TAJDID.ID~Medan || Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Medan selama bulan Ramadan menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Ketua Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S. Siregar, mengatakan bahwa pihaknya menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi pada waktu-waktu krusial.
“Beberapa hari terakhir kami menerima banyak keluhan dari masyarakat. Pemadaman listrik sering terjadi menjelang waktu berbuka puasa dan juga pada malam hari saat masyarakat melaksanakan salat tarawih,” ujar Padian, Ahad (9/3).
Menurutnya, kondisi tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, terutama karena Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Padian menegaskan bahwa saat ini listrik bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan listrik memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas rumah tangga, kegiatan usaha kecil dan menengah, hingga operasional berbagai fasilitas umum.
“Apalagi di bulan Ramadan, aktivitas masyarakat cenderung meningkat pada sore hingga malam hari. Karena itu, gangguan listrik pada waktu-waktu tersebut sangat terasa dampaknya,” katanya.
Ia menilai pemadaman listrik yang terjadi pada momen penting selama Ramadan berpotensi mencederai perasaan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
“Ramadan seharusnya menjadi waktu bagi umat Muslim untuk beribadah dengan tenang dan khusyuk. Jika pemadaman listrik terus terjadi pada waktu-waktu penting, tentu hal ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Padian juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik berjalan optimal, termasuk dalam hal ketersediaan pasokan listrik.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan adanya koordinasi yang baik dengan pihak penyedia layanan listrik agar berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami menilai koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak penyedia layanan listrik perlu diperkuat. Momentum Ramadan seharusnya sudah diantisipasi sejak jauh hari,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan penyedia layanan listrik seperti PT PLN (Persero) sangat penting untuk memastikan kesiapan sistem distribusi energi, khususnya pada periode ketika kebutuhan listrik meningkat.
Selain itu, Padian juga mendorong adanya transparansi informasi kepada masyarakat terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi.
“Masyarakat berhak mengetahui apa penyebab pemadaman tersebut serta langkah-langkah apa yang sedang dilakukan untuk mengatasinya. Keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Ke depan, LAPK berharap seluruh pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik serta memperkuat koordinasi guna memastikan pasokan energi tetap stabil, terutama pada momentum penting seperti bulan Ramadan.
“Harapan kita, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan melaksanakan ibadah dengan lebih tenang tanpa terganggu oleh persoalan listrik,” kata Padian. (*)

