TAJDID.ID~Madiun || Dua tenaga pengajar Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) lolos seleksi penerimaan pendanaan penelitian dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Mereka adalah dosen Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD, Rhavida Anniza Andyani, M.Stat., serta Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes, dosen Prodi Administrasi Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAD.
Judul proposal penelitian Rhavida yang mendapatkan pendanaan dari Kemdiktisaintek adalah “Klasifikasi Wilayah Risiko Bencana Hidrometeorologi Daerah Madiun Berbasis K-Means dan Geographic Information System”
Sedang proposal riset dari Dr Eny Pemilu Kusparlina yang lolos pendanaan adalah berjudul “Determinasi Sosial Defisiensi Zinc Keratin Kesehatan Anak Usia Dini di Daerah Rawan Gizi Kurang: Kajian Sosiologi Kesehatan”.
Ketua LPPM UMMAD, Prof.Ir. Sarjito menyampaikan rasa syukur dengan keberhasilan dua dosen UMMAD memperoleh hibah dana riset dari Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek.
Disampaikan Prof Sarjito, akibat adanya faktor internal dan eksternal negara semua perolehan hibah riset mendalami penurunan.
“Semoga ada pengumuman gelombang kedua. Sabar bagi yang belum dapat berita bagus,” ujar Prof.Sarjito.
Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif memberikan apresiasi atas keberhasilan para dosen dalam program yang sangat kompetitif ini. “Penelitian menjadi bagian penting dari tridarma perguruan tinggi, apalagi bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mengemban caturdarma. Tumbuhnya budaya riset akan meningkatkan atmosfer akademik di UMMAD. Ini menjadi bagian penting transformatif menuju unggul,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui dari puluhan ribu proposal, hanya tujuh belas persen yang lolos pendanaan. (PJ)

