Site icon TAJDID.ID

Air Mata Wa Ode Herlina Haru Menyaksikan Perjuangan Perempuan Penyintas di Rumah Sakinah Muhammadiyah

TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2024–2029, Wa Ode Herlina, S.I.Kom., M.M., tak mampu menahan haru saat menghadiri kegiatan Pondok Ramadan Rumah Sakinah Muhammadiyah (RSM) yang diselenggarakan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Suasana penuh kehangatan sekaligus keprihatinan terasa sejak awal kegiatan, ketika pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah menyampaikan bahwa 40 peserta Pondok Ramadan merupakan perempuan anggota binaan yang berasal dari berbagai latar belakang situasi rentan, antara lain penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban perdagangan orang, pekerja seks komersial, serta perempuan marjinal perkotaan, termasuk warga dari Rusun Conver Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: Rumah Sakinah Muhammadiyah Luncurkan 3 Program Pemberdayaan Baru

Mendengar kisah perjuangan para perempuan tersebut, Wa Ode Herlina tampak terharu hingga menitikkan air mata.

Dalam sambutannya, dengan suara terbata-bata ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus refleksi atas pentingnya perhatian terhadap masyarakat lapisan bawah.

“Kami mohon maaf, karena selama ini mungkin kami belum sepenuhnya menyentuh dan memperhatikan ibu-ibu yang berjuang di akar rumput. Kami sering disibukkan dengan diskusi pembangunan yang bersifat makro dan berorientasi fisik. Karena itu, kami berterima kasih kepada Muhammadiyah, khususnya pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, yang telah mengingatkan kami bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian nyata,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wa Ode Herlina juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Rumah Sakinah Muhammadiyah, khususnya dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan kelompok rentan di DKI Jakarta.

Pondok Ramadhan yang setiap tahun diadakan oleh Rumah Sakinah untuk tahun ini mengambil tema “Ramadhan Berdaya : Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan”.

Tampil sebagai narasumber: Dr dr Siti Nuriyatus Zahrah, MKM dengan materi “Ramadan dan Kesehatan Reproduksi Perempuan”. Kemudian Anasrullah, ST dengan materi “Pemberdayaan Ekonomi Digital dan Antisipasi Keamanan Digital”. Fitria Emazola, S.Pd dengan materi “Peluang Bisnis yang Cepat Laku”.

Selanjutnya Febry Amirullah M.Pd membawakan materi “Pendidikan Islam untuk Keluarga”. Dan Dedi Warman S.Fil menyampaikan materi “Penguatan Spritual Ramadan”.

Kegiatan ini dipandu moderator: Misran Lubis S. Ag yang juga Sekretaris Rumah Sakinah Muhammadiyah..

“Pondok Ramadhan ini selain menlaunching tiga program pemberdayaan baru dirumah sakinah, juga kami ingin memberikan bekal peningkatan spritual dan akidah kepada warga binaan yang rentan menghadapi masalah sosial, sebab sebaik apapun program pemberdayaan dengan tidak diimbangi dengan spritual yang kuat dengan terbentuk jiwa kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, maka tidak akan terwujud binaan Rumah Sakinah yang sejahtera “ ujar M. Arif An SH, MH.

Penutupan kegiatan pondok ramadhan rumah sakinah ditutup secara resmi oleh Ketua Rumah Sakinah M. Arif An SH MH yang juga Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan sebuah pantun yaitu Habibie Ainun teladan keluarga Kisahnya romantis berbudi bahasa Mari membangun Rumah Sakinah sekuat tenaga Selalu optimis menjemput asa. (*)

✍️ ML

 

 

Exit mobile version