TAJDID.ID~Medan 🔳 Sejumlah mahasiswa di Kota Medan menggelar konsolidasi terbuka untuk mendorong penguatan pembangunan sektor lingkungan hidup, Senin (13/4/2026).
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) Kota Medan menyatakan dukungan terhadap upaya kolaborasi antara mahasiswa dan para pemangku kepentingan dalam membenahi kondisi lingkungan hidup di kota tersebut.
Salah satu aktivis AMPL Sumatera Utara, Boby Wahyudi Lubis, menegaskan bahwa kualitas lingkungan hidup menjadi indikator penting bagi sebuah kota metropolitan.
“Lingkungan hidup yang baik adalah ciri kota metropolitan. Medan sebagai jantung Sumatera Utara sudah seharusnya meningkatkan kualitas lingkungannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan melalui tata kota yang optimal, termasuk dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).
“Ciri kota metropolitan adalah seimbangnya pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup. Salah satu indikatornya adalah semakin banyak ruang terbuka hijau,” tambah Boby.
Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan Bidang Lingkungan Hidup, Fathur Rahman Hutasuhut, menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Kami berupaya berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik Dinas Lingkungan Hidup maupun lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan,” katanya.
Fathur menilai, kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan merupakan bagian dari kontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan aliran sungai di Kota Medan sebagai salah satu prioritas.
Menurutnya, terdapat empat langkah strategis yang perlu mendapat perhatian:
1. Pemerintah perlu tegas dalam menertibkan bangunan di bantaran sungai guna menjamin ketersediaan ruang terbuka hijau di sekitarnya.
2. Penindakan tegas terhadap perusahaan yang masih membuang limbah ke aliran sungai.
3. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan sungai.
4. Penguatan program penghijauan dan penambahan ruang terbuka hijau di Kota Medan.
Melalui konsolidasi ini, mahasiswa berharap terbangun sinergi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen dalam mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kota Medan. (SA)

