadiyah Surabaya.
Ridlwan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK, hingga MTs atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, silaturrahim ini adalah momentum wajib untuk mempererat hubungan antar guru dari berbagai sekolah.
”Harapan PDM Surabaya, ke depan tidak ada lagi istilah sekolah kecil yang merasa tidak mampu. Semua harus memiliki kesetaraan yang kuat. Yang kecil merasa kuat, dan yang besar terus bersinergi merangkul yang lain,” tegasnya.
Salah satu poin krusial yang menjadi catatan PDM Surabaya dari pertemuan ini adalah isu kesejahteraan guru dan karyawan. Menanggapi arahan Ketua PP Muhammadiyah mengenai kolaborasi, Ridlwan mengungkapkan rencana strategis PDM Surabaya untuk melakukan studi banding ke Pekalongan.
”Kami akan segera melakukan studi banding ke Pekalongan. Di sana, PDM-nya mampu mengkolaborasikan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sehingga kesejahteraan gurunya meningkat secara signifikan. Ini yang akan kita pelajari dan terapkan di Surabaya,” ungkapnya.
Melalui tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah Kota Surabaya”, PDM Surabaya ingin memastikan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya dilihat dari kemegahan infrastruktur, tetapi juga dari keharmonisan hubungan dan kesejahteraan para pendidiknya.
“Dengan adanya model “taaruf” atau saling mengenal antar instansi yang lebih erat, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang lahir dari kerja sama antar sekolah Muhammadiyah se-Surabaya demi mencetak generasi unggul di masa depan,”. tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes. menyampaikan rasa bangganya terhadap gerak progresif pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Ia menyebut bahwa Surabaya telah berhasil menggerakkan sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi institusi yang unggul dan berkemajuan.
”Salah satunya adalah SMA Muhammadiyah Surabaya (SMAMDA) ini, yang menjadi bagian membanggakan bagi umat. Kami menyebutnya terus berkembang menjadi Center of Excellence Muhammadiyah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa keberhasilan satu sekolah unggulan harus membawa dampak bagi sekolah lain di sekitarnya. Ia berharap sekolah-sekolah yang sudah mapan dapat menjadi mentor bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya agar kualitas pendidikan merata di seluruh Surabaya.
Ia berharap sekolah unggulan di Surabaya dapat membimbing lingkungan sekitarnya untuk ikut menjadi sekolah yang maju. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat mengapresiasi ikhtiar kolektif yang dilakukan oleh PDM Surabaya dan Majelis Dikdasmen dalam mengawal visi ini.
Menutup pesannya, Agus mengingatkan kembali wasiat dari tokoh besar Muhammadiyah, KH AR Fachruddin, mengenai profil lulusan pendidikan Muhammadiyah yang ideal.
Menurutnya, lulusan Muhammadiyah harus memiliki tiga pilar keunggulan.
Pertama, Unggul Moral Spiritual: Memiliki landasan tauhid dan akhlak yang kokoh.
Kedua, Unggul Intelektual: Cakap dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ketiga, Unggul Peran Sosial: Mampu berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan global.
”Jika karakter unggul moral dan intelektual sudah terpenuhi, maka mereka akan unggul dalam peran sosial, membangun umat, bangsa, bahkan kemanusiaan global,” pungkasnya.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang terbangun dalam acara ini, Muhammadiyah Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan berkemajuan bagi masyarakat. (✍️ Yuda)

