Site icon TAJDID.ID

APKPSI Gelar Rapat Kordinasi dalam Rangka Orientasi Penyelenggaraan Program Kerja Tahun 2026 Bandung

TAJDID.ID~Medan 🔳 Asosiasi Program Studi Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial Indonesia (APKPSI) menggelar Rapat Kordinasi dalam rangka Orientasi Penyelenggaraan Program Kerja Tahun 2026.

Rapat kordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua APKPS Dr. Rudi Saprudin Darwis, S.Sos., M.Si dan dihadiri oleh seluruh pengurus APKPSI secara daring, Sabtu (11/04).

Dalam sambutannya, Dr. Rudi Saprudin mengatakan rapat kordinasi ini bagian dari penguatan kepada pengurus untuk fokus pada target-target program kerja yang telah disusun dan ditetapkan pada tahun 2025 lalu.

“Rapat kordinasi ini dibuat sebagai pengingat bersama agar kita bisa fokus pada program kerja yang sudah ditetapkan. Saat ini kita sudah melewati satu tahun pelaksanaan program kerja dan kita sudah mencapai beberapa aspek dari program kerja prioritas APKPSI Priode Tahun 2024-2027,” jelasnya.

Beberapa kinerja yang sudah berhasil dicapai sepanjang tahun 2025 menurut Dr. Rudi Saprudin adalah telah tersusunya CPL dan CPMK pada Kurikulum Inti Prodi Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial.

Selain itu, APKPSI juga telah melaksanakan beberapa webinar yang bekerjasama dengan prodi-prodi yang terdafatar sebagai anggota APKPSI.

“Kita juga kemarin ikut berpartisipasi sebagai host dalam Asian & Pacific Islander Social Work Educators Association (APISWEA) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada tahun 2025 lalu. Pada tahun 2025 juga kita membangun website APKPSI sebagai langkah strategis untuk memperluas informasi tentang keberadaan APKPSI,” terangnya.

Satu hal lain yang patut disyukuri adalah bertambahnya jumlah asesor dari bidang ilmu kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial di dalam Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAM SPAK). Hal ini diharapkan dapat memperkuat proses akreditasi prodi kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial di Indonesia.

“Saat ini sudah banyak dosen-dosen dari prodi-prodi kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial yang berhasil menjadi asesor di LAM SPAK. Tentu ini point positif bagi kita karena diharapkan dapat memperkuat institusi prodi dalam proses akreditasi,” terangnya.

Kedepan Dr. Rudi Saprudin berhadap pengurus APKPSI terus bekerjasama dalam mencapai target program kerja di tahun 2026 dengan fokus pada beberapa agenda utama seperti pemanfaatan website APKPSI sebagai sumber informasi, standarisasi praktikum kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial.

“Persiapan modul dan penguatan laboratorium menjadi penting ke depannya. Termasuk fokus untuk mendirikan prodi pendidikan profesi pekerjaan sosial di Indonesia. Selain itu kegiatan rutin seperti webinar yang melibatkan kerjasama antar prodi harus tetap dijalankan,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version