TAJDID.ID 🔳 Semangat tajdid (pembaruan) yang diwariskan KH Ahmad Dahlan kembali menyala di bumi Kayong Utara. Sebanyak 21 guru sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan di wilayah ini mengikuti kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam sebagai Strategi Implementasi Kurikulum Sekolah/Madrasah yang digelar pada 5–6 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat dan antusias ini menghadirkan Prof. Dr. Herwina Bahar, M.A., Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Herwina menekankan pentingnya membangun paradigma deep learning (pembelajaran mendalam) yang tidak berhenti pada hafalan konsep, tetapi menuntun peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan memiliki empati sosial.
Para peserta berasal dari beragam sekolah — SDN, SDS, MIN, dan MIS — yang tersebar di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Teluk Batang. Mereka hadir dengan semangat untuk memperbarui cara pandang terhadap proses belajar-mengajar, agar lebih bermakna dan relevan dengan tantangan zaman.
Dalam sesi diskusi, Herwina menggambarkan peran guru sebagai penggerak tajdid dalam dunia pendidikan, sebagaimana semangat yang dihidupkan KH Ahmad Dahlan lebih dari seabad lalu. “Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembaharu; seseorang yang menyalakan cahaya pengetahuan dan nilai dalam kehidupan anak didiknya,” ungkapnya.
Beliau juga menggarisbawahi bahwa visi pendidikan KH Ahmad Dahlan menekankan makna hidup yang berlandaskan ketuhanan dan kemanusiaan.
Pendidikan, menurutnya, harus mengajarkan keberanian menegakkan kebenaran, menumbuhkan akal untuk mencari ilmu, dan meneladankan kerja keras serta kerendahan hati. Nilai-nilai inilah yang perlu dihidupkan kembali di ruang-ruang kelas agar peserta didik tumbuh menjadi insan berkemajuan dan berkarakter.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret bagi para guru Kayong Utara dalam membangun budaya belajar yang mendalam, reflektif, dan berorientasi pada transformasi, sehingga pembelajaran bermakna dan menggembirakan.
Dengan semangat tajdid KH Ahmad Dahlan sebagai sumber inspirasi, para guru diharapkan mampu menuntun generasi penerus bangsa agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak dan peduli pada kemanusiaan untuk mewujudkan pendidikan yang berkemajuan di Kayong Utara. (*)
✍️ Hendra

