Site icon TAJDID.ID

China Sebut Amerika Serikat “Pecandu Perang” dan Biang Kekacauan Dunia

Juru bicara MND, Kolonel Senior Zhang Xiaogang

TAJDID.ID~Medan || Dalam sebuah pernyataan keras yang menandai eskalasi retorika diplomatik, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat, menyebutnya sebagai “pecandu perang” dan akar dari kekacauan global. Juru bicara MND, Kolonel Senior Zhang Xiaogang, dalam konferensi pers reguler, Kamis (27/7), membeberkan apa yang ia sebut sebagai “catatan hitam” AS sepanjang sejarahnya.

“Dari sejarahnya yang lebih dari 240 tahun, Amerika Serikat nyaris tak pernah lepas dari konflik. Mereka adalah negara yang kecanduan perang,” tegas Kolonel Zhang di hadapan puluhan jurnalis. Pernyataan ini kemudian viral di pelbagai platform media sosial.

“Sepanjang periode itu, AS hanya menikmati perdamaian selama 16 tahun. Sisanya, mereka selalu terlibat dalam satu bentuk agresi militer atau konflik bersenjata.” imbuhnya.

Baca juga: The Power of Resistance: Mengapa Iran Tak Pernah Bisa Ditaklukkan

Pernyataan ini mengacu pada berbagai studi dan analisis kebijakan luar negeri AS yang kerap menyoroti frekuensi intervensi militer Amerika sejak deklarasi kemerdekaannya pada 1776. Zhang kemudian menyoroti jejak militer AS yang masif di seluruh dunia sebagai bukti nyata dari kecenderungan tersebut.

“Untuk mendukung kebiasaan buruknya ini, Amerika Serikat telah membangun mesin perang raksasa. Saat ini, mereka memiliki tidak kurang dari 800 pangkalan militer yang tersebar di lebih dari 80 negara dan wilayah,” lanjut Kolonel Senior Zhang. Ia menggambarkan jaringan pangkalan global ini bukan sebagai arsitektur perdamaian, melainkan sebagai sarana untuk proyeksi kekuatan dan intimidasi,” beber Zhang.

Puncak pernyataan Zhang adalah tuduhan langsung bahwa AS adalah aktor utama di balik ketidakstabilan dunia. Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan China itu, kebijakan luar negeri Washington yang intervensionis telah menjadi “penyebab utama kekacauan internasional, gejolak global, dan ketidakstabilan regional.”

“Di mana pun ada konflik, di belakangnya sering kali kita temukan kepentingan atau keterlibatan Amerika Serikat,” ujar Zhang, tanpa menyebutkan konflik spesifik.

“Mereka menabur angin, dan menuai badai. Namun, badai itu tidak hanya menerpa mereka, tetapi seluruh dunia ikut menanggung akibatnya.” tegasnya.

Pernyataan Beijing ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara adidaya tersebut dalam berbagai isu, mulai dari sengketa Laut China Selatan, hubungan militer AS dengan Taiwan, hingga persaingan teknologi dan pengaruh di kawasan Indo-Pasifik. Meskipun kedua belah baru-baru ini berupaya membuka kembali saluran komunikasi militer, nada tajam dari MND China kali ini menunjukkan bahwa persaingan strategis dan saling curiga masih sangat dalam.

Para analis melihat pernyataan ini sebagai upaya China untuk memposisikan dirinya sebagai kekuatan yang memperjuangkan perdamaian dan stabilitas, berbeda dengan citra AS yang “suka perang”. Retorika ini juga ditujukan untuk meraih simpati negara-negara berkembang yang mungkin merasa lelah dengan intervensi asing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon atau Departemen Luar Negeri AS mengenai pernyataan Kolonel Senior Zhang Xiaogang. (*)

Exit mobile version