TAJDID.ID~Serbelaan || Elemen masyarakat Serbalawan, kecamatan Dolok Batu Nanggar mempertanyakan manfaat Keberadaan PT Bridgestone di tengah-tengah masyarakat kecamatan Dolok Batu Nanggar Serbelawan, Rabu (1/4/26).
Pertanyaan tentang manfaat keberadaan PT Bridgestone diantaranya disampaikan oleh ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Serbalawan Leston Siregar terkait tempat pembuangan sampah dan sarana-prasarana olah raga seperti lapangan Bola Dolok Batu Nanggar yang seharusnya bisa difasilitasi oleh PT.Bridgestone.
Selanjutnya pertanyaan datang dari Sekretaris Karang Taruna Dolok Batu Nanggar Muhammad Farhan, SH yang menyebut sulitnya mencari pekerjaan, sementara kita berada didua perusahaan besar PTPN IV Dolok Ilir dan PT.Bridgestone.
“PT.Brigestone hadir serta beroperasi di Dolok Batu Nanggar, hendaknya mengutamakan tenaga kerja lokal yakni putra-putri Dolok Batu Nanggar” sebut Farhan Didukung oleh Tokoh perempuan Vivi br Simanjuntak yang melihat justru orang dari luar Serbelawan yang banyak mendapat manfaat dari PT.Bridgestone.
Sedangkan Tokoh Agama Serbalawan Drs Arsalul Khair Nasution menyoroti tentang pentingnya fasilitas Tanah wakaf karena dengan pertambahan jumlah penduduk pasti keberadaan tanah wakaf akan sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurut Arsal PT.Bridgestone bisa berdialog dengan alim ulama terkait persoalan-persoalan ummat, diantaranya terkait fasilitas Tanah Wakaf.
Pertanyaan dan keluhan element masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI Hinca Pandjaitan bertempat di Rumah Narahubung Rumah Aspirasi Hinca Panjaitan, Indra Syahputra Damanik, Jalan Bombongan Urat, Bandar Selamat pada Minggu tanggal 29 Maret 2026.
Menjawab keluhan masyarakat dimaksud Hinca Pandjaitan merasa kehadiran Bridgestone tak memberikan manfaat sosial bagi warga sekitar dan meminta agar proses perpanjangan HGUnya tidak diperpanjang oleh Pemerintah.
“Pak Presiden Prabowo Subianto tidak usah diperpanjang HGU PT.Brigestone, sebelum mereka menebus dosa dosa politik ekonominya selama bertahun tahun” tegas Hinca Panjaitan. (*)
Penulis: Salman Abror

