TAJDID.ID~Jakarta || Kedutaan Besar Australia di Jakarta menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional pada Selasa (10/3/2026).
Acara yang berlangsung di Wollemi Function Centre, Kedutaan Besar Australia, Jakarta Selatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh, mitra strategis, serta perwakilan organisasi masyarakat yang memiliki perhatian pada isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kerja sama internasional.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Gita Kamath, Deputy Ambassador Australia untuk Republik Indonesia, sebagai momentum untuk mempererat hubungan serta memperkuat kolaborasi antara Australia dan berbagai mitra di Indonesia.
Acara berlangsung mulai pukul 17.30 hingga 19.00 WIB dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya peran perempuan dalam pembangunan sosial, pendidikan, serta penguatan kerja sama antarnegara.
Dalam kesempatan tersebut, Dien Nurmarina Malik Fadjar hadir mewakili Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah. Kehadirannya menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Dien menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kedutaan Besar Australia yang memadukan momentum Ramadan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional sebagai ruang dialog dan penguatan kemitraan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas negara dan lintas sektor, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas ruang pemberdayaan perempuan di Indonesia.
“Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Momentum buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi, berbagi gagasan, serta membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat dalam mendorong pendidikan inklusif, memperkuat peran perempuan, serta mengembangkan kerja sama global yang konstruktif.
Kedutaan Besar Australia di Jakarta secara aktif merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tanggal 8 Maret sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Berbagai kegiatan kerap diselenggarakan, mulai dari kampanye sosial, diskusi publik, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk menghapus hambatan serta mendorong terciptanya keadilan bagi perempuan dan anak perempuan.
Pada tahun 2026, peringatan tersebut mengangkat tema “Balance the Scales” atau Menyeimbangkan Timbangan, yang menekankan pentingnya kesempatan yang setara bagi perempuan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor kehidupan.
Dalam pelaksanaannya, Kedutaan Besar Australia juga menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, kalangan cendekiawan, serta sektor swasta untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan perempuan.
Berbagai aksi nyata turut dilakukan, di antaranya mendorong peningkatan pemberdayaan, keamanan, serta masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan anak perempuan. Kegiatan yang dilakukan juga mencakup sesi pengembangan keterampilan bagi pemimpin perempuan, program beasiswa, serta upaya menyoroti perempuan-perempuan inspiratif di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antara berbagai pemangku kepentingan semakin erat, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan sosial di masa depan. (*)
✍️ Hendra

