Site icon TAJDID.ID

Kisah Si Cerdik Taklukkan Si Cerdas

Gambar ilustrasi.

Adakah makhluk di dunia ini yang hanya memiliki tiga kaki?

Pertanyaan itu terdengar ganjil, bahkan nyaris mustahil untuk dijawab. Lazimnya, makhluk hidup berkaki dua, berkaki empat, atau bahkan tak berkaki sama sekali seperti ular dan sejenisnya. Namun, di tangan seorang sufi jenaka bernama Nasrudin Hoja, pertanyaan sederhana semacam itu justru bisa berubah menjadi jebakan yang menggelitik.

Kisah ini termuat dalam buku Shalat Jumat di Hari Kamis: 101 Kisah Jenaka Nasrudin Hoja yang dihimpun Muhibin.

Syahdan, pada suatu hari, terdengar kabar bahwa seorang lelaki yang sangat cerdas sedang singgah di daerah tempat Nasrudin tinggal. Lelaki itu dikenal luas sebagai sosok berilmu tinggi, gemar berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, dan melayani berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Reputasinya begitu besar. Banyak orang meyakini bahwa tak ada satu pun persoalan yang tak sanggup ia jawab.

Mendengar kabar itu, Nasrudin justru tertarik untuk menguji kepintaran sang tamu.

Di hadapan warga yang mulai berkerumun, Nasrudin mendekat lalu berkata dengan tenang; “Wahai Tuan, saya ingin mengajukan satu pertanyaan. Jika Tuan tidak mampu menjawab, Tuan harus membayar saya 10 dirham. Setelah itu, Tuan boleh bertanya kepada saya. Jika saya gagal menjawab, saya hanya membayar 1 dirham. Bukankah itu adil? Tuan berilmu tinggi, sedangkan saya orang biasa.”

Sang cendekia terdiam sejenak. Setelah menimbang, ia pun menganggukkan kepala, menerima tantangan itu.

Nasrudin lalu melontarkan pertanyaannya; “Makhluk apa yang memiliki tiga kaki?”

Mendadak suasana menjadi hening.

Sang orang pintar mengerutkan kening. Ia berpikir keras. Sorot matanya menatap kosong, seakan menyisir seluruh pengetahuan yang pernah ia kumpulkan. Warga yang mengelilingi mereka menunggu dengan penuh rasa ingin tahu.

Waktu berlalu, namun jawaban tak kunjung datang.

Akhirnya, dengan nada menyerah, ia berkata, “Saya tidak tahu.”

Sontak, warga yang menyaksikan kejadian itu saling pandang. Sosok yang selama ini dikenal tahu segalanya ternyata tak mampu menjawab pertanyaan sederhana dari Nasrudin.

Sesuai kesepakatan, ia pun menyerahkan 10 dirham.

Kini giliran sang cendekia yang bertanya. Dengan nada penasaran bercampur heran, ia menatap Nasrudin.
“Baiklah, sekarang giliranku. Katakan, makhluk apakah yang memiliki tiga kaki?”

Nasrudin tersenyum tipis. Tanpa sedikit pun ragu, ia menjawab; “Saya juga tidak tahu.”

Seketika itu pula, ia mengeluarkan satu dirham dari sakunya dan menyerahkannya kepada sang penanya.

Di tangannya, masih tersisa sembilan dirham.

Sang orang pintar pun tertawa terbahak-bahak, menyadari bahwa dirinya baru saja dikalahkan bukan oleh ilmu, melainkan oleh kecerdikan khas seorang sufi. Sementara warga yang menyaksikan peristiwa itu hanya bisa memandang keduanya dengan rasa kesal sekaligus geli.

Begitulah Nasrudin Hoja—sering kali menaklukkan kesombongan intelektual bukan dengan jawaban, melainkan dengan kelicikan yang jenaka dan penuh makna. (*)

Exit mobile version