Site icon TAJDID.ID

Dari Ruang Siber ke Ruang Keluarga: Perang Panjang Melawan Judi Online

Penulis (kiri) bersama Direktur Siber Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono (tengah) dan Ketua PDM Sergai, Akhyar (kanan).

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Sore Selasa, 31 Maret 2026, kami berkesempatan berkunjung ke ruang Direktur Siber Kriminal Polda Sumatera Utara, Bayu Wicaksono. Sebuah pertemuan yang hangat, namun sarat makna, karena percakapan kami berpusat pada satu isu yang diam-diam menggerogoti masyarakat: maraknya judi online.

Di ruang kerja itu, kami mendengar langsung bagaimana perang melawan kejahatan digital kini bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan persoalan sosial, ekonomi, bahkan moral bangsa. Judi online tidak lagi beroperasi dalam skala kecil atau sporadis. Ia telah menjelma menjadi jaringan besar lintas daerah, bahkan lintas negara, dengan sistem rapi, teknologi canggih, dan target yang luas: masyarakat umum.

Di tengah perbincangan yang serius, suasana sempat mencair. Sambil bercanda saya mengatakan bahwa orang-orang yang ikut judi online itu pasti tertipu: “Main sama orang saja bisa kalah, apalagi sama mesin.” Mas Bayu tersenyum, lalu menambahkan fakta yang cukup mengkhawatirkan—bahwa semua lapisan masyarakat kini dikirimi iklan judi online. Artinya, ancaman ini tidak lagi mengenal batas usia, profesi, maupun latar belakang sosial.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini memang nyata dan sedang ditangani secara serius. Penyidik Siber Polda Sumut saat ini mendalami alur transaksi keuangan judi online yang terhubung dengan sebuah apartemen di kawasan Medan. Dari hasil penyelidikan sementara, ditemukan sedikitnya 10 rekening bank yang digunakan dalam transaksi perjudian tersebut. Hingga kini, penyidik masih memburu pimpinan jaringan dan bandar judi online yang diduga tidak berada di lokasi penggerebekan. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan judi online bekerja secara terorganisir, rapi, dan berlapis.

Direktorat Siber Polda Sumatera Utara telah berhasil membongkar sejumlah jaringan judi online nasional dan internasional yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara. Sebuah kerja besar yang tentu tidak mudah. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan proses panjang: pelacakan digital, koordinasi lintas lembaga, hingga kerja sama internasional.

Kami dari pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai menyampaikan apresiasi atas kerja dan langkah kepolisian dalam mengungkap jaringan tersebut. Saya, Jufri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, bersama Akhyar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Serdang Bedagai, menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian penting dalam menjaga masyarakat dari dampak sosial yang luas dan merusak.

Namun perlawanan terhadap judi online tidak bisa diserahkan kepada aparat semata. Peran orang tua, masyarakat, dan lingkungan adalah benteng pertama pencegahan.

Di keluarga, orang tua perlu hadir sebagai pengawas sekaligus sahabat digital bagi anak-anaknya. Literasi digital harus dimulai dari rumah: mengajarkan batasan penggunaan gawai, menanamkan nilai kejujuran dan kerja keras, serta menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas menuju rezeki yang berkah.

Di tingkat masyarakat, budaya saling mengingatkan perlu dihidupkan kembali. Lingkungan sosial yang peduli akan lebih cepat mendeteksi perubahan perilaku, terutama pada generasi muda yang rentan terpapar iklan dan iming-iming keuntungan instan.

Sementara itu, lingkungan pendidikan, organisasi sosial, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif. Edukasi, dakwah, dan literasi digital harus berjalan beriringan agar masyarakat memiliki ketahanan moral dan intelektual dalam menghadapi kejahatan digital.

Kami juga berharap kepolisian dapat terus bersinergi dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mencegah semakin maraknya tindak kejahatan digital. Sebab pada akhirnya, ruang digital yang sehat tidak hanya dibangun oleh aparat penegak hukum, tetapi oleh kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

Kami pulang dengan satu kesan kuat: perang melawan judi online adalah kerja panjang yang membutuhkan kolaborasi. Negara bekerja melalui aparat penegak hukum, keluarga menjaga dari rumah, masyarakat menguatkan dari lingkungan, dan semua pihak bergerak bersama menjaga generasi.

Semoga ikhtiar bersama ini menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat dan aman bagi generasi mendatang. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Exit mobile version