Site icon TAJDID.ID

Keluarga Besar Civitas Akademika FH UMSU Gelar Sarasehan dan Buka Puasa Bersama

TAJDID.ID~Medan 🔳 Keluarga Besar Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) menggelar kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama yang dirangkai dengan sarasehan bertema “Strategi Pembelajaran di Era Digital Guna Mewujudkan Insan Kamil”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Mr Boey’s Cafe, Jalan Bilal, Kota Medan, Sabtu (14/3), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta undangan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMSU Prof. Dr. H. Agussani, MAP, Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, SH, MHum, Anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Ida Hanifah, SH, MHum, Dekan FH UMSU Assoc. Prof. Dr. Faisal, SH, MHum, Wakil Dekan I Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, SH, MH, Wakil Dekan III Dr. Atikah Rahmi, SH, MH, jajaran kepala bagian, dosen, tenaga kependidikan, satuan pengaman, sahabat media, mahasiswa, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dekan FH UMSU Assoc. Prof. Dr. Faisal, SH, MHum menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan kegiatan silaturahim kita di bulan suci Ramadan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mempererat sinergi seluruh keluarga besar Fakultas Hukum UMSU dalam memajukan institusi.

“Mudah-mudahan ke depan kita terus bisa bersinergi untuk memajukan Fakultas Hukum yang kita cintai ini,” tambahnya.

Faisal menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan keluarga dari para undangan yang hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan FH UMSU.

“Ini merupakan wujud tekad kita untuk terus membangun silaturahim dengan seluruh keluarga besar sivitas akademika FH UMSU,” ungkapnya.

Dalam sarasehan yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, Faisal juga menyoroti pentingnya strategi pembelajaran di era digital dalam upaya membentuk insan kamil, yakni manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

Menurutnya, pembelajaran di era digital perlu mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an.

“Pendekatan ini menggabungkan e-learning, aplikasi interaktif, dan literasi digital dengan nilai-nilai spiritual untuk membangun insan yang kompeten secara intelektual serta luhur moralnya,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk membina karakter spiritual dan moral peserta didik.

Rektor Beri Apresiasi

Sementara itu, Rektor UMSU Prof. Dr. H. Agussani, MAP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum UMSU yang telah menyelenggarakan kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah di lingkungan kampus.

Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan, memperkuat kekompakan, serta meningkatkan sinergi antar sivitas akademika.

“Alhamdulillah, kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat ukhuwah di lingkungan kampus, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dalam memajukan UMSU,” ujar Agussani.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan Ramadan yang diselenggarakan oleh fakultas-fakultas di lingkungan UMSU sebagai bentuk semangat kebersamaan dan rasa syukur.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat silaturahim, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga kekompakan dan membangun sinergi demi kemajuan UMSU ke depan,” tambahnya.

Tausiah: Pentingnya Kesalehan Sosial

Menjelang waktu berbuka puasa, Wakil Dekan I FH UMSU Assoc. Prof. Dr. Zainuddin, SH, MH menyampaikan tausiah bertema “Pentingnya Kesalehan Sosial”.

Dalam tausiahnya, ia mengisahkan seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang selama bertahun-tahun tekun melaksanakan shalat tahajud. Namun, dalam sebuah peristiwa ia mengetahui bahwa namanya tidak tercatat dalam daftar kekasih Allah karena sikap ria dan kurangnya kepedulian terhadap tetangga yang sedang mengalami kesulitan.

Kisah tersebut, menurut Zainuddin, menjadi pelajaran penting tentang keseimbangan antara kesalehan individual (habluminallah) dan kesalehan sosial (habluminannas).

“Ibadah secara personal saja tidak cukup. Allah juga melihat kepedulian sosial dan kasih sayang kita terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah menyadari kekeliruannya, Abu bin Hasyim kemudian memperbaiki diri dengan lebih aktif membantu masyarakat sekitar dan meningkatkan kepedulian sosialnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah, serta diakhiri dengan ramah tamah dan pembagian bingkisan Lebaran dari pimpinan FH UMSU kepada seluruh undangan yang hadir. (*)

Exit mobile version