Site icon TAJDID.ID

Halal Bihalal 1447 H, PP Aisyiyah Teguhkan Ukhuwah dan Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini

Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin menegaskan peran strategis ‘Aisyiyah dalam memperkuat dakwah dan gerakan Muhammadiyah, pada acara Halal Bihalal PP 'Aisyiyah di Jakarta, 7 April 2026. (Foto: M. Haekal Fahmi/KSU Rektorat Univ. Muhammadiyah Jakarta)

TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan Halal Bihalal 1447 H sebagai momentum mempererat silaturahim sekaligus mendorong kepedulian lingkungan sejak usia dini. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad (7/4) ini mengangkat tema “Meneguhkan Ukhuwah dan Menumbuhkan Kecintaan Lingkungan melalui Pendidikan Anak Usia Dini.”

Acara dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, organisasi otonom tingkat pusat Muhammadiyah, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan Amal Usaha Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Jabodetabek dan Banten, perwakilan kementerian dan lembaga negara, anggota DPR RI, organisasi perempuan dan kemasyarakatan, serta Pimpinan Wilayah dan Daerah ‘Aisyiyah se-Jabodetabek.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, mengajak seluruh hadirin menjadikan Halal Bihalal sebagai ruang memperkuat ketakwaan dan saling memaafkan. “Mari kita saling memaafkan dan kembali kepada fitrah, semoga Allah menerima amal ibadah kita,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sikap saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, baik kepada Allah maupun sesama manusia, menjadi fondasi kebersamaan dan ukhuwah.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan kegiatan Muhammadiyah. “Kontribusi perempuan melalui ‘Aisyiyah menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat dakwah dan gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah sekaligus kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi berkualitas. “Melalui kolaborasi dan sinergi, kita dapat membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan peduli lingkungan,” ujarnya, seraya menekankan peran pendidikan dan nilai keagamaan sebagai fondasi masa depan.

Dukungan Para Tokoh dan Mitra Strategis

Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII, Putri Zulkifli Hasan, menilai tema Halal Bihalal sangat relevan, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga. “’Aisyiyah bisa menjadi motor gaya hidup ramah lingkungan, dimulai dari keluarga, rumah, dan anak-anak kita,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya senang melihat kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari rumah,” dan mengapresiasi penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menekankan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, termasuk ‘Aisyiyah, dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Kami mengajak ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru,” ujarnya. Selain kompetensi akademik, pemerintah juga mendorong penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk menanamkan nilai akhlakul karimah dan mencegah bullying di satuan pendidikan.

Dr. Levy Olivia Nur, istri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyampaikan apresiasi atas kesempatan bersilaturahim dan berharap bisa lebih aktif berkontribusi bersama ‘Aisyiyah. “Semangat Ramadan yang baru kita lalui harus terus dijaga untuk meningkatkan ketaqwaan sekaligus menjadi bekal kontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan lingkungan,” ujarnya.

*Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini*

Tausiyah Halal Bihalal disampaikan oleh Prof. Maila Dinia Husni Rahim, yang menekankan pentingnya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini melalui pendidikan dan pembiasaan.

Menurut akademisi dan pakar perkembangan anak ini, pendidikan lingkungan tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi harus dimulai sejak anak usia dini melalui pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembiasaan sederhana seperti membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengenalkan kebiasaan ramah lingkungan kepada anak-anak dapat menjadi langkah awal perubahan,” terangnya.

Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil dan melalui pembiasaan sejak usia dini menjadi kunci dalam membangun generasi yang peduli lingkungan.

Seluruh kegiatan Halal Bihalal ini menerapkan prinsip ramah lingkungan, termasuk penggunaan tumbler pribadi oleh peserta. Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berharap kegiatan ini memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong gerakan perempuan berkemajuan yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan. (*)

✍️ Farah

Exit mobile version